Connect with us

Peristiwa

Korban Meninggal Baiat Pencak Silat UIN Malang Tambah Satu Orang

Diterbitkan

,

Diklat Silat UIN Malang Berujung Maut Tanpa Izin Kampus Dan Polisi
Kampus UIN Maliki Malang. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Korban meninggal baiat pencak silat UIN Malang bertambah. Sebelumnya, Miftah Rizky Pratama, 20, asal Bandung, meninggal di Batu.

Sementara, korban kedua bernama Faisal Lathiful Fakhir. Dia warga Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Sehingga, total ada dua mahasiswa meninggal dalam acara tersebut.

Warek III UIN Malang, Isroqunnajah membenarkan. Tetapi, dua mahasiswa ini tidak meninggal di tempat yang sama.

Kabar Lainnya : Mahasiswa UIN Malang Wafat Saat Ikut Diklat Silat Di Batu.

“Benar, ada dua mahasiswa yang meninggal. Yang Lamongan meninggal di Puskesmas Karangploso. Yang Bandung di RS Karsa Husada Batu,” ujar Gus Is, sapaan akrabnya kepada wartawan, Senin (8/3).

Rizky merupakan mahasiswa UIN Malang jurusan Tadris Matematika. Sementara, Faisal adalah jurusan Hukum Ekonomi Syariah.

Gus Is pun merinci kronologi awal kejadian. Acara ini termasuk penerimaan dan pembaitan anggota baru (PPAB) UKM pencak silat.

Jadwal acara tergelar tanggal 5 Maret. Ada 41 orang peserta yang ikut baiat silat.

“Setelah itu sepakat setelah jumatan kumpul. Kemudian ke salah satu SMK di Karangploso. Kepentingannya bermalam. Di sana doa bersama istigosahan,” ujar Gus Is.

Sabtu (6/3) pagi hari, para peserta baiat silat menuju Batu. Tepatnya, ke kawasan depan Predator Fun Park Junrejo.

Dari situ, peserta baiat silat berjalan kaki menuju Coban Rais. “Almarhum ikut dalam jogging itu. Dengan posisi (jalan) menanjak. Kemudian kelelahan,” terang Gus Is.

Rizky yang asal Bandung, tiba di finish Coban Rais. Tetapi, peserta baiat silat ini kemudian terjatuh.

Sementara, Faisal malah belum sampai Coban Rais. Di tengah jalan, dia mengeluh kelelahan. Sehingga, panitia baiat silat membawanya ke Puskesmas Karangploso.

“(Keduanya) tersengal napasnya. Sudah dapat oksigen. Terlihat sedikit membaik. Tetapi, teman-teman merasa perlu ada pertolongan khusus. Saat di RS, dalam hitungan tidak lama, dokter bilang tidak ada,” terang Gus Is.

Ketua PCNU Kota Malang ini juga membantah spekulasi yang berkembang. Bahwa, dua korban meninggal karena kekerasan baiat silat.

“(Kejadian) ini belum sampai latihan. Murni karena sesak napas,” tegasnya.

Kabar Lainnya : Seleksi Daring Prestasi Mandiri Maba UIN Terkendala Sinyal.

Gus Is juga menyebut, peserta baiat silat juga sudah teridentifikasi. Yang memiliki keluhan kesehatan sudah mendapat tanda.

“Sehingga, semua panitia tahu peserta mana yang ada keluhan. Supaya, pas latihan nantinya, (pelatih) bisa sesuaikan dengan keluhannya,” tandas Gus Is.

Tetapi, belum sempat latihan, dua peserta baiat silat, meninggal. Sehingga, acara ini pun bubar.

Gus Is menegaskan, UIN Malang memiliki SOP untuk kegiatan mahasiswa. Setiap UKM juga harus memiliki pembina dan pelatih.

“Pembina dari kalangan dosen. Sementara pelatih dari expert atau yang direkomendasi,” tambahnya.

Saat ini, Gus Is sedang di Polres Batu. Yaitu untuk menemui Polres Batu. Dia juga akan menjelaskan kronologi kejadian baiat silat ini.

Sementara Kapolres Batu AKBP Catur C Wibowo membenarkan. Polres Batu terlibat dalam penanganan kasus peserta baiat silat meninggal.

Polisi juga melakukan proses penyelidikan atas terjadinya peristiwa itu. “Sedang proses, dan sudah penanganan,” ujarnya terpisah.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Info Terbaru Gempa Malang, 8 Orang Meninggal

Diterbitkan

,

Gempa Di Malang Berkekuatan 6,7 SR, Jatim Ikut Rasakan Getarannya
Laporan BMKG via Twitter terkait gempa di Malang Raya (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Info gempa terbaru di Kabupaten Malang, delapan orang meninggal dunia. BPBD Provinsi jatim melaporkan bahwa jumlah korban meninggal terkonfirmasi delapan orang.

Sebelum ini, Kabarmalang.com melaporkan jumlah korban meninggal ada tujuh. Yaitu, tiga korban di Ampelgading Kabupaten Malang dan empat korban jiwa di Lumajang.

Pada Sabtu (10/4) sekitar pukul 21.00 WIB, BPBD Jatim  memberi info gempa terbaru di Kabupaten Malang, yakni 8 orang meninggal. Ada tambahan satu orang lagi meninggal di Lumajang.

Rinciannya identifikasi korban gempa adalah sebagai berikut. Ada tiga korban jiwa di Ampelgading Kabupaten Malang.

Yakni, Pertama, Munadi, 85 warga RT 12 RW 03 Desa Wirotaman. Kedua, Imam Santoso, 30 warga RT 31 RW 06 Desa Sidorenggo, dan Hariyeh, 80, warga RT 01 RW 01 Desa Tamansari.

Kemudian, dua orang meninggal di perbatasan Lumajang-Malang bernama Ahmad Fadholi dan Sri Yani, warga Tempurrejo Tempursari.

Setelah itu, ada dua orang meninggal di Kabupaten Lumajang tertimpa reruntuhan rumah akibat gempa. Yaitu H Nasar dan Juwanto, warga Kaliuling, Kecamatan Tempursari.

Untuk tambahan satu nama korban jiwa di Lumajang adalah Bonami. Beralamat di Blok Halimo, Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari.
Kondisi meninggal tertimpa reruntuhan bangunan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan membenarkan. Korban jiwa di Kabupaten Malang ada tiga orang.

“Kalau korban luka-luka sepertinya berkembang lagi (datanya). Kalau yang meninggal dunia semoga cukup di tiga itu ya,” ujar Sadono, Minggu (11/4).

Ia menambahkan, sementara ini korban luka-luka di Kabupaten Malang ada 8 orang. Saat ini mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, Kabarmalang.com mengabarkan bahwa gempa berkekuatan 6,1 M itu tidak berpotensi tsunami. Hampir sebagian wilayah di Provinsi Jawa Timur merasakan guncangan gempa tersebut.

Gempa tersebut berpusat  di Samudra Hindia. Tepatnya, 90 kilometer dari sisi selatan pesisir Kabupaten Malang. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Gempa Bumi Dahsyat Rusak 5 Bangunan di Kota Malang

Diterbitkan

,

Rumah milik Slamet di Bandulan yang rusak akibat gempa bumi Malang (BPBD Kota Malang for Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – Gempa dahsyat berkekuatan  6,1 magnitudo merusak lima bangunan di Kota Malang, Sabtu (10/4) siang kemarin.

Cornellia Selvyana Ayoe, Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang membenarkan.

Gempa bumi pada pukul 14.00 WIB  tersebut merusak satu bangunan rusunawa dan empat rumah milik warga.

“Pertama, ada kerusakan ringan di Rusunawa Buring 2, lokasinya dekat SMPN 10 Kota Malang. Di rusunawa itu dinding lantai limanya mengalami keretakan sepanjang 2,5 meter,” ujar Selvy sapaannya, Minggu (11/4).

Selanjutnya, dinding lantai empat rusunawa juga mengalami keretakan sepanjang kurang lebih 2,5 meter.

“Bagian dapur rumah milik Sudarmaji di lantai 4 mengalami keretakan sepanjang 2,5m. Lalu dinding lantai 1 dekat tangga mengalami keretakan sepanjang 1,5 meter,” bebernya.

Kemudin rumah milik Hari Kriswan di Jalan Bandulan mengalami kerusakan ringan. Yakni tanah bagian dapur ambles dan dinding bagian dapur mengalami keretakan sepanjang 2,5 meter

Lalu, yang ketiga ada rumah milik  Slamet di Jalan Bandulan Gang II mengalami rusak sedang. Yakni ambrol pada bagian plengsengan.

“Sehingga, plengsengan ambrol itu kemudian merembet ke dinding kamar bagian depan. Akan tetapi rumah dalam kondisi kosong, penghuninya sudah gak tinggal di situ sejak 4 bulan lalu,” jelasnya.

Keempat, rumah milik Afandi Kusuma  di Jalan Raya Bandulan alami rusak sedang juga. Yakni Kuda-kuda bangunan ruko sudah mengalami retak dan tembok ruko ikut ambrol.

“Sehingga barang-barang bekas tertimbun puing-puing dinding dan pompa air tidak dapat berfungsi lagi,” terangnya.

Terakhir, rumah milik Daryudi Yanto  di Jalan Bandulan Baru. Dinding pembatas teras dan dapur retak. Sehingga, reruntuhan material bangunan menimpa peralatan dapur dan makan.

Selvy menuturkan bahwa dalam insiden gempa di lima bangunan itu tidak memakan korban jiwa. Hanya saja ada kerugian materi, totalnya sekitar Rp 28 Juta.

Sebelumnya, menurut laporan BMKG, gempa berkekuatan 6,1 M itu tidak berpotensi tsunami. Hampir sebagian wilayah di Provinsi Jawa Timur merasakan guncangan gempa tersebut.

Gempa tersebut berpusat  di Samudra Hindia. Tepatnya, 90 kilometer dari sisi selatan pesisir Kabupaten Malang. (fat/fir)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Info Gempa Terbaru Malang, Tujuh Orang Meninggal, Laporan BNPB

Diterbitkan

,

Info Gempa Terbaru Malang, Tujuh Orang Meninggal, Laporan BNPB
Korban meninggal tertimpa batu di perbatasan Lumajang-Malang, Sabtu (10/4). (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Info gempa terbaru di Kabupaten Malang, tujuh orang meninggal dunia. BNPB melaporkan bahwa jumlah korban meninggal terkonfirmasi 7 orang.

Sebelum ini, Kabarmalang.com melaporkan jumlah korban meninggal ada empat. Yaitu, tiga korban di Ampelgading Kabupaten Malang dan satu korban jiwa di Lumajang.

Sekitar pukul 20.00 WIB, BNPB memberi info gempa terbaru di Kabupaten Malang, 7 orang meninggal.

Kemudian, informasi terbaru, identifikasi korban gempa adalah sebagai berikut.

Pertama, Munadi, 85 warga RT 12 RW 03 Desa Wirotaman. Kedua, Imam Santoso, 30 warga RT 31 RW 06 Desa Sidorenggo, dan Hariyeh, 80, warga RT 01 RW 01 Desa Tamansari.

Tiga korban gempa ini berada di Ampelgading.  Kemudian, dua orang meninggal di perbatasan Lumajang-Malang bernama Ahmad Fadholi dan Sri Yani, warga Tempurrejo Tempursari.

Setelah itu, ada dua orang meninggal di Kabupaten Lumajang tertimpa reruntuhan rumah akibat gempa. Yaitu H Nasar dan Juwanto, warga Kaliuling, Kecamatan Tempursari.

Saat ini, BPBD maupun BNPB masih berada di lokasi gempa. Petugas terus memonitor lokasi bencana.

Atas kejadian ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka yang mendalam.

Karena, sejauh ini, sejumlah daerah kabupaten kota yang terdampak. Dan hingga petang ini, ada korban meninggal baik di Lumajang maupun di Kabupaten Malang.

“Ada warga yang meninggal dunia dari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang maupun Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang,” ujar Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam siaran pers, Sabtu malam (10/4).

“Korban tertimpa longsoran saat gempa terjadi. Dan ada lagi yang menuju Rumah Sakit dalam kondisi terluka,” kata Khofifah.

Sebelum ini, Kabarmalang.com mengabarkan ada empat korban luka, tiga di Malang dan satu di Lumajang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107
Advertisement Iklan Ucapan HUT Kota Malang Ke 107

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com