Connect with us

Olahraga

Gateball Resmi Hadir Di Kota Malang, Masuk Binaan Pergatsi

Diterbitkan

,

Gateball Resmi Hadir Di Kota Malang, Masuk Binaan Pergatsi
Pelantikan Pergatsi Kota Malang 2021-2025 di Harris Hotel Conventions. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMOlahraga gateball resmi hadir di Kota Malang. Sabtu siang (10/4), pengukuhan pengurus Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Kota Malang 2021 – 2025 pun tergelar.

Pelantikan bertempat di ballroom Hotel Harris Conventions Riverside Polowijen Blimbing Kota Malang.

Ketua Pergatsi Jatim Wahid Wahyud hadir melantik pengurus 2021-2025. Begitu juga, Ketua KONI Kota Malang Edy Wahyono hadir sebagai saksi.

Termasuk, Kapolsek Blimbing, Kompol Hery Wahyu Widodo dan Danramil Blimbing Kapten Arh Imran ikut menjadi saksi.

Pelantikan Pergatsi Kota Malang dan penyerahan pataka resmi mengukuhkan susunan pengurus 2021-2025.

Ketua Pergatsi Kota Malang terlanti, Agus Dono Wibawanto membenarkan. Dia mengatakan gateball sudah mulai memasuki ranah prestasi.

“Awalnya olahraga ini termasuk olahraga rekreasi. Namun saat ini gateball resmi menjadi olahraga prestasi dan warga Kota Malang banyak yang berminat,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Sutiaji Mutasi 35 Kepsek se-Kota Malang.

Menurutnya, olahraga gateball unik menarik dan sangat luar biasa. Tetapi, sebagai pengurus cabor baru, dia siap sosialisasi lebih intens.

“Karena masyarakat mungkin masih kurang familiar dengan olahraga gateball. Kami perlu mengenalkan lebih intensif lagi,” sambungnya.

Ketua Pergatsi Jatim Wahid Wahyud mengamini. Dia mengucapkan selamat atas pelantikan Pengurus Pergatsi Kota Malang.

“Bahwa olahraga ini adalah olahraga yang baru. Serta, olahraga ini berasal dari Jepang,” ujarnya.

Dia berharap kepada pengurus Pergatsi Kota Malang, untuk segera memperkenalkan olahraga gateball ini kepada masyarakat.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

35 Atlet Disabilitas Berebut Wakili Kabupaten Malang Di Peparnas XVI

Diterbitkan

,

35 Atlet Disabilitas Berebut Wakili Kabupaten Malang Di Peparnas XVI
Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto foto bersama dengan para atlet Paralympic Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah 35 atlet paralimpik alias penyandang disabilitas Kabupaten Malang mengikuti seleksi menuju Peparprov dan Peparnas XVI Papua 2021.

Sabtu (8/5), mereka menjalani seleksi itu di Stadion Kanjuruhan. Tampak 35 atlet disabilitas menyandang tuna wicara dan tuna daksa.

Mereka terlihat antusias dengan pelaksanaan seleksi tersebut. Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto yang turut hadir dalam acara tersebut.

Dia pun sangat mengapresiasi pelaksanaan seleksi atlet paralimpik ini.

Menurutnya, dari sekitar 35 penyandang merupakan warga Kabupaten Malang yang tersebar di seluruh Kecamatan.

“Mereka sebelumnya bergabung dengan atlet-atlet Kota Malang dan Batu. Namun kemudian ada kebijakan masing-masing daerah mengirim perwakilan. Nah, kebijakan ini kita sangat apresiasi,” ungkapnya.

Sebab, lanjut Didik, salah satu dari 35 atlet paralimpik putra daerah Kabupaten Malang, ada yang sudah meraih juara 3 di tingkat nasional.

“Oleh karena itu, kedepan, saya harapkan 3 OPD di Kabupaten Malang aktif. Yakni Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olahrga, dan Dinas Pendidikan. Harus saling bekerjasama dalam memajukan atlet paralympic Kabupaten Malang,” tegas Didik.

“Nanti pasti akan kita bahas untuk penganggaran pembinaan para atlet paralimpik ini,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dari 35 atlet Paralympic yang turut dalam seleksi itu, nantinya akan merebut 8 posisi menuju Peparprov dan Peparnas XVI Papua 2021.

Delapan kuota itu terdiri dari cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, lari, dan lempar lembing.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Peselancar Usia 10 Tahun Asal Tirtoyudo, Jadi Anak Asuh ‘Londo’

Diterbitkan

,

Peselancar Usia 10 Tahun Asal Tirtoyudo, Jadi Anak Asuh 'Londo'
Sofia Yunita saat berselancar di pantai Wedi Awu. (Foto: Instagram @ofiawalang)

 

KABARMALANG.COM – Gadis usia 10 tahun, Sofia Yunita, siswi SDN III Purwodadi, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang menjadi peselancar.

Siswi kelas IV Sekolah Dasar itu sudah jago menaklukkan ombak lautan dengan kelihaiannya berselancar.

“Kita semua turut bangga atas kiprah Sofia Yunita, Kebetulan juga murid saya kelas IV di SDN 03 Purwodadi. Kami bisa bilang ia adalah surfer girl cilik perempuan satu-satunya di Kabupaten Malang,” tutur Pengajar SDN III Purwodadi, Mukhlis, Sabtu (24/4).

Atas kepandaiannya bermain surfing itu, peselancar usia 10 tahun ini turut berkontribusi di acara Kartini Go Surf.

Sofia juga sudah tampil di event surfing di Bali awal tahun 2021 lalu. Ia kini tergabung di PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia) Kabupaten Malang.

Selain surfing, putri bungsu Gito itu juga kuat berlari. Pada kelas 2 SD ia pernah meraih juara ke-2 lari maraton 1000 kaki se-Kecamatan Tirtoyudo.

Menurut Mukhlis, Sofia mulai tertarik belajar surfing sejak tujuh tahun lalu. Sofia bersama keluarganya pindah dari Puger, Jember ke Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang tahun 2015 lalu.

“Waktu itu ia (Sofia) masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK),” ujarnya.

Kabar Lainnya : Guru Tirtoyudo Rela Privat Siswa Tanpa Smartphone.

Saat ini, selain sekolah daring akibat pandemi Covid-19, sehari-harinya ia surfing ketika ombak bagus di pantai Wedi Awu dan Lenggoksono.

Menariknya, kepandaian surfing Sofia kemudian memikat salah seorang wisata mancanegara asal Norwegia bernama Mr Geir Petersbog. Geir bahkan menjadikannya anak asuh.

“Mr Geir membiayai sekolah Sofia sekarang dan sampai kuliah nanti,” ujarnya.

Turis itu terpincut jadi orang tua asuh Sofia ketika ia berkunjung ke pantai Wedi Awu. Dia juga sempat makan sekaligus berbincang-bincang langsung dengan Sofia.

“Jadi awalnya, dulu ia itu tamu saya. Lalu dia saya ajak makan di rumah Sofia. Lalu cerita dan ngobrol ngalor-ngidul. Hingga akhirnya Mr Geir itu tadi tertarik menjadi ortu angkat serta memberi biaya sekolah Sofia,” ringkasnya.

Alhasil, terhitung sejak tahun 2015 Geir rutin kirim uang untuk Sofia untuk biaya sekolah dan membeli peralatan surfing untuk Sofia.

Terakhir, Mukhlis berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap bakat Sofia di bidang olahraga lari maupun surfing.

“Untuk olahraga lari seandainya ada tindak lanjut sangat bagus baginya. Karena nafasnya bagus dan kuat karena olahraga renang serta surfing,” urainya.

“Harapannya ada pembinaan pemerintah, dari dinas pemuda dan olahraga supaya bakatnya di usia yang masih muda tidak terbuang sia-sia,” akhirnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Pencak Silat Kota Malang Diminta Aktif Jaga Lingkungan Kondusif

Diterbitkan

,

Pencak Silat Kota Malang Diminta Aktif Jaga Kondusivitas Daerah
Suasana silaturahmi Forpimda dengan perguruan-perguruan pencak silat Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pencak silat Kota Malang bersilaturahmi dengan Forkopimda Kota Malang, Jumat sore (23/4). Silaturahmi terlaksana di Aula Sanika Setyawada Polresta Malang Kota.

Sambung rasa Forkopimda dan pencak silat Kota Malang ingin menciptakan situasi kondusif di wilayah Kota Malang.

AKBP Barkah Jayadi, Kasat Binmas Polresta Malang Kota memimpin pertemuan ini dengan jumlah peserta 50 orang.

Kabar Lainnya : Mabuk Saat Ramadan, Sekelompok Orang Asal Malang Keroyok Tentara.

Perwakilan Forpimda Kota Malang, antara lain Mayor Arm Chairul Effendy, Kasdim 0833/Kota Malang, Wanedi Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Rinawati Kepala Bakesbangpol Kota Malang.

Sementara, sejumlah perwakilan perguruan pencak silat Kota Malang hadir dalam pertemuan ini. Kasat Binmas mengatakan acara tersebut menyatukan para pendekar untuk kedamaian di bulan puasa.

“Ini tempat menyatukan persepsi antar pendekar di Kota Malang. Dengan adanya acara ini dapat menyatukan antar pendekar silat di Kota Malang,” tandasnya.

Kabar Lainnya : Wanita Muda Meninggal Tertutup Tikar, Diduga Dibunuh.

Sementara, Kepala Bakesbangpol Kota Malang Rinawati menegaskan pentingnya perguruan silat mengingat tujuan awal berdiri.

“Tujuan terbentuknya perguruan silat pasti sangat baik. Tetapi, setiap perguruan silat harus melaporkan keberadaannya dan struktur organisasinya di Kesbangpol Kota Malang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan perguruan silat dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan, keutuhan, saling menghargai antar perguruan silat dan kondusifitas Kota Malang.

Apabila ada perbedaan, Rinawati berharap keluarga besar pencak silat bisa menyelesaikannya dengan kekeluargaan, bukan dengan kekerasan.

Kabar Lainnya : Kasus Dugaan Pembunuhan Wanita Muda, Polres Malang Periksa 3 Saksi.

Kasdim 0833/Kota Malang, Mayor Arm Chairul Effendy pun sepakat. Dia sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Dia berharap agar setiap perguruan silat tidak membawa ego masing-masing dalam menjalin silaturahmi.

“Setiap perguruan silat di Kota Malang pun wajib ikut membantu menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan,” ringkasnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com