Connect with us

Peristiwa

Kebakaran Kota Malang 13 Kejadian, SPBU Terbakar Paling Menonjol

Published

on

Kebakaran Kota Malang 13 Kejadian, SPBU Terbakar Paling Menonjol
Kebakaran di SPBU Buring Kota Malang. Kamis (18/3) lalu. (Foto: Satpol PP Kota Malang for Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Kebakaran Kota Malang mencapai 13 kali di awal 2021. Ini hasil dari catatan UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang.

Tiga belas peristiwa itu, mulai dari kebakaran kecil sampai besar. Yakni, dari bulan Januari hingga pertengahan Maret 2021.

Kepala UPT Damkar Kota Malang M Teguh Budi Wibowo mengamini. Kasus paling menonjol yakni kebakaran di SPBU Buring Kota Malang, Kamis (18/3) lalu.

“Ya mungkin di SPBU itu. Kurang lebih kemarin itu kerugian minimal taksiran ratusan juta. Itu mulai dari kendaraan, pompa pengisian BBM di SPBU,  dan atap dari SPBU,” ujar Teguh kepada wartawan, Minggu (21/3).

Kabar Lainnya : Kerugian Kebakaran SPBU Buring Malang Tembus Hampir 1 Miliar.

Kebakaran di SPBU Buring terbilang cukup membahayakan. Sehingga sedikit merepotkan Damkar Kota Malang dalam evakuasi. Butuh siasat tersendiri.

“Karena pakai air murni, kita harus mempunyai strategi yang khusus. Nggak boleh asal tembak. Karena sumber kebakarannya dari BBM. Kita nggak boleh terlalu jauh ataupun terlalu dekat,” ringkasnya.

Selain di SPBU Buring, dia menyebut lokasi kebakaran lain. Yakni, gudang mebel Jalan Saxophone, Lowokwaru juga parah. Sebab, kerugiannya tembus sekitar Rp 300 Juta.

Akan tetapi, Teguh menuturkan data catatan kebakaran. Peristiwa di triwulan awal 2021 Kota Malang lebih sedikit daripada 2020.

“Triwulan empat pada tahun 2020 sampai triwulan pertama pada tahun 2021 cuaca masih banyak kelembaban. Jadi kemungkinan kebakaran sangat kecil,” bebernya.

Dia menambahkan selama triwulan awal tahun 2021, kejadian kebakaran yang akibatnya bersumber dari listrik cukup jamak.

“Kalau yang mendominasi itu dari listrik ya. Tapi yang kebanyakan listrik bukan di dalam rumah. Listrik milik PLN tapi belum sampai ke sana. Mungkin sambungan di bawahnya itu,” ungkapnya

“Apa mungkin penempatan yang kurang sempurna. Atau karena perubahan cuaca itu juga bisa,” tambahnya.

Insiden kebakaran yang berasal dari listrik memang sulit diprediksi waktu kejadiannya. Apalagi yang di dalam rumah. Sebab, standar instalasi di tiap rumah juga berbeda.

“Makanya sedini mungkin instalasi listrik juga harus kita perhatikan. Mungkin di sambungannya, di saklarnya, di stop kontaknya. Itu kita harus periksa,” jelasnya.

Sehingga, dia mempersilahkan warga untuk memeriksa kabel listrik di plafon rumah. Mungkin saja kabelnya sudah digrogoti tikus.

Sebab, kebakaran di Ciptomulyo beberapa waktu yang lalu, dia melihat banyak kabel listrik yang sudah tak sesuai standar.

“Ada juga misalkan arusnya tinggi tapi pakai kabel yang berserabut tipis. Mereka berpendapat pakai segala kabel bisa mengalirkan listrik,” terangnya.

“Takutnya hujan seperti ini karena kabelnya tidak standar mungkin di tembok ada bocor, kabelnya terkelupas kan nggak terasa ada hubungan arus di situ,” akhirnya.(fat/yds)

Advertisement

Terpopuler