Connect with us

Pemerintahan

Pasutri Tuna Netra Total Dukung Arema di Piala Menpora Dari Rumah

Diterbitkan

,

Pasutri Aremania penyandang tuna netra saat menikmati laga Arema melawan Barito Putera. Keduanya mendukung dari rumah saja (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kiprah klub Arema Malang sudah berakhir di Piala Menpora  2021. Arema menjadi juru kunci Grup A dengan raihan satu poin saja.

Meski Arema menorehkan hasil minor dalam ajang tersebut. Suporter fanatik mereka Aremania tetap loyal mendukung Singo Edan.

Dukungan kepada Arema datang dari berbagai kalangan, termasuk dari penyandang disabilitas. Yakni, Kholilu Rohman, 26, dan Elin Agus Tri Rahayu, 28.

Mereka adalah pasangan suami istri  penyandang tuna netra di Kota Malang. Mereka menunjukan dukungan dan cinta kepada Arema di ajang Piala Menpora 2021.

Sejoli ini menikah pada bulan Agustus 2020 lalu. Piala Menpora menjadi perhelatan sepakbola pertama yang mereka berdua nikmati dalam status sebagai pasutri.

Saat ini mereka berdua membuka usaha Pijat Tuna Netra di wilayah Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Duel Arema versus Barito Putera di matchday kedua Grup A Kamis (25/3) lalu, menjadi debut bagi pasutri itu menikmati laga Arema.

Ratusan Lansia Antusias Menikmati Hiburan dan Bernyanyi di Peringatan HLUN.

Keduanya totalitas dalam mensupport Arema dari rumah saja. Sang suami, Kholil, mengenakan jersey Arema berwarna biru. Istrinya, Elin memakai celana sporty dan hijab berwarna biru. Plus kalungan syal Arema di lehernya.

Kholil membenarkan. Laga Arema menantang Barito Putera menjadi suguhan pertama Arema yang dia nikmati bersama sang istri.

“Ini pertama kali saya nikmati pertandingan Arema dengan istri. Karena sejak kami nikah kan Arema tidak pernah main lagi,” ujar Kholil kepada Kabarmalang.com, di kediamannya Kamis (25/3).

Mereka menikmati pertandingan Arema dengan mendengarkan suara komentator yang terlontar dari tayangan di TV.

Kholil sebelumnya sering menikmati pertandingan Arema melalui siaran radio saat masih tinggal di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra Dinsos Jawa Timur.

Di tempat itu pula Kholil bertemu dengan Elin yang kini menjadi istrinya. Dulu status mereka hanya sebatas teman.

“Dulu zaman di panti, kami sering ada agenda nikmati bareng Arema. Kami berdua seangkatan. Waktu itu posisinya masih teman dekat,” ujar Pria asal Bojonegoro itu.

Kholil mengaku senang akhirnya kembali bisa menikmati pertandingan Arema. Terlebih dia mengajak beberapa teman disabilitas dari komunitas Lingkar Sosial Indonesia.

“Perasaannya alhamdulillah senang, bisa sama keluarga dan teman-teman juga. Ini juga kami siapkan camilan biar lebih enak ngikutin pertandingannya,” bebernya.

Kholil sedikit mereview laga tersebut. Dia sedikit kecewa karena Arema harus bertekuk lutut dari Barito Putera dengan skor akhir 2-1.

“Iya agak kecewa sedikit. Padahal ada kesempatan di menit akhir dapat tendangan penalti, tapi gagal. Itu kesempatan emas, minimal imbang ya kalau itu gol,” ungkapnya.

Elin, sang istri mengamini. Dia sumringah bisa mengikuti laga Arema bareng suami. Apalagi mereka berdua kompak menggunakan outfit Aremania.

“Saya memang suka warna biru, perasaannya senang banget, karena seru, bisa bersama gini ngikutinnya. Terus senang juga bisa kompak sama suami,” tutur Elin.

Dukung Gerakan Menonton Bola dari Rumah

Kholil bersama Elin sangat menjunjung tinggi protokol kesehatan. Sehingga mereka mengapresiasi gerakan mendukung dan menonton sepakbola dari rumah saja.

“Saya sepakat karena saat ini pandemi. Walaupun banyak yang pengen nonton di stadion kan. Tapi gak mungkin nonton langsung di stadion, karena penonton tidak bisa jaga jarak,” katanya

Pria yang mengidolai El Loco Gonzales itu mengatakan bahwa ketika nonton di stadion, suporter tentu akan saling berdempetan. Sehingga, menurutnya untuk sementara ini memang perlu laga tanpa penonton di stadion.

Kholil sangat berkeinginan jika pandemi telah berakhir, dia ingin menikmati langsung aksi Arema di Stadion Kanjuruhan bersama sang istri.

“Kayaknya nonton di tribun jauh lebih seru kalau bareng keluarga. Saya ingin merasakan euforia di tribun Aremania, nyanyi bareng mereka,” akhirnya.

Kholilu Rohman dan Elin Agus Tri Rahayu kompak mendukung Arema (Foto 2: Fathi)

Elin juga menambahi. Terkait menonton bola di rumah, dia patuh dengan peraturan dari pemerintah agar tetap taat prokes.

Elin mulai intens mengikuti kiprah Arema saat jaman gemilangnya Arema asuhan Robert Alberts, ketika mampu menjuarai ISL 2009/2010.

Dia menggemari legiun asing Roman Chamelo bersama duo Singapura, yakni Noh Alam Shah dan M Ridhuan. Untuk pemain lokal dia mengidolakan Dendi Santoso.

Elin sepaham dengan suaminya. Jika pandemi Covid-19 telah mereda, dia juga ingin mendukung langsung Arema dari tribun Stadion Kanjuruhan.

“Kepengen nonton di Stadion Kanjuruhan, pengen banget di tribun penonton, nyanyi chant Arema. Chant andalan saya adalah, kami Arema, salam satu jiwa, di Indonesia kan selalu ada,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Pemprov Mulai Bangun Rumah Terdampak Gempa, Kodam Siap Dukung

Diterbitkan

,

Pemprov Mulai Bangun Rumah Terdampak Gempa, Kodam Siap Dukung
Gubernur Jawa Timur saat melakukan peletakan batu pertama rumah warga terdampak gempa bumi, Sabtu (17/4). (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Forkopimda Provinsi Jawa Timur menggelar peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah korban terdampak gempa bumi.

Acara peletakan batu pertama ini terlaksana di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Sabtu (17/4).

Tampak hadir dalam peletakan batu pertama itu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Begitu juga Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Suharyanto.

Tidak ketinggalan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta. Hadir pula Forkompinda Kabupaten Malang.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan pembangunan itu memakai pembiayaan Pemerintah Kabupaten Malang.

“Sementara itu, petugas saat ini juga sedang melakukan validasi rumah-rumah yang warga yang terdampak gempa bumi,” ujar Khofifah saat peletakan batu pertama pembangunan rumah di Desa Jogomulyan, Tirtoyudo.

Menurutnya, validasi itu menyesuaikan kategori kerusakan, berat, sedang, atau ringan. “Guna mendapatkan dana stimulan dari BNPB.

Khofifah menargetkan, validasi data itu rampung dalam jangka waktu 5 hari ke depan. Kemudian pemerintah daerah akan mengirimnya ke BNPB.

“Dana stimulan itu nantinya di luar biaya pengerjaan. Maka kami berharap anggota TNI Polri bisa membantu melakukan percepatan,” tuturnya.

Supaya, warga tidak terlalu lama berada di pengungsian. Sebab, penyebaran covid-19 hingga saat ini belum benar-benar berhenti.

“Jadi tentunya, berada di rumah akan lebih aman daripada berada di tempat pengungsian,” jelasnya.

Kabar Lainnya : BMKG Siapkan Gempa Buatan Simulasi Tsunami.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Suharyanto mengamini.

Dia juga siap mendukung percepatan pembangunan rumah korban terdampak gempa bumi tersebut.

“Ada ribuan baik jajaran Kodam V/Brawijaya maupun di luar satuan Kodam V/Brawijaya yang membantu warga di sini,” tandasnya.

“Untuk membantu percepatan pembangunan nanti kita akan menerapkan sistem rolling pada jajaran kami,” katanya.

Sebab, mengingat kondisi saat ini masih bulan Ramadan dan kondisi moril anggota. “Jadi 1 pekan sekali kita rolling untuk membantu warga,” pungkasnya.

Di wilayah Malang sendiri, terdapat tiga kesatuan teritorial yang membawahi Malang Raya. Yaitu Korem 083/Bdj, Kodim 0818 Malang-Batu dan Kodim 0833 Kota Malang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Pembangunan Rumah Warga Terdampak Gempa Bumi Malang Dimulai

Diterbitkan

,

Pembangunan Rumah Warga Terdampak Gempa Bumi Malang Dimulai
Warga bergotong royong memulai pembangunan rumah warga di Desa Jogomulyan, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang pekan lalu tampaknya sudah bisa bernafas lega.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Malang kini mulai membangun rumah para warga. Program pembangunan itu terlaksana di Dusun Sumbermanggis, Desa Jogomulyan, Sabtu (17/4) hari ini.

Sekretaris Desa Jogomulyan, Rendi Septian membenarkan. Di Desanya ada 14 rumah yang mendapatkan renovasi. Menurutnya, dana pembangunan itu bersumber dari Pemerintah Kabupaten Malang.

“Iya, mulai pembangunan dari biaya dari Pemerintah Kabupaten Malang. Hanya saja, berapa jumlah biayanya per rumah saya tidak paham,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan bahwa pembangunan rumah warga terdampak gempa bumi itu bersumber dari BTT (Belanja Tidak Terduga) Pemerintah Kabupaten Malang.

“Nilainya mancapai Rp 6,7 Miliyar dari dana BTT,” tuturnya.

Pembangunan rumah warga itu, menurut politisi PDIP itu akan terjadi secara bertahap. Untuk tahap pertama estimasinya sebanyak 14 rumah.

“Yang lain masih sedang tahap verifikasi. Tidak hanya untuk warga Kecamatan Tirtoyudo, tapi Dampit, dan Ampelgading juga,” ujarnya.

Lantas, selama masa verifikasi itu, warga terpaksa harus tinggal di tenda yang tersedia di beberapa titik Kabupaten Malang.

“Ya terpaksa harus tinggal di tenda. Makanya kami (Pemkab) Malang menyediakan tenda khusus,” pungkasnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro

Diterbitkan

,

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro
Petugas di Lesanpuro saat memberi teguran dan mendata pelanggar prokes. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pelaksanaan operasi yustisi Kota Malang tergelar pagi tadi, Sabtu(17/4).

Operasi ini menegakkan disiplin dan penertiban prokes wajib masker di wilayah Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang.

Panit Lantas Polsek Kedungkandang Ipda Dandu Iswanto, memimpin apel persiapan operasi pukul 08.30 WIB. Sementara, pasukan gabungan terdiri dari TNI Polri dan jajaran Pemkot Malang.

Titik operasi adalah di depan kantor Kelurahan Lesanpuro kedungkandang.

Ipda Dandu Iswanto mewakili Kapolsek Kedungkandang. Kemudian, Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto mewakili Danramil.

Lurah Lesanpuro Suwandi hadir bersama SekLur Nico Dadik Prayoga. Termasuk Kasi Trantib Lesanpuro Lilik.

Babinsa Lesanpuro Serda Syamsuri, Bhabinkamtibmas Lesanpuro Aiptu Abdul Hadi dan Satpol PP Kota Malang juga standby di lokasi.

Kabar Lainnya : Sikat HP Teman, Kawanan Remaja Lesanpuro Ditangkap Polisi.

Tim gabungan menyisir pengguna jalan yang melintas di depan Kelurahan Lesanpuro Jalan Ki Ageng Gribig Kecamatan Kedungkandang.

“Kegiatan operasi gabungan ini bertujuan menegakkan disiplin dan menertibkan prokes wajib masker,” ujar Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto.

Petugas memakai sejumlah aturan untuk mendasari operasi. Misalnya Inpres No.6, perda No.2 tahun 2020, Pergub No.53 tahun 2020 dan Perwali No.30 tahun 2020.

Operasi yustisi melakukan penindakan dan pembagian masker kepada masyarakat dan pengendara roda dua dan empat.

Pukul 10.00 WIB, Operasi yustisi dan pembagian masker selesai. Total pelanggaran tidak memakai masker 15 orang dan tidak pakai helem 10 orang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com