Connect with us

Olahraga

Hendro Siswanto Undur Dari Arema, Sempatkan Fun Game Perpisahan

Diterbitkan

,

Hendro Siswanto Undur Dari Arema, Sempatkan Fun Game Perpisahan
Hendro Siswanto (nomor 13) bersama para pemain nasional dan pengusaha fun game di Unggul Sport Center Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gelandang Hendro Siswanto undur dari Arema FC. Dia menyatakan berhenti sebagai pemain sepakbola klub berjuluk Singo Edan.

Pernyataan itu sudah tersiar ke publik lewat Instagramnya. “9 tahun yang sangat sangat luar biasa bisa bersama Arema. Berat rasanya meninggalkan klub yang sudah saya bela dari 9 tahun yang lalu,” ujar Hendro di @hendro12siswanto.

Dia berterima kasih kepada manajemen Arema dan para pemainnya. Menurut Hendro, mereka sudah seperti saudara dan teman seperjuangan.

Begitu juga, Hendro berterima kasih kepada supporter. Karena, setia mendukung dalam susah atau senang. Dalam tawa atau tangis.

Hendro sudah menerima semua cacian atau pujian dari suporter. Menurutnya, itu bentuk kecintaan supporter terhadap Hendro dan Arema.

Sehingga, dia berterima kasih dan memohon maaf kepada supporter. Sekarang, Hendro sudah menjadi pemain Borneo FC.

Tetapi, Selasa malam (16/2), Hendro menyempatkan perpisahan dengan teman-temannya.

Antara lain Arif Suyono, Ahmad Bustomi, Jefri Kurniawan dan Edy Gunawan. Lalu beberapa pemain Arema seperti Titan Fawwazi, Jayus Hariono, Teguh Amiruddin, Dedik Setiawan dan Andriyas Francisco.

Selain itu, ada pemain dari Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya. Yakni Rendy Irwan, Oktafianus Fernando, Angga Saputro, Ahmad Nur Hardianto, Fandy Eko Utomo, dan Bagus Nirwanto.

Baca Juga : Pengusaha Gibol Gelar Fun Game di Batu, Hadirkan Pemain Profesional.

M Yusuf Andre, pengusaha asal Mojokerto, menghelat perpisahan itu. Dia mengumpulkan sejumlah pemain nasional.

Kemudian, Rabu malam, dia menggelar fun game. Yusuf menyebut segenap rekan pesepakbola mendukung Hendro.

“Tajuknya bukan perpisahan. Karena kebetulan saja janjian dengan Hendro. Sekalian memberi motivasi untuk karirnya,” ujar Yusuf di Abe Stadium, Unggul Sports Center, Kota Malang.

Hendro sendiri terlihat seperti biasanya. Dia juga tidak bersikap berbeda.

Sesekali dia bercanda ketika break saat main bola bersama. Hendro pun mengaku tidak akan melupakan Malang.

Dia akan sering bersilaturahmi dengan rekan-rekannya di Malang dan Jatim.

“Kalau nanti libur dan pulang ke Malang juga pasti main bola lagi bareng mereka (pemain asal Jatim),” jelasnya.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Olahraga

Peselancar Usia 10 Tahun Asal Tirtoyudo, Jadi Anak Asuh ‘Londo’

Diterbitkan

,

Peselancar Usia 10 Tahun Asal Tirtoyudo, Jadi Anak Asuh 'Londo'
Sofia Yunita saat berselancar di pantai Wedi Awu. (Foto: Instagram @ofiawalang)

 

KABARMALANG.COM – Gadis usia 10 tahun, Sofia Yunita, siswi SDN III Purwodadi, Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang menjadi peselancar.

Siswi kelas IV Sekolah Dasar itu sudah jago menaklukkan ombak lautan dengan kelihaiannya berselancar.

“Kita semua turut bangga atas kiprah Sofia Yunita, Kebetulan juga murid saya kelas IV di SDN 03 Purwodadi. Kami bisa bilang ia adalah surfer girl cilik perempuan satu-satunya di Kabupaten Malang,” tutur Pengajar SDN III Purwodadi, Mukhlis, Sabtu (24/4).

Atas kepandaiannya bermain surfing itu, peselancar usia 10 tahun ini turut berkontribusi di acara Kartini Go Surf.

Sofia juga sudah tampil di event surfing di Bali awal tahun 2021 lalu. Ia kini tergabung di PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia) Kabupaten Malang.

Selain surfing, putri bungsu Gito itu juga kuat berlari. Pada kelas 2 SD ia pernah meraih juara ke-2 lari maraton 1000 kaki se-Kecamatan Tirtoyudo.

Menurut Mukhlis, Sofia mulai tertarik belajar surfing sejak tujuh tahun lalu. Sofia bersama keluarganya pindah dari Puger, Jember ke Desa Purwodadi, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang tahun 2015 lalu.

“Waktu itu ia (Sofia) masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanak (TK),” ujarnya.

Kabar Lainnya : Guru Tirtoyudo Rela Privat Siswa Tanpa Smartphone.

Saat ini, selain sekolah daring akibat pandemi Covid-19, sehari-harinya ia surfing ketika ombak bagus di pantai Wedi Awu dan Lenggoksono.

Menariknya, kepandaian surfing Sofia kemudian memikat salah seorang wisata mancanegara asal Norwegia bernama Mr Geir Petersbog. Geir bahkan menjadikannya anak asuh.

“Mr Geir membiayai sekolah Sofia sekarang dan sampai kuliah nanti,” ujarnya.

Turis itu terpincut jadi orang tua asuh Sofia ketika ia berkunjung ke pantai Wedi Awu. Dia juga sempat makan sekaligus berbincang-bincang langsung dengan Sofia.

“Jadi awalnya, dulu ia itu tamu saya. Lalu dia saya ajak makan di rumah Sofia. Lalu cerita dan ngobrol ngalor-ngidul. Hingga akhirnya Mr Geir itu tadi tertarik menjadi ortu angkat serta memberi biaya sekolah Sofia,” ringkasnya.

Alhasil, terhitung sejak tahun 2015 Geir rutin kirim uang untuk Sofia untuk biaya sekolah dan membeli peralatan surfing untuk Sofia.

Terakhir, Mukhlis berharap pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap bakat Sofia di bidang olahraga lari maupun surfing.

“Untuk olahraga lari seandainya ada tindak lanjut sangat bagus baginya. Karena nafasnya bagus dan kuat karena olahraga renang serta surfing,” urainya.

“Harapannya ada pembinaan pemerintah, dari dinas pemuda dan olahraga supaya bakatnya di usia yang masih muda tidak terbuang sia-sia,” akhirnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Pencak Silat Kota Malang Diminta Aktif Jaga Lingkungan Kondusif

Diterbitkan

,

Pencak Silat Kota Malang Diminta Aktif Jaga Kondusivitas Daerah
Suasana silaturahmi Forpimda dengan perguruan-perguruan pencak silat Kota Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pencak silat Kota Malang bersilaturahmi dengan Forkopimda Kota Malang, Jumat sore (23/4). Silaturahmi terlaksana di Aula Sanika Setyawada Polresta Malang Kota.

Sambung rasa Forkopimda dan pencak silat Kota Malang ingin menciptakan situasi kondusif di wilayah Kota Malang.

AKBP Barkah Jayadi, Kasat Binmas Polresta Malang Kota memimpin pertemuan ini dengan jumlah peserta 50 orang.

Kabar Lainnya : Mabuk Saat Ramadan, Sekelompok Orang Asal Malang Keroyok Tentara.

Perwakilan Forpimda Kota Malang, antara lain Mayor Arm Chairul Effendy, Kasdim 0833/Kota Malang, Wanedi Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Rinawati Kepala Bakesbangpol Kota Malang.

Sementara, sejumlah perwakilan perguruan pencak silat Kota Malang hadir dalam pertemuan ini. Kasat Binmas mengatakan acara tersebut menyatukan para pendekar untuk kedamaian di bulan puasa.

“Ini tempat menyatukan persepsi antar pendekar di Kota Malang. Dengan adanya acara ini dapat menyatukan antar pendekar silat di Kota Malang,” tandasnya.

Kabar Lainnya : Wanita Muda Meninggal Tertutup Tikar, Diduga Dibunuh.

Sementara, Kepala Bakesbangpol Kota Malang Rinawati menegaskan pentingnya perguruan silat mengingat tujuan awal berdiri.

“Tujuan terbentuknya perguruan silat pasti sangat baik. Tetapi, setiap perguruan silat harus melaporkan keberadaannya dan struktur organisasinya di Kesbangpol Kota Malang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan perguruan silat dapat ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan, keutuhan, saling menghargai antar perguruan silat dan kondusifitas Kota Malang.

Apabila ada perbedaan, Rinawati berharap keluarga besar pencak silat bisa menyelesaikannya dengan kekeluargaan, bukan dengan kekerasan.

Kabar Lainnya : Kasus Dugaan Pembunuhan Wanita Muda, Polres Malang Periksa 3 Saksi.

Kasdim 0833/Kota Malang, Mayor Arm Chairul Effendy pun sepakat. Dia sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Dia berharap agar setiap perguruan silat tidak membawa ego masing-masing dalam menjalin silaturahmi.

“Setiap perguruan silat di Kota Malang pun wajib ikut membantu menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan,” ringkasnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Olahraga

Prokes Piala Menpora Diapresiasi Jokowi, Arema FC : Ini Sinyal Positif

Diterbitkan

,

Prokes Piala Menpora Diapresiasi Jokowi, Arema FC : Ini Sinyal Positif
Wakil Ketua PSSI Iwan Budianto dan Menteri PMK Muhadjir Effendi di Stadion Kanjuruhan dalam Piala Menpora 2021. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMArema FC memberikan respon terkait apresiasi Presiden RI Jokowi terhadap prokes penyelenggaraan Piala Menpora 2021.

Arema FC menganggap ini sinyal positif untuk kelanjutan sepakbola Indonesia ke depan.

“Arema FC mengapresiasi respon Presiden RI untuk segera menggelar kompetisi liga 1 dan liga 2. Karena, Piala Menpora sukses menjalankan prokes ketat,” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji, Kamis (15/4) kepada Kabarmalang.com.

Arema FC menyambut antusias respon Jokowi. Sehingga, Singo Edan siap lebih meningkatkan kualitas kepatuhan terhadap prokes dalam akvititas kompetisi sepakbola yang akan datang.

Arema FC sendiri tidak hanya terlibat sebagai peserta, tetapi juga termasuk penyelenggara.

Kendati timnya harus menepi sejak babak penyisihan, namun panpel Arema FC mendapat kepercayaan menyelenggarakan pertandingan sepakbola.

Yakni mulai babak penyisihan hingga babak perempat final di Stadion Kanjuruhan.

Kabar Lainnya : Rektor UT Minta Maaf Server Ujian Down.

Sudarmaji melanjutkan, sosialisasi prokes harus terlaksana kepada pecinta sepakbola untuk mewujudkan akses penonton di pertandingan.

“Kini, perlu berpikir bersama serta sosialisasi kepada khlayak pecinta bola yakni bagaimana memudahkan dan meluaskan akses menonton sepakbola Misalnya, memperkuat ajakan mendukung dari rumah,” paparnya.

Suksesnya penyelenggaraan Piala Menpora 2021 dalam hal penerapan prokes membuka pintu gerbang pelaksanaan kompetisi baik Liga 1 dan Liga 2.

Stakeholder sepakbola harus menanggapi cepat apresiasi Presiden RI untuk segera menyusun kompetisi.

“Jika memang Juni, kompetisi resmi tergelar, maka perlu berpikir tentang konsep kompetisi ke depan,” sambungnya.

“Utamanya dalam melaksanakan kepatuhan prokes yang tidak lagi seremonial dan formalitas belaka. Namun sudah menjadi kebiasaan hidup baru dalam kompetisi sepakbola,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com