Connect with us

Pemerintahan

Rasa Cinta Kepada Bangsa Indonesia Harus Terpupuk Di Era Digital

Diterbitkan

,

Rasa Cinta Kepada Bangsa Indonesia Harus Terpupuk Di Era Digital
Letkol Arm Ferdian Primadhona saat memberi wawasan kebangsaan di Makodim 0833 Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Rasa cinta kepada bangsa harus tetap terpupuk di era digital. Inilah pesan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Saat memberi wawasan kebangsaan, Ferdian menekankan gagasan tersebut. Menurutnya, kemajuan zaman serba canggih.

Apa lagi, masyarakat mudah mendapat informasi melalui perangkat elektronik. Tetapi, lautan informasi digital berpotensi mempengaruhi sikap masyarakat.

Bahkan dapat mengikis nilai-nilai kebangsaan. “Semoga wasbang ini meningkatkan rasa cinta kepada bangsa. Sekaligus, mengimplementasikan nilai-nilai luhur Pancasila dan UUD 1945,” ujar Ferdian, Selasa di Makodim Kota Malang, Rabu (24/3).

Implementasi nilai luhur Pancasila harus tertuang dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, dapat menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia.

Dandim juga menambahkan, masyarakat Indonesia harus memiliki kepribadian Pancasila. Sekaligus menumbuhkan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.

“Sehingga, terbentuknya fisik, mental, kepribadian dan sifat kesetiakawanan sosial. Ini perlu berlaku di seluruh kalangan masyarakat Indonesia,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Peringatan Hari Santri Nasional di Pemkot Malang.

Karena, tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah menghadapi pengaruh negatif. Dengan rasa cinta kepada bangsa, komponen masyarakat menjadi mandiri.

“Sekaligus peduli, bertanggungjawab dan berpegang teguh pada Pancasila. Serta nilai dan norma bangsa,” tuturnya.

Ferdian juga mendorong bangsa Indonesia bijak dalam memandang segala sesuatu. Terutama yang terkait dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Manfaatkan teknologi tersebut. Namun jangan lupakan jati diri sebagai Indonesia. Yang senantiasa menjunjung tinggi rasa cinta tanah air,” akhirnya.

Jajaran perwira Kodim dan masyarakat menghadiri wasbang ini. Yakni, PNS, tomas, toda, toga, mahasiswa, pelajar, pramuka dan masyarakat.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro

Diterbitkan

,

Wajibkan Masker, Aparat Kedungkandang Tegur Pelanggar Di Lesanpuro
Petugas di Lesanpuro saat memberi teguran dan mendata pelanggar prokes. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pelaksanaan operasi yustisi Kota Malang tergelar pagi tadi, Sabtu(17/4).

Operasi ini menegakkan disiplin dan penertiban prokes wajib masker di wilayah Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang.

Panit Lantas Polsek Kedungkandang Ipda Dandu Iswanto, memimpin apel persiapan operasi pukul 08.30 WIB. Sementara, pasukan gabungan terdiri dari TNI Polri dan jajaran Pemkot Malang.

Titik operasi adalah di depan kantor Kelurahan Lesanpuro kedungkandang.

Ipda Dandu Iswanto mewakili Kapolsek Kedungkandang. Kemudian, Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto mewakili Danramil.

Lurah Lesanpuro Suwandi hadir bersama SekLur Nico Dadik Prayoga. Termasuk Kasi Trantib Lesanpuro Lilik.

Babinsa Lesanpuro Serda Syamsuri, Bhabinkamtibmas Lesanpuro Aiptu Abdul Hadi dan Satpol PP Kota Malang juga standby di lokasi.

Kabar Lainnya : Sikat HP Teman, Kawanan Remaja Lesanpuro Ditangkap Polisi.

Tim gabungan menyisir pengguna jalan yang melintas di depan Kelurahan Lesanpuro Jalan Ki Ageng Gribig Kecamatan Kedungkandang.

“Kegiatan operasi gabungan ini bertujuan menegakkan disiplin dan menertibkan prokes wajib masker,” ujar Bati Bhakti TNI Pelda Sri Purwanto.

Petugas memakai sejumlah aturan untuk mendasari operasi. Misalnya Inpres No.6, perda No.2 tahun 2020, Pergub No.53 tahun 2020 dan Perwali No.30 tahun 2020.

Operasi yustisi melakukan penindakan dan pembagian masker kepada masyarakat dan pengendara roda dua dan empat.

Pukul 10.00 WIB, Operasi yustisi dan pembagian masker selesai. Total pelanggaran tidak memakai masker 15 orang dan tidak pakai helem 10 orang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Sepekan Paska Gempa, Bantuan Di Majang Tengah Dampit Belum Turun

Diterbitkan

,

Sepekan Paska Gempa, Bantuan Di Majang Tengah Dampit Belum Turun
Warga Dusun Majang Tengah Warak saat membersikan material salah satu rumah warga setempa yang ambruk akibat gempa bumi. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Bantuan pemerintah terhadap korban terdampak gempa bumi Malang pekan lalu lambat. Sebagian masyarakat menilai pemerintah lamban.

Karena, hingga saat ini, satu pekan berselang bantuan nyata dari pemerintah, baik pusat maupun daerah belum juga turun.

Sementara selama ini, bantuan seperti sembako dan logistik bangunan mayoritas dari donatur swasta.

“Belum ada bantuan, baik sembako maupun semen untuk perbaikan rumah kami,” ungkap salah satu anggota Pemuda Karang Taruna Perak, Desa Majang Tengah, Agus Sutrisno, Sabtu (17/4).

Kabar Lainnya : BMKG Siapkan Gempa Buatan Simulasi Tsunami.

Walaupun, kebutuhan makan bagi masyarakat yang berada di tenda pengungsian masih aman. Menurut Agus, kebutuhan makan warga tercukupi dari dapur umum PMI Kabupaten Malang, Kementerian Sosial.

“Lalu bagaimana dengan kebutuhan perbaikan rumah kami? Ya kita mencari donatur dari kenalan-kenalan kami,” sambungnya.

“Alhamdulillah cukup kalau untuk perbaikan rumah yang rusak ringan. Nah, untuk warga yang berada di pengungsian ini kasihan,” katanya.

Sementara itu, Sektetaris Desa Majang Tengah, Nurhayati mengatakan bahwa kebutuhan semen yang masuk ke desa memang sudah ada. Hanya saja, mayoritas bersumber dari dermawan donatur swasta.

“Ada ratusan sak semen yang sudah masuk ke kami, dari berbagai donatur, dan sudah kami distribusikan ke dusun-dusun di Desa Majang Tengah yang terdampak gempa bumi,” ujarnya.

Namun, Nurhayati membenarkan bahwa bantuan dari pemerintah secara resmi belum ada.

“Belum ada yang masuk. Kita masih melakukan pendataan,” pungkasnya.

Sebelum ini, jumlah kerusakan akibat gempa bumi di Kabupaten Malang per 16 April 2021 mencapai 6.619 rumah.

Sebanyak 1.491 di antaranya rusak berat, 1.922 rusak ringan, dan 2.306 rusak ringan.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

PWI Malang Raya Galang Bantuan Gempa, Fokus Perbaiki Rumah Ibadah

Diterbitkan

,

PWI Malang Raya Galang Bantuan Gempa, Fokus Perbaiki Rumah Ibadah
PWI Malang Raya membuka posko bantuan, terutama untuk perbaikan rumah ibadah di lokasi terdampak gempa. (Foto : PWI Malang Raya)

 

KABARMALANG.COM – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya galang bantuan untuk membantu korban gempa bermagnitudo 6,1 yang terjadi pada Sabtu (10/4) lalu.

Kegiatan penggalangan dana tersebut bertajuk ‘Keep Fighting Kabupaten Malang’. Ini merupakan bentuk kepedulian PWI Malang Raya atas musibah gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Malang.

Ketua PWI Malang Raya, Cahyono mengatakan, aksi sosial penggalangan bantuan ini untuk meringankan para korban gempa bumi di Kabupaten Malang.

“Kami ingin ikut berpartisipasi membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa di Kabupaten Malang,” ucapnya, Jumat (16/4).

Menurut Cahyono, penggalan bantuan untuk korban gempa tersebut merupakan rasa kemanusiaan yang timbul secara spontanitas dari para wartawan yang bertugas di wilayah Malang Raya.

Karena mereka juga ikut merasakan derita para korban gempa tersebut. “Penggalangan bantuan itu seyogyanya dalam bentuk barang, bukan uang,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Cahyono, PWI Malang Raya melakukan galang bantuan. Nantinya, PWI akan dapat membenahi Rumah Ibadah yang rusak akibat gempa bermagnitudo 6,1 SR tersebut.

“Berdasarkan hasil musyawarah dengan pengurus PWI Malang Raya, kami sepakat melakukan perbaikan rumah ibadah,” terangnya.

Untuk waktu kegiatannya, tambah Cahyono, dirinya saat ini masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk kesiapan materialnya.

“Untuk waktunya kita masih nunggu, yang jelas dalam waktu dekat ini,” tukasnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPBD Kabupaten Malang (15/4), dampak gempa bermagnitudo 6,1 tersebut menyebabkan 5.924 unit rumah warga mengalami kerusakan.

Sedangkan, untuk bangunan tempat ibadah ada sebanyak 192 unit yang mengalami kerusakan.

Jumlah total kerusakan tersebut tersebar di 29 dari 33 kecamatan di wilayah Kabupaten Malang.(fir/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com