Connect with us

COVID-19

Kemensos RI Hentikan Santunan Ahli Waris Korban Covid-19

Diterbitkan

,

Kemensos RI Hentikan Santunan Ahli Waris Korban Covid-19
Peny Indriani, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kemensos RI menggulirkan kebijakan baru pada 2021. Tri Rismaharini meniadakan rekomendasi santunan ahli waris korban meninggal covid-19.

Kebijakan itu berdasarkan SE Kemensos RI 18 Februari 2021. SE itu menyampaikan dua poin penjelasan yang mendasari kebijakan.

Pertama, tidak tersedia alokasi anggaran santunan korban meninggal covid-19. Sehingga, tidak ada santunan ahli waris dari pemerintah pusat.

Kabar Lainnya : Cekcok Tanah Warisan, Warga Wirotaman Adukan Keponakannya ke Kepala Desa.

Akibatnya, rekomendasi usulan Dinsos Provinsi/Kab/Kota sebelumnya teranulir.

Kedua, setiap Kadinsos Provinsi bisa menyiarkannya kepada Kadinsos Kabupaten/Kota. Sehingga, Kadinsos tidak mengirim rekomendasi lagi kepada Kemensos RI.

Penny Indriani, Kadinsos-P3AP2KB Kota Malang mengiyakan. Dia turut angkat suara terkait regulasi terbaru itu.

“Kalau sudah ada edaran itu sudah nggak bisa cair. Sepertinya begitu (sudah pasti tidak dapat cair),” kata Peny kepada wartawan, Minggu (21/2).

Sebelumnya, Kemensos RI memberi santunan sebesar Rp 15 juta. Penerimanya ahli waris korban meninggal akibat covid-19.

“Memang dari awal ada surat dari kementerian. Bahwa ahli waris korban covid-19 bakal dapat santunan. Tentu dengan syarat-syarat yang berlaku,” terang Kadinsos Kota Malang.

“Tahapan pengajuannya kita edarkan ke kecamatan. Setelah itu kalau memenuhi syarat itu, usul ke kita. Dari kita ke provinsi. Kalau kita sudah terseleksi pasti provinsi mengusulkan,” lanjutnya.

Jika lolos seleksi, dana santunan masuk rekening ahli waris. Sehingga, dana tidak lewat Kadinsos Provinsi atau Kota/Kabupaten.

“Kalau cair itu langsung masuk ke rekening ahli warisnya. Jadi kita cuma mengusulkan. Dananya dari kementerian langsung masuk ke rekening ahli waris,” terangnya.

Peny sendiri cukup menyayangkan regulasi tersebut. Sebab, sejumlah ahli waris telah mengajukan persyaratan untuk bantuan.

“Padahal mereka sudah menunggu, semua berharap. Kasihan yang sudah terlanjur berharap. Semua tidak dapat,” tutup Kadinsos Kota Malang.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Operasi Yustisi Kota Malang, Ingatkan Jangan Bermasker Di Bawah Dagu

Diterbitkan

,

Operasi Yustisi Kota Malang, Ingatkan Jangan Bermasker Di Bawah Dagu
Petugas gabungan Kota Malang menegur pelanggar prokes masker di Jalan Raya Ciputra. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Operasi yustisi Kota Malang terus mengingatkan warga agar tertib protokol kesehatan yang benar.

Sabtu (12/6), operasi yustisi gabungan di wilayah Kedungkandang, kembali mengimbau pengguna jalan untuk bermasker yang benar.

Babinsa Buring, Pelda Legimin dan Sertu Gatot M membenarkan. “Kami mendapati pelanggar mengenakan masker. Tetapi, cuma sampai di bawah dagu, tidak sampai menutup hidung dan mulut,” ujar Legimin.

Karena itu, operasi yustisi tidak sekadar mengingatkan warga untuk bermasker. Tetapi, juga mendorong pelaksanaan prokes yang tepat.

“Walau pakai masker tetapi kalau di dagu saja, hidung dan mulut tetap terbuka. Risiko virus masuk jadi lebih besar,” sambungnya.

Dalam operasi, petugas berjaga di kawasan Jalan Raya Ciputra untuk mengawasi pengendara. Alhasil, ada lima pengendara yang terjaring operasi satu jam.

“Kami temukan lima pelanggar. Itu termasuk yang tidak pakai masker sama sekali,” ringkasnya.

Para pelanggar ini juga harus menerima sanksi sosial. Berupa, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta melafalkan Pancasila.

“Setelah menjalani sanksi, pelanggar mendapatkan masker gratis dari petugas. Masker itu juga menjadi pengingat, bahwa harus tertib prokes yang benar ketika di luar rumah,” akhirnya.

Dalam operasi, hadir para petugas gabungan dari Polsek Kedungkandang, Koramil Kedungkandang, Satpol PP Kota Malang, Babinsa-Babinkamtibmas Buring, Tramtib Kelurahan Buring serta Linmas setempat.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Petugas Hentikan Truk Dan Motor Di Arjowinangun, Cek Ketaatan Prokes

Diterbitkan

,

Petugas Hentikan Truk Dan Motor Di Arjowinangun, Cek Ketaatan Prokes
Petugas gabungan ketika menghentikan truk di depan kantor Kelurahan Arjowinangun. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Tim operasi gabungan di Arjowinangun Kedungkandang menghentikan sejumlah truk dan kendaraan roda dua, Jumat (11/6).

Petugas menghentikan sejumlah kendaraan untuk mengecek ketertiban dan ketaatan terhadap protokol kesehatan.

Babinsa Arjowinangun, Serma Hadi Sutoyo bersama Sertu Subiantoro, membenarkan. “Ini merupakan bagian dari operasi yustisi di wilayah Arjowinangun Kedungkandang,” ujarnya di depan kantor Kelurahan Arjowinangun.

Setelah menghentikan kendaraan, para petugas mulai mengecek kelengkapan prokes. Jika ada pelanggaran, maka petugas akan memberi teguran dan pendataan.

Alhasil, dalam satu jam operasi saja, petugas mendapati ada 13 pengendara, baik roda empat maupun roda dua, melanggar prokes.

“13 tidak memakai masker, sementara 4 kedapatan tidak memakai helm,” sambungnya.

Saat menegur dan mengimbau untuk taat bermasker, petugas juga memberi sosialisasi 3M. Dengan harapan, mereka tidak mengulangi lagi kesalahannya melanggar aturan prokes.

Dalam operasi ini, hadir sejumlah petugas setempat. Antara lain Seklur Arjowinangun Mahfud, Kanit Sabhara Kedungkandang Ipda Yulianto, Babinkamtibmas Aipda Totok Supriyadi dan Babinsa.

Hadir pula 8 anggota Polsek Kedungkandang, 6 anggota Satpol PP Kota Malang, BPBD dan staf kelurahan Arjowinangun.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Ojol Kena Operasi Masker Di Jalan Raya Terusan Dieng Kota Malang

Diterbitkan

,

Ojol Kena Operasi Masker Di Jalan Raya Terusan Dieng Kota Malang
Petugas gabungan Sukun saat menegur dan mengimbau ojol untuk taat dan tertib bermasker. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Ojek online (ojol) kena operasi masker petugas gabungan di Jalan Raya Terusan Dieng, Sukun Kota Malang, Jumat (11/6).

Operasi gabungan ini terjadi dalam rangka penegakan PPKM mikro. Ojol tersebut kena operasi masker sekitar pukul 08.00 WIB.

Serma Hariyanto, Anggota Koramil Sukun membenarkan. “Dalam operasi masker, kami mendapati ada pengendara ojol yang tidak tertib masker. Sehingga, kami tegur dan imbau,” ujar Hariyanto.

Para petugas gabungan dari Polsek dan Koramil Sukun, Kecamatan Sukun serta Kelurahan Pisangcandi, turut memberi sosialisasi soal 3M.

Supaya, para pengendara ojol ini selalu tertib bermasker di luar rumah. Apa lagi, mereka adalah garda depan pelayanan jasa belanja online.

Sehingga, keamanan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan wajib terlaksana. “Kami tegaskan agar semua warga, tidak terbatas dari ojol saja, harus bermasker ketika di luar rumah,” ringkasnya.

Dia menegaskan, masker bukan hanya untuk diri sendiri. Tetapi, ada orang lain yang juga akan merugi bila tidak tertib bermasker.

Dalam operasi sendiri, hadir Kasi Trantib Kecamatan Sukun, Dwi Dodik. Kemudian, Kelurahan Pisangcandi dengan Kasi Trantib Rudi Hartanto, beserta 3 orang anggota.

Selanjutnya, anggota Polsek Sukun, Koramil Sukun dan Kesbangpol.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com