Connect with us

Pemerintahan

Kondisi Pasar Besar Mengenaskan, DPRD Soroti Rencana Revitalisasi

Diterbitkan

,

Kondisi Pasar Besar Mengenaskan, DPRD Soroti Rencana Revitalisasi
Pasar Besar Kota Malang yang akan direvitalisasi pada tahun 2021 nanti (Foto: Dokumentasi Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Kondisi Pasar Besar Kota Malang mengenaskan. Trio Agus Purwono STP, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang membenarkan.

Dia sepakat bahwa Pasar Besar harus revitalisasi. “Kita sangat sepakat. Karena kondisi pasarnya sudah mengenaskan. Kan gak mungkin seperti itu terus,” tambah katanya kepada Kabarmalang.com, Kamis (11/3).

Memang, kondisi Pasar Besar mengenaskan karena kebakaran 2016 lalu. Sejak itu, belum ada revitalisasi untuk pasar legendaris.

Sehingga, DPRD mendukung revitalisasi Pasar Besar oleh Pemkot. Tetapi, DPRD meminta Pemkot Malang mempersiapkan perencanaan secara matang.

Dan lagi, para pedagang pun menginginkan ada revitalisasi. Supaya, infrastruktur pasar yang baik bisa mendukung pemulihan ekonomi.

“Dari kami, revitalisasi harus terencana dengan baik dan matang,”  ringkasnya.

Trio memberi beberapa catatan sebelum melanjutkan rencana revitalisasi pasar. Pertama, DPRD meminta kejelasan perubahan addendum.

“Kami minta kejelasan perubahan perjanjian kerja samanya,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Malang itu.

Sehingga adendumnya harus clear dan harus sebaik mungkin. Karena dewan juga menuntut itu sebelum revitalisasi.

“Kalau pemerintah yang harus bangun, nanti isinya seperti apa,” lanjutnya.

Kedua, kaitannya dengan perencanaan selanjutnya dan pelibatan pedagang. Trio meminta agar Pemkot Malang mengatur sebaik mungkin. Supaya pedagang juga ikut terlibat dalam revitalisasi.

“Jangan sampai merugikan pedagang walaupun niatnya baik untuk revitalisasi. Misalnya dalam penataan bangunan, konsepnya, dan jumlah pedagangnya. Jangan sampai pedagang luar masuk,” paparnya.

Mulanya, dia mengharap Pemkot Malang mempersiapkan dengan masak. Faktanya, para pedagang akan relokasi saat proses revitalisasi pasar.

Kabar Lainnya : Revitalisasi 3 Pasar Rampung Akhir Bulan.

Biarpun demikian, dia mengaku menyesalkan langkah Pemkot Malang. DPRD tidak terlibat pembahasan rencana kebutuhan anggaran revitalisasi.

“Terus terang kami awalnya sedikit kecewa. Karena kami tahu infonya juga dari luar. Ternyata anggaran revitalisasi Rp 125 Miliar. Sumbernya anggarannya pun jadi bahasan kami,” terangnya.

Trio Agus Purwono STP, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang

“Dulu janjinya pak Wali itu anggarannya bukan dari APBD. Tetapi dari pusat gitu. Tapi kok ini mau dimasukkan APBD. Dengan anggaran Rp 125 Miliar,” keluhnya.

Untuk alasan ini, DPRD perlu tahu konsep revitalisasi. Kemudian, apakah bakal pembangunan single year atau multi years.

Trio mengaku ragu. Karena, anggaran sebesar itu tidak mungkin habis dalam satu tahun.

“Jadi memang harus pikir matang-matang. Supaya revitalisasi berjalan dengan baik,” ucap Sekretaris DPD PKS Kota Malang itu.

Terakhir tapi bukan yang akhir, Trio meminta Pemkot Malang rajin sosialisasi. Wacana revitalisasi harus tersiar kepada para pedagang pasar.

“Kami minta pedagang juga harus jelas. Terus terang pro kontra mesti ada. Semua pasti terjadi,” tuturnya.

Kesimpulannya, Trio mengakui Pasar Besar butuh revitalisasi. Namun demikian, perlu ada perencanaan matang.

“Pasar perlu dibenerin. Cuman yang kita butuhkan persiapan dan perencanaan. Adanya keterbukaan dan pelibatan dari stakeholder yang lain,” akhirnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Tinjau Terdampak Gempa Malang, Ini Arahan Kepala BNPB Doni Monardo

Diterbitkan

,

Doni Monardo bersama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau rumah warga terdampa gempa (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Letnan Jenderal TNI Doni Monardo bersama Forkopimda Jawa Timur dan Forkopimda Kabupaten Malang meninjau wilayah terdampak gempa bumi di Kabupaten Malang, Minggu (11/4/2021).

Tampak kehadiran Doni di Kabupaten Malang didampingi oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta; Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto; Bupati Malang, HM Sanusi; Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar; Dandim 0818, Letkol Inf Yusub Dody Sandra dan pejabat lainnya.

Pada kunjungan di Pendopo Kecamatan Ampelgading, ada sejumlah arahan yang disampaikan jenderal bintang tiga.

“Kita semua harus selalu koordinasi, bukan hanya di Malang tapi di seluruh Indonesia. Dengan cara rapat rutin setiap bulan yang mungkin bisa dipimpin masing-masing kepala daerah dengan melibatkan BMKG yang sudah punya data, informasi dengan menggunakan teknologi. Informasi tersebut bisa dijadikan sebagai masukan bagi Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan diri,” ungkap Doni.

Pria kelahiran Cimahi Jawa Barat menambahkan, gempa bumi di Indonesia khususnya di wilayah Jawa bagian Selatan bakal terus terjadi. Hal ini karena adanya pertemuan lempeng Indo-australia yang diperkirakan mencapai 200 lebih.

“Nah, ini harus terus kita waspada setiap waktu,” tuturnya.

Lantas, ia menghimbau kepada sejumlah masyarakat, apakah tahan gempa atau tidak. Jika tahan maka bisa meletakkan perabotan di rumah yang tidak beresiko roboh saat terjadi gempa.

“Seperti lemari misalnya, letakkanlah ditempat yang tidak bakal mengenai penghuni rumah. Rumah juga harus dipasang penyangga, sehingga jika ada gempa, maka ada ruang untuk berlindung,” tuturnya.

Apabila sebuah rumah tidak tahan gempa, maka Doni memperingatkan agar penghuninya segera segera keluar jika terjadi gempa bumi.

“Yang menyebabkan kematian bukan gempanya. tapi runtuhan bangunannya,” tuturnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak boleh bergantung melalui teknologi, seperti radio dan televisi untuk memantau gempa bumi.

“Tapi kearifan lokal harus dibangun lagi.
misalnya meletakkan kaleng disusun. Sehingga ketika ada getaran, maka kalengnya akan jatuh. Jika seperti itu, maka segera evakuasi mandiri,” pungkasnya.

Untuk korban terdampak gempa bumi di Malang, menurut Doni, BNPB akan membantu dana stimulan kepada sejumlah masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan.

“Bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat, maka akan kami bantu senilai Rp 50 juta, kalau rusak sedang Rp 25 juta, dan jika mengalami rusak ringan maka akan kami beri bantuan senilai Rp 10 juta,” pungkasnya. (imr/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Mensos Risma Blusukan Tinjau Lokasi Gempa Malang

Diterbitkan

,

Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Menteri Sosial Tri Rismaharini blusukan untuk meninjau langsung lokasi terdampak gempa Kabupaten Malang, Minggu (11/4).

Ia datang bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy meninjau bangunan sekolah yang rusak, yakni MAN 2 Turen Malang.

Sekolah tersebut terdampak gempa Malang berkekuatan 6,1 Magnitudo, pada  pukul 14.00 WIB, Sabtu (10/4) kemarin.

Risma, sapaannya membenarkan. Pihaknya pun sudah mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak gempa Malang.

“Sudah kita drop terutama di Kabupaten Malang sebanyak 2 truk (bantuan logistik). Kalau yang kemarin satu truk di Kabupaten Lumajang,” ujar Risma kepada wartawan, Minggu (11/4).

Risma menuturkan saat ini pihaknya sedang menyiapkan lokasi pengungsian bagi korban gempa Malang.

“Karena kita tidak tahu ada gempa susulan atau tidak. Untuk itu, warga yang rumahnya menghawatirkan agar kami ungsikan dulu,” terangnya.

Ia mengatakan warga yang kondisi rumahnya rusak berat pun sudah berkeinginan untuk mengungsi. Rencananya lokasi pengungsian di lapangan sepakbola.

“Nanti kita akan mendirikan tenda dan dapur umum di tempat pengungsian itu.Tadinya ada 13 tempat pengungsian. Tapi akan kita bangun 2 saja,” bebernya.

Selanjutnya, Risma juga memberikan opsi perbaikan untuk rumah warga yang rusak. Misalnya rumah yang kondisinya tidak aman karena berlokasi di lereng.

“Itu sangat menghawatirkan, akan kami carikan lokasi yang aman untuk kemudian kami relokasi. Karena, saya khawatir ada sesuatu (bencana) lagi akan berbahaya,” jelasnya.

Nantinya PUPR yang melakukan perbaikan dan relokasi sesuai dengan bangunan standar gempa.

“Untuk di Lumajang ada 428 unit rumah masuk kategori bahaya. Di Malang masih kami hitung,” akhirnya. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Vaksinasi Batalkan Puasa ? Ini Fatwa MUI

Diterbitkan

,

Ilustrasi vaksinasi lansia di Block Office Kota Malang beberapa waktu yang lalu (Fathi)

 

KABARMALANG.COM – MUI telah mengeluarkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 saat Berpuasa.

MUI memfatwakan bahwa melakukan suntik vaksin saat sedang berpuasa tidak membatalkan puasa.

Berkaitan vaksinasi, lima tahun yang lalu Komisi Fatwa MUI Pusat pun sudah pernah membuat Fatwa Nomor 4 Tahun 2016 tentang Imunisasi.

KH Chamzawi, Wakil Ketua Umum MUI Kota Malang mengamini. Sebab suntik vaksin Covid-19 untuk pengobatan .

“Ya, vaksinasi tidak membatalkan puasa. Jadi yang bisa membatalkan puasa itu kalau suntiknya itu semacam untuk memberi makan,” ujar Chamzawi kepada Kabarmalang.com, Minggu (11/4).

Vaksinasi terkadang memberikan efek samping yakni Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Misalnya rasa pusing, lapar, mual dan lainnya.

Sehingga, Chamzawi menyarankan agar agenda vaksinasi bisa terlaksana pada malam hari di bulan ramadhan.

“Jika dampak atau efek macam itu. Seyogyanya vaksinasi pelaksanaannya pada malam hari. Tapi yang jelas vaksin itu tidak membatalkan puasa,” jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Malang mengabarkan bahwa agenda vaksinasi Covid-19 di Kota Malang tetap terhelat di bulan puasa.

Pelaksanaan vaksinasi di bulan ramadhan tersebut berdasarkan instruksi dari Kemenkes RI.

Vaksinasi Covid-19 di bulan ramadhan masih masuk dalam vaksinasi tahapan dua. Yakni menyasar petugas layanan publik dan lansia. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com