Connect with us

Pemerintahan

Ibu Rumah Tangga di Pagelaran Pelatih UMKM Kepercayaan Kementan

Published

on

Ibu Rumah Tangga di Pagelaran Pelatih UMKM Kepercayaan Kementan
Endang Tri Pujiastuti, 54, warga Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran saat menunjukkan salah satu makanan olahan miliknya. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Ibu rumah tangga bernama Endang Tri Pujiastuti, 54 sukses. Dia serius menggeluti usaha pengolahan makanan ringan.

Warga Desa Suwaru, Pagelaran itu sukses usaha jajanan oleh-oleh. Bahkan, keseriusannya mengelola jajanan ringan itu mendapat apresiasi.

Dia menjadi kepercayaan Kementan RI untuk pelatihan mengolah pangan. Yakni, Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya P4S Kementan.

“Banyak yang datang ke sini belajar mengolah makanan ringan. Baik itu masyarakat umum maupun kedinasan,” ungkapnya, Kamis (4/3).

Kabar Lainnya : Tanam Ganja di Kost, Mahasiswa Asal Lamongan Ditangkap Polisi.

Ibu rumah tangga ini mengolah buah-buahan di sekitarnya. Yakni salak dan pisang.

Dia menceritakan, usaha itu warisan kedua orang tuanya. Yakni Sugeng Setyowadi dan Setiti Andrian.

“Tahun 2011, bapak mempercayai saya menjadi pelatih P4S,” katanya.

Dia pun merinci teknik mengolah buah-buahan itu. Tiap buah, memiliki metode pengolahan sendiri.

“Salak kita jadikan dodol. Untuk pisang kita jadikan pisang dengan aneka rasa,” tuturnya.

Kini produk hasilnya mengolah sudah terjual ke berbagai daerah. Dia juga memiliki distributor yang tersebar di Malang Raya.

Ibu rumah tangga ini berbagi tips untuk calon pengusaha. Da berpesan agar siapapun tidak ragu dalam memulai usaha.

Kuncinya adalah kemauan, kreativitas mengolah dan memaksimalkan kualitas produk.

“Tidak perlu ide usaha yang muluk-muluk. Carilah komoditas usaha yang murah tetapi jarang tersentuh oleh orang lain,” katanya.

Dia mencontohkan biji salak. Bagi kebanyakan orang, biji salak tidak berfungsi.

“Tetapi saya menemukan biji salak bisa menurunkan kolesterol. Bisa juga untuk asam urat, dan tekanan darah. Itu hasil penelitian mahasiswa,” ujarnya.

“Akhirnya saya mengolah biji salak, tumbuk sampai halus. Kemudian saya jual seperti bubuk kopi. Puji Tuhan, peminatnya banyak, dan terbukti ampuh,” pungkasnya.(im/yds)

Advertisement

Terpopuler