Connect with us

Pemerintahan

Kemenpan RB Kritik Layout Mal Pelayanan Publik Kabupaten Malang

Diterbitkan

,

Kemenpan RB Kritik Layout Mal Pelayanan Publik Kabupaten Malang
Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Prof Dr Diah Natalisa MBA bersama Wakil Bupati Malang, Didik Gatot Subroto. (Foto : Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Kemenpan RB memberi kritik membangun untuk Kabupaten Malang. Layout Mal Pelayanan Publik Kabupaten Malang memerlukan perbaikan.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Prof Dr Diah Natalisa MBA membenarkan. Dia menyampaikan masukan usai meninjau Mal Pelayanan Publik Kabupaten Malang.

Peninjauan itu melihat kelayakan Mal Pelayanan Publik Pemkab Malang.

“Tadi kami sudah melihat (Mal Pelayanan Publik). Kami menilai (layanan) sudah layak secara umum. Hanya saja (Pemkab) perlu menambah beberapa hal,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (26/3) di Kepanjen.

Diah mengatakan, Kemenpan RB berharap kritik membangun bisa diterima. Karena, Mal Pelayanan Publik memang harus sesuai dengan ketentuan.

Kemenpan RB juga mengaturnya dalam peraturan Kemenpan RB nomor 23 tahun 2017.

Beberapa tambahan itu, salah satunya adalah layout di dalam Mal Pelayanan Publik tersebut.

“Membicarakan layout penting. Apalagi saat ini di tengah pandemi. Jadi prosedurnya harus tertata secara sederhana. Bagaimana melayani antrean dan pembatasan batas orang dalam sehari,” ujarnya.

Kabar Lainnya : Mal Pelayanan Publik adalah Reformasi Kelembagaan.

Kepala Dinas Subur Hutagalung Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang, mengapresiasi kritikan membangun ini.

Subur mengaku akan memakai hasil evaluasi dari Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB.

“Ya, nanti pasti kita evaluasi bersama Kemenpan RB,” ujarnya.

Tetapi, Mal Pelayanan Publik tersebut belum bisa beroperasi. Subur mengaku masih belum ada lampu hijau.

“Tahapan-tahapannya masih belum bergulir. Tetapi kalau pelayanannya sudah berjalan 1 bulan,” akhirnya.

Kemenpan RB meninjau Mal Pelayanan Publik bersama sejumlah pejabat Pemkab. Misalnya, Didik Gatot Subroto, Wakil Bupati Malang.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

PWI Malang Raya Galang Bantuan Gempa, Fokus Perbaiki Rumah Ibadah

Diterbitkan

,

PWI Malang Raya Galang Bantuan Gempa, Fokus Perbaiki Rumah Ibadah
PWI Malang Raya membuka posko bantuan, terutama untuk perbaikan rumah ibadah di lokasi terdampak gempa. (Foto : PWI Malang Raya)

 

KABARMALANG.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya galang bantuan untuk membantu korban gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi pada Sabtu (10/4) lalu.

Kegiatan penggalangan dana tersebut bertajuk ‘Keep Fighting Kabupaten Malang’. Ini merupakan bentuk kepedulian PWI Malang Raya atas musibah gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Malang.

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono mengatakan, aksi sosial penggalangan bantuan ini untuk meringankan para korban gempa bumi di Kabupaten Malang.

“Kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Kabupaten Malang,” ucapnya, Jumat (16/4).

Menurut Cahyono, penggalan bantuan untuk korban gempa tersebut merupakan rasa kemanusiaan yang timbul secara spontanitas dari para wartawan yang bertugas di wilayah Malang Raya.

Karena mereka juga ikut merasakan derita para korban gempa tersebut. “Penggalangan bantuan itu seyogyanya dalam bentuk barang, bukan uang,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Cahyono, PWI Malang Raya melakukan galang bantuan. Nantinya, PWI akan dapat membenahi Rumah Ibadah yang rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 SR tersebut.

“Berdasarkan hasil musyawarah dengan pengurus PWI Malang Raya, kami sepakat melakukan perbaikan rumah ibadah,” terangnya.

Untuk waktu kegiatannya, tambah Cahyono, dirinya saat ini masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk kesiapan materialnya.

“Untuk waktunya kita masih nunggu, yang jelas dalam waktu dekat ini,” tukasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang (15/4), dampak gempa bermagnitudo 6,1 tersebut menyebabkan 5.924 unit rumah warga mengalami kerusakan.

Sedangkan, untuk bangunan tempat ibadah ada sebanyak 192 unit yang mengalami kerusakan.

Jumlah total kerusakan tersebut tersebar di 29 dari 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Cegah Narkoba, Personel Satpol PP Kota Malang Tes Urine Massal

Diterbitkan

,

Cegah Narkoba, Personel Satpol PP Kota Malang Tes Urine Massal
Suasana pengarahan kepada ratusan personel Satpol PP Kota Malang jelang tes urine massal. (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Para petugas Satpol PP Kota Malang ikuti tes urine  massal di Gedung Bersama Lantai, Mini Block Office, Balai Kota Malang, Jumat (16/4).

Tes urine tersebut adalah program dari Wali Kota Malang, Sutiaji bersama BNN Kota Malang.

Tujuannya untuk mengantisipasi penggunaan narkoba di lingkungan Pemkot Malang, mulai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non ASN.

Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi membenarkan. Dari 274 personel Satpol PP, yang mengikuti tes urine hanya 100 personel saja.

“Jadi personel Satpol PP itu ada 274 ya. Cuma saat ini ketersediaan tes urine kan terbatas, jadi yang menjalani tes saat ini ada sekitar 100 personel,” katanya.

Kabar Lainnya : Mini Block Office Kota Malang Resmi Berdiri.

“Tetapi tadi datang semua (personel Satpol PP) di sana dan dapat penjelasan dan arahan oleh pak wali dan kepala BNN,” sambungnya.

Bagi personel Satpol yang belum melakukan tes urine,  mereka bakal mengikuti kloter berikutnya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Priyadi mengatakan ketika hasil tes urine telah keluar, ia langsung memberikan kepada Wali Kota Malang. Dia mengikuti arahan dari BNN Kota Malang.

Jika ada personelnya yang positif terdeteksi narkoba dari hasil tes urine tersebut, maka Priyadi akan memproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tetapi saat ini kan sifatnya pencegahan. Sehingga jangan sampai terjadi yang sudah-sudah dan semisal ada akan kita bina dulu,” akhirnya.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengiyakan. Satpol PP yang ia pilih pertama kali menjalani tes urine karena tugas mereka langsung turun ke lapangan untuk penertiban masyarakat.

“Mohon maaf, kemungkinan terjelek yang saat ini kita mitigasi dan waspadai. Sehingga harapannya itu mudah-mudahan tidak ada yang positif ya,” ujar Sutiaji, Jumat (16/4).

Dalam agenda tersebut, Sutiaji juga turut serta melakukan tes urine bersama ratusan personel Satpol PP Kota Malang.

“Saya juga termasuk yang di tes tadi. Jadi kita kan masih belum tahu hasilnya juga, nanti akan kita lakukan tindakan-tindakan sesuai prosedur dan akan kita lakukan rehabilitasi juga. Ya semoga saja tidak ada,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dandim 0833 Kota Malang Salurkan Bansos Untuk Korban Gempa

Diterbitkan

,

Dandim 0833 Kota Malang Salurkan Bansos Untuk Korban Gempa
Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona saat mengawasi langsung penyerahan donasi 1 ton beras dan paket sembako di Kecamatan Ampelgading. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona menyampaikan amanah donatur dan dermawan untuk kawasan terdampak gempa.

Dandim menyalurkan bantuan sosial kepada para korban bencana alam gempa di Malang Selatan.

Dia juga mendatangi langsung Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Kamis (15/4).

Dandim merasa prihatin atas bencana luar biasa di Malang itu. Apa lagi, bencana ini sampai memakan korban jiwa.

Belum lagi, ada korban luka-luka hingga kerusakan ribuan bangunan di Kabupaten Malang.

Melalui TNI Peduli Korban Bencana Gempa di Malang, Dandim 0833 menyerahkan bantuan dari para donatur dan dermawan.

Dia menyerahkan sembako bagi korban bencana gempa bumi di Kecamatan Ampel Gading Kabupaten Malang.

Dandim menyerahkan secara simbolis bantuan kepada Dwi S Kasi Kesos Kepemudaan Kecamatan Ampelgading.

Dari sini, Kecamatan Ampelgading akan menyalurkannya kepada korban dampak bencana alam gempa bumi.

Dandim 0833/Kota Malang menyerahkan bantuan berupa 1 ton beras dan 40 dus paket sembako.

“Kami berharap dengan bantuan sembako ini meringankan beban warga terdampak gempa. Semoga bermanfaat,” tutup Ferdian.

Sebelum ini, Kodim memang menjadi pusat posko pengumpulan bantuan untuk korban gempa di Malang selatan.

Malang Tahes Club misalnya, menyerahkan bantuan sebanyak 1 ton beras kepada Kodim, untuk membantu korban gempa.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com