Connect with us

Hukrim

Kunci Masih Nyantol, Satu Mobil Pick Up Raib di Permata Jingga Malang

Diterbitkan

,

Kunci Masih Nyantol, Satu Mobil Pick Up Raib di Permata Jingga Malang
Potongan rekaman CCTV mobil pick up Daihatsu Gran Max nopol N 8540 BH yqng hilang, saat meninggalkan Perum Permata Jingga (Foto: Tangkapan layar).

 

KABARMALANG.COM – Akibat kunci masih nyantol, satu mobil pick up hilang. Yakni pick up Daihatsu Grand Max nopol N 8540 BH.

Mobil itu terparkir di halaman mess karyawan PT Muara Karya. Tepatnya di Perumahan Permata Jingga, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Pelaku sempat terekam CCTV di Pos Satpam Permata Jingga. Dalam potongan video, terlihat pick up putih menerobos penjagaan satpam.

Sebagai info, Permata Jingga menerapkan entry pass. Setiap kendaraan yang masuk mendapat kartu.

Selanjutnya, kendaraan yang keluar wajib menyerahkan kartu itu. Tetapi, kendaraan curian ini nyelonong begitu saja di pos satpam.

Terlihat pick up kabur dari satpam Permata Jingga. Ezra Eldo Supriyanto, 22, seorang saksi mata sekaligus pegawai PT Muara Karya membenarkan.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (11/3) siang. Eldo menceritakan kronologi kejadian.

Mulanya, dia menuju ke mess karyawan di Permata Jingga. Dia akan menukarkan Daihatsu Xenia dengan pick up tersebut.

Lalu dia pun berangkat menuju ke mess karyawan tersebut, Dia sampai di lokasi sekira pukul 14.08 WIB.

“Saya melihat pick up berada di parkiran mess Permata Jingga. Sedangkan pagar mess karyawan dalam kondisi terkunci rapat,” ujar Eld0 kepada wartawan, Jumat (12/3).

“Ternyata semua penghuni mess sedang berada di lapangan. Sehingga mess tersebut kosong, tidak ada orang sama sekali,” ringkasnya.

Saat itu, di atas bak pick up ada mesin genset. Dia berniat menurunkan genset dari pick up. Mobil masih terparkir di mess kawasan Permata Jingga

Karena terlalu berat, dia mencari bantuan. Dia lalu beranjak pergi. Tak berselang lama dia kembali ke mess.

“Saya kembali ke lokasi mess karyawan Permata Jingga. Sekitar pukul 14.32 WIB, kondisi pagar masih tertutup. Namun pick up Daihatsu Grand Max sudah tidak ada,” ujarnya

“Dan setelah saya perhatikan, ternyata gembok pagar juga hilang. Saya langsung berpikir, bahwa ada yang mencuri mobil tersebut,” tambah warga asal Blitar tersebut.

Eldo langsung bergegas menuju pos gerbang keluar masuk Permata Jingga. Dia meminta satpam mengecek rekaman CCTV.

“Dari rekaman CCTV, mobil itu terlihat. Mobil meninggalkan lokasi perumahaan pukul 14.19 WIB. Satpam mengatakan pelaku berjumlah satu orang,” jelasnya.

Kabar Lainnya : Dilawan Sekuriti, Perampok Gagal Satroni ATM Mandiri Kawi.

Satpam juga merinci ciri-ciri pelaku. Yakni beramput cepak, berpostur tinggi, berkulit gelap, memakai kaos hitam dan bermasker.

Eldo menuturkan pelaku mudah melancarkan aksinya. Karena pintu mobil tidak terkunci. Serta kunci kontak mobil masih nyantol.

“Termasuk STNK nya, masih ada di dalam kendaraan. Perumahaan Permata Jingga juga ada entry pass keluar masuk. Nah, kartu entry pass tersebut berada di dalam kendaraan,”  tuturnya.

Setelah kejadian Eldo langsung melapor ke Polsek Lowokwaru. Dia juga telah menyebarkan informasi kehilangan itu di platform media sosial.

“Bagi masyarakat yang melihat pick up nopol N 8540 BH. Kemudian berstiker di kaca depan bertuliskan Jaringan Sibuk. Tolong hentikan atau laporan ke polisi. Karena mobil itu adalah mobil curian,” tutupnya.

Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rokhman mengamini. Dia telah mendapatkan laporan dari korban. Polisi juga sudah olah TKP di Permata Jingga.

“Ya memang benar. Setelah kejadian kami langsung terjunkan personil untuk olah TKP. Saat ini kami masih terus lakukan penyelidikan,” akhirnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Operasi Pekat Polres Malang Ungkap 1896 Kasus, Bekuk 1998 Tersangka

Diterbitkan

,

Operasi Pekat Polres Malang Ungkap 1896 Kasus, Bekuk 1998 Tersangka
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Bara’langi saat konferensi pers hasil operasi Pekat Semeru 2021. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMPolres Malang beserta Polsek jajarannya berhasil mengungkap 1.896 kasus selama 10 hari, yakni mulai 22 Maret hingga 2 April 2021 dalam program operasi Pekat Semeru 2021.

Dari ribuan kasus itu, Polres Malang menangkap 1.998 tersangka, dan 199 di antaranya sudah masuk bui.

“Sedangkan 457 tersangka masuk kasus pidana ringan, dan 291 menjalani pembinaan, di antaranya karena bawah umur,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar dalam rilis Operasi Pekat di markas Polres Malang, Kamis (8/4).

Kabar Lainnya : Amankan 44 Unit Kendaraan, Polres Malang Kota Ungkap Jaringan Curanmor.

Kasus yang berhasil terungkap dalam operasi itu mayoritas adalah kasus premanisme. Jumlahnya mencapai 1.016 kasus.

“Tersangka yang kami amankan dalam kasus itu (premanisme) yaitu sebanyak 1057 tersangka,” tuturnya.

Kabar Lainnya : Walikota Sutiaji Rapatkan Jajaran Untuk Kendalikan Virus Covid-19.

Sedangkan kasus yang lain yakni judi, minuman keras, prostitusi, pornografi, dan narkoba.

“Ratusan barang bukti berhasil kami aman dalam semua kasus ini, seperti kartu remi, sajam, minuman keras, alat perangkat dingdong, serta narkoba jenis sabu dan pil double L,” ringkasnya.

Kabar Lainnya : Vaksinasi Covid-19 Kota Batu Masih Belum Pasti Maret.

Hendri mengklaim, jumlah kasus yang berhasil terungkap dalam operasi pekat itu menduduki peringkat kedua terbanyak setelah Polrestabes Surabaya.

“Atas dasar ini, kami (Polres Malang) mengucapkan terimakasih kepada jajaran Satreskrim, Satreskoba, dan Polsek Jajaran Polres Malang,” akhirnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Razia Gabungan Lapas 1 Malang, Sita Puluhan Barang Terlarang

Diterbitkan

,

Razia Gabungan Lapas 1 Malang, Sita Puluhan Barang Terlarang
Razia gabungan kepada penghuni lapas 1 Malang (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Lapas 1 Malang melaksanakan razia geledah gabungan bersama kepolisian, TNI,  dan BNN, Selasa (6/4) malam. R.B Danang Yudiawan, Kalapas Kelas I Malang membenarkan.

Razia gabungan dan penggeledahan menyasar blok hunian Lapas 1 Malang.

“Sinergitas yang luar biasa, dukungan Pak Dandim, Pak Kapolresta, Kepala BNN, dan Kepala UPT PAS se-Kota Malang,” ujar Danang, Rabu (7/4).

Tim gabungan mulai razia pukul 19.00 WIB. Petugas memburu semua barang atau cairan yang dilarang berada di dalam lapas.

Dari situ para petugas berhasil menyita puluhan barang terlarang. Yakni 6 handphone, 4 charger, dan 13 sajam.

“Lalu 18 sendok, 26 korek api, 1 gas portable, 2 music box, dan 8 set kartu remi,” tambahnya.

Meski demikian, petugas tidak menemukan narkoba saat razia.

Saat razia, tim menuju blok-blok dengan panduan Anggota Lapas. Petugas mendatangi blok tahanan.

Kemudian, petugas razia menyampaikan maksud dan tujuan kepada warga binaan lapas.

Selanjutnya petugas razia mengeluarkan penghuninya dan melakukan penggeledahan.

Agenda razia geledah gabungan tersebut bagian rangkaian menuju hari ulang tahun Pemasyarakatan, pada (27/4) nanti.

“Kita akan terus bersinergi  untuk itu. Terima kasih juga kepada rekan media yang ikut mengontrol kinerja kita,” terangnya.

Danang mengatakan razia gabungan bertujuan agar masyarakat Kota Malang dan para penghuni lapas 1 Malang bisa aman dan terjamin.

“Misi kami agar Lapas 1 Malang zero halinar dan bebas dari cairan yang berbahaya di dalam kamar atau blok hunian,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Dua Polsek Polres Malang Tidak Bisa Lakukan Penyidikan

Diterbitkan

,

Dua Polsek Di Kabupaten Malang Tidak Bisa Lakukan Penyidikan
Wakapolres Malang, Kompol Kompol Himawan Setiawan. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak dua Polsek di wilayah hukum Polres Malang sejak Rabu (1/3) kemarin sudah tidak lagi bisa melakukan penyidikan tindak kejahatan.

Kedua polsek Polres Malang itu yakni Polsek Ngajum dan Pagak. “Itu keputusan Kapolri, turun pada hari Rabu kemarin,” ungkap Wakapolres Malanh, Kompol Himawan Setiawan, Kamis (1/3).

Alasannya, menurut Himawan, karena jumlah laporan polisi (LP) tindak kriminal selama satu tahun tidak lebih dari 10 LP sebagaimana standarisasi Polri.

“Saat ini, kedua Polsek ini hanya menjaga Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat),” imbuh Himawan.

Sementara jika ada tindak kriminal pada dua Polsek itu, maka penanganannya langsung jajaran Polres Malang.

“Untuk mengawasi itu (tindak kriminal), kita tetap menaruh personel tindakan pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) di dua Polsek tersebut,” katanya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan keputusan bahwa tidak semua polsek dapat melakukan penyidikan.

Kabar Lainnya : Kapolri Apresiasi Anggota Polresta Malang Kota Yang Makamkan 70 Jenazah Covid-19.

Hal itu sesuai Keputusan Kapolri Nomor Kep/613/III/2021 tentang Penunjukan Kepolisian Sektor Hanya untuk Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat pada Daerah Tertentu (Tidak Melakukan Penyidikan).

Di Indonesia, terhitung ada 1.062 Polsek yang tidak bisa melakukan penyidikan. Sedangkan di Jawa Timur sebanyak 209 Polsek.

Di antaranya adalah Polsek di wilayah hukum Polres Malang.

Menurut beberapa sumber, setidaknya ada 2 alasan Kapolri mengeluarkan keputusan tidak semua Polsek bisa melakukan penyidikan itu.

Pertama karena banyak Polsek yang berdekatan dengan Polres, sehingga penyidikan lebih baik ditangani Polres. Kedua akibat faktor wilayah yang relatif aman.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com