Connect with us

Olahraga

Arema FC : Dapur Pekerja Bola Terancam

Published

on

Screenshot 2020 10 15 07 56 58 16
Kitman tim Arema FC saat bersama pemain Hanif Sjahbandi. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Arema FC berharap pemerintah memahami situasi klub sepak bola. Tanpa liga, ofisial klub bakal termatikan ekonominya.

Kitman, masseur, penjaga mess, karyawan kantor, dapurnya terkatung-katung. Karena klub tak ada pemasukan, dapur mereka terancam.

Manajemen Singo Edan tidak berharap besar. Minimal, ada alternatif pendapatan bagi ofisial.

“Minimal ada solusi alternatif. Agar, dapur pekerja sepak bola terus mengepul,” ujar Sudarmaji, Media Officer Arema FC, kepada Kabarmalang.com, Kamis (14/10).

Situasi saat ini memang mematikan pekerja bola. Mereka semua harus kehilangan pendapatan utamanya.

Apalagi, start liga tak kunjung disepakati. PSSI dan PT LIB setuju. Eh, Polri yang menolak memberi izin pengamanan.

Arema FC tidak mau terlibat pusaran konflik itu. Singo Edan manut apa kata federasi sebagai induk.

Tapi, Arema tetap berpegang pada aturan. Dengan harapan, liga berjalan. Lalu, pekerja bola kembali memperoleh penghasilan.

Sehingga, tak sampai merepotkan negara. “Jangan sampai ini jadi beban negara. Sedangkan, perusahaan dan pemilik klub sudah beritikad baik,” ujar Sudarmaji.

“Klub sangat bisa menerima dan menjalankan arahan protokol kesehatan. Serta, menerima sanksi andai ada pelanggaran,” imbuhnya.

“Kami masih sangat percaya, negara punya solusi alternatifnya,” tutup Sudarmaji.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler