Connect with us

Peristiwa

Anjing Terlantar Lembah Dieng Viral, Ini Penjelasan Pemilik Anjing

Diterbitkan

,

Anjing Terlantar Lembah Dieng Viral, Ini Penjelasan Pemilik Anjing
Video viral anjing ditelantarkan di Lembah Dieng (Foto: potongan layar)

 

KABARMALANG.COM – Jagat maya Malang Raya heboh dengan video anjing terlantar di Lembah Dieng.

Dalam potongan video, terlihat beberapa anjing jenis pitbull.

Anjing terlantar Lembah Dieng pun viral di Instagram, Selasa (16/2). Anjing-anjing tersebut tampak kurus dan lehernya terantai besi yang cukup kencang.

Berikut caption video tersebut. “TOLONG BANTU ANJING INI. Bener² ya ownernya sudah tidak punya hati nurani, (anjing) diikat dan dibiarkan kelaparan serta sakit. Tidak takut dosa kah? Tidak takut karma kah? Please bantu mereka, anak-anak malang ini, lokasi di Taman Kolam Renang, Lembah Dieng, Kota Malang.”

Dalam video viral itu, sang perekam merasa iba. Karena, dia melihat anjing-anjing yang tampak tak terurus. Si perekam juga terlihat memberi makan nasi dalam styrofoam dan kue.

Ragam komentar netizen pun bermunculan. Mayoritas mengecam dan mempertanyakan perlakuan sang majikan anjing yang menelantarkan peliharaannya.

Baca Juga : Lembah Indah Bergeliat di Tengah Pandemi.

Indra Wardana, selaku pemilik anjing, 45, angkat bicara. Dia juga mengklarifikasi fakta yang sebenarnya terjadi.

“Anjing-anjing peliharaan saya itu sedang dalam masa terapi. Tahapan terapi untuk anjing memang faktanya harus di luar. Agar dia makan rumput,” ujar Indra kepada wartawan di kediamannya, Selasa (16/2).

“Sama halnya dengan kucing. Makan rumput untuk mengembalikan metabolisme pencernaannya secara insting alaminya,” tambahnya.

Baca Juga : Lembah Indah Malang Naikkan Harga.

Indra menamakan peliharaannya dengan sebutan Thor. Usia anjingnya itu sudah 15 tahun. Thor juga rentan sakit.

“Thor sudah lama sakit lambung. Kalau kumat pasti waktunya terapi. Saya yang tahu pola makan anjing saya,” terangnya.

Baca Juga : Wisata Malang Selatan Yang Sudah Buka, Ini List-nya.

Anjing-anjingnya itu terantai dengan rapat karena ada alasannya. Peliharaannya termasuk anjing galak jenis petarung.

Baca Juga : Maling Pasar Besar Gondol Uang, Korban Nenek-Nenek Pedagang.

Memang, perawakan tubuh peliharaannya kurus kering. Tetapi, itu memang ciri khas anjing jenis pitbull EDBA.

”Kekuatan anjing ini bisa menarik benda dengan berat. Kurang lebih 1 ton. Cuman saya rantai di tongkat besi yang cor saja bisa lepas. Ini anjing memang galak. Jadi memang harus rantai rapet (kencang),” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Separatism Issue Infiltrated The International Women’s Day Rally In Malang

Diterbitkan

,

Isu Separatis Susupi Demo Hari Perempuan Internasional Di Malang
Demonstration to commemorate international women's day which was infiltrated by the issue of separatism. (Foto : Kabarmalang.com)

 

KABARMALANG.COM – A joint demonstration by Malang city student protesters was disbanded for violating the covid-19 health protocol and vandalizing police cars.

Dozens of student members of the National Student Front (FMN) together with the Women’s Movement Alliance with the People (GEMPUR), elements of the AMP, Free West Papua staged a demonstration in commemoration of International Women’s Day.

They tried to march to the front of the Malang City Hall / DPRD Office on Monday (8/3/2021) at 9.00 am WIB. The protesters occurred with posters and banners, gave speeches criticizing and demanding the local and state government.

Their demands are: destroy capitalism, legalize the PKS bill & create gender-based social welfare, fight and destroy sexism and capitalism, legalize the PKS bill / eliminate sexual violence right away, seize the rights of women workers who are deprived of tyranny.

But, some protesters slip some posters with separatism tendency among the woman rally. Which is, Reject Special Autonomy volume 2; the solution is to have a referendum for West Papua.

Withdraw the Indonesian military from all over Papua. Kitong asks for independence, not asking for special autonomy. Stop the coup end military dictatorship. Provide safe space for Papuan women. That was the gist of the separatism issue.

Apart from giving speeches, these demonstrators also distributed leaflets to road users passing around the Malang Gajayana stadium.

Malang City Police Chief: It Is Not Accordance To Commemoration of Women Day.

At around 09.30 WIB, officers from the Police and Public Order Enforcers of the Malang City Government ask them to stop their actions because they did not have permits for the demonstration.

Moreover, currently, it is still in the mass of the covid-19 pandemic, as well as the implementation of micro-scale PPKM.

In carrying out security, the Head of Malang City Police, Police Grand Commissioner Dr. Leonardus Simarmata, and Commander Military District 0833 / Malang City went straight to the field by themselves.

The Malang City Police Chief appealed to the protesters to disperse immediately because currently, it was still the covid-19 pandemic.

Also, the action carried out by the protesters with a combination of other elements of society did not have permission from the police.

“Besides, this action is not accordance to commemoration of” Women Day “. And disturbs other community activities. Moreover, currently it is still in the mass of the covid-19 pandemic and the implementation of Micro PPKM,” explained Police Grand Commissioner Leonardus Simarmata, Monday (8 / 3/2021) noon.

“Because the demonstrators ignored our warning, they were forced to disperse the action. Moreover, we have allowed them to convey their aspirations,” added the Police Chief.

The demonstrators were finally put into trucks to be returned to their starting points. However, in the middle of the trip, the demonstrators who were transported by the truck vandalized the truck by kicking the rear glass. So that demonstrators were taken to the Malang Police Headquarters for investigation.

“When we transported them by truck, they kicking the glass of the truck. So we secure them to headquarter for investigation,” he concluded.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Merusak Tiga Mobil Polisi, Dua Pebalap Liar Di Malang Masuk Bui

Diterbitkan

,

Dua pebalap liar merusak tiga mobil patroli polisi di Kota Malang. Minggu (7/3) kemarin, mereka melakukannya di Jalan Sukarno Hatta.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat merilis kasus pengrusakan mobil patroli Polresta Makota (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Dua pebalap liar merusak tiga mobil patroli polisi di Kota Malang. Minggu (7/3) kemarin, mereka melakukannya di Jalan Sukarno Hatta.

Dua tersangka itu adalah MF, 23. Dia asal Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Serta, DY, 25. Dia warga Perumahaan Permata Jingga, Kota Malang.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan. Kejadian berawal saat polisi melakukan kegiatan patroli balapan liar, Minggu (7/3) dini hari.

“Kejadian sekira pukul 01.15 WIB di Jalan Sukarno Hatta. Saat itu kedua tersangka menaiki mobil Honda Brio nopol N 1741 KS. Mobil tersebut telah modifikasi sedemikian rupa,” ujar Leo, sapaannya, di Mapolresta Malang Kota, Senin (8/3).

“Mesin mobil mereka telah modif untuk spek balapan. Kemudian, kedua tersangka ini mau melakukan aksi balapan liar di Jalan Soekarno Hatta,” tambahnya.

Leo mengatakan, tersangka memainkan gas mobilnya berulang-ulang. Dengan maksud mencari lawan balap liar.

“Saat itu, kami sedang melakukan patroli balapan liar di wilayah tersebut. Akhirnya kami pun langsung mencegat mobil tersangka,” jelasnya.

Saat polisi mencegat, tersangka malah ngeyel dan berjalan mundur. Sehingga menghantam mobil Toyota Avanza milik Pam Obvit Polresta Malang Kota.

“Bagian kanan depan mobil langsung ringsek. Setelah menabrak mobil polisi, tersangka langsung kabur. Menuju salah satu rumah tersangka di Jalan Sukarno Hatta,” jelasnya.

Leo mengatakan kedua tersangka merasa sakit hati. Karena polisi menghambat aksi balap liar mereka.

“Kedua tersangka berganti pakaian dan berganti kendaraan. Kedua tersangka berboncengan menaiki Honda CB tanpa nomor polisi. Keduanya sambil membawa dua batu batako,” ungkapnya.

Kabar Lainnya : Kapolresta Malang Kota Siap Antisipasi Balap Lari Liar.

Mereka berkeliling di sekitar Jalan Soekarno Hatta. Kemudian, kedua tersangka menemukan satu mobil Sabhara Polresta Malang Kota. Jenis mobilnya Nissan Almera. Mobil ini sedang melakukan patroli.

“Tersangka DY memerintahkan tersangka inisial MF. Batu batako terlempar ke arah mobil patroli. Sehingga membuat kaca belakang mobil patroli pecah,” bebernya.

Aksi kedua tersangka berlanjut. Yakni saat menemukan satu mobil Sabhara Polresta Malang Kota lainnya. Tak jauh dari lokasi sebelumnya.

“Tersangka melempar batu batakonya ke arah kaca belakang mobil patroli. Namun meleset, dan hanya mengenai bodi belakang mobil,” ungkapnya.

Usai melancarkan aksi, keduanya pun kabur. Namun tak berselang lama, mereka berdua tertangkap Satreskrim Polresta Malang Kota. Mereka terciduk pada Minggu (7/1) pagi.

Akibat perbuatannya, keduanya langsung terjerat 2 kasus perkara. Pertama, jeratan pasal 310 dan 312 UU No 22/2009 tentang lalu lintas.

Tersangka terkena pasal tabrak lari dan perusakan. Dengan ancaman pidana paling lama 3 tahun.

Ulah merusak tiga mobil polisi juga berbuah pasal. Yaitu pasal 170 KUHP. Pasal ini tentang pengrusakan benda dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Berkedok Donasi, Penipuan Catut Nama Pemkot Malang

Diterbitkan

,

Berkedok Donasi, Penipuan Catut Nama Pemkot Malang
Tangkapan layar pelaku penipuan yang mengaku Agus Budiono staf keuangan Pemkot Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Penipuan berkedok donasi terjadi di Kota Malang. Kali ini, korbannya adalah institusi. Yaitu Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Pemkot Malang pun kembali mengimbau kepada masyarakat. Agar berhati-hati dan waspada terhadap penipuan. Apalagi yang mengatasnamakan jajaran Pemkot Malang.

Modus penipuan ini menyasar pengurus Pondok Pesantren maupun TPQ. Modus penipuannya berkedok memberikan donasi. Tetapi, penipuan mencatut nama Pemkot Malang.

Kabar Lainnya : Nama Satpol PP di Catut, Dibutuhkan Ketegasan dari Pihak Terkait.

Pelaku menggunakan nomor telepon 081233303693. Oknum tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai Agus Budiono. Dia mengaku Staf Keuangan Pemkot Malang.

Oknum mengaku akan memberikan dana hibah. Ini sebagai bentuk donasi dari Pemkot Malang. Sasarannya adalah salah satu TPQ.

Jenis penipuan seperti ini makin marak. Sehingga, Kadiskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, kembali memperingatkan warga.

Kabar Lainnya : Korban Penipuan : Masker Akan Dikirim ke Cina.

Masyarakat harus selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Malang. Ada oknum yang mengatasnamakan Pemkot Malang. Masyarakat harus berhati-hati. Konfimasi juga terlebih dahulu, jangan mudah percaya,” ujar Wiwid, sapaannya, Senin (8/3).

Kabar Lainnya : 4 Kali Keluar-Masuk Penjara, Pria Asal Poncokusumo Kembali Lakukan Penipuan.

Plt Kabag Humas Kota Malang itu juga meminta warga melapor. Jika ada penipuan mencatut Pemkot, dia mempersilakan warga melapor polisi.

Sebelumnya, Pemkot Malang juga mewanti-wanti masyarakat. Karena, banyak akun palsu Wali Kota Sutiaji bertebaran di Facebook.

Akun seperti ini bisa menjadi alat untuk melakukan penipuan. Seperti yang sudah terjadi, yaitu pencatutan nama Pemkot Malang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com