Connect with us

Wisata

Kampung Warna-Warni Kelabu Saat Pandemi, Kunjungan Masih Minim

Diterbitkan

,

Kampung Warna-Warni Kelabu Saat Pandemi, Kunjungan Masih Minim
Kampung Warna-Warni Jodipan Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Kampung Wisata Warna-Warni Jodipan, Kota Malang, terdampak pandemi. Sampai awal 2021 wisatawan pengunjung masih minim.

Soni Parin, Ketua RW 02 Jodipan selaku Pengelola Kampung Wisata Warna-Warni Jodipan membenarkan. Pengunjung kampung wisata ini menurun.

“Kalau di sini situasi aman. Tetapi pengunjung ya sepi. Apalagi dengan adanya pandemi ini, suram sekali,” ujar Soni kepada wartawan, Selasa (16/2).

Baca Juga : Wali Kota Sutiaji Monitor Pengerjaan Jembatan Muharto.

Soni mengatakan penurunan pengunjung hingga 25 sampai 50 persen. Itu perbandingan dengan sebelum masa pandemi.

“Biasanya pengunjung 200-400 orang per hari. Sekarang 100 aja gak ada. Mentok itu sekitar 80 orang per hari,” terangnya.

Prokes covid-19 sudah berjalan di situ. Pengelola kampung juga tetap mengikuti anjuran pemerintah.

“Untuk prokes juga sudah seperti biasa. Kami lengkapi dengan cuci tangan, wajib bermasker, hand sanitizer. Ya sesuai anjuran pemerintah,” jelasnya.

Dia mengatakan, Kampung Warna-Warni mendapat sponsor perawatan fasilitas. Tetapi, mulai berkurang bantuannya sejak pandemi.

“Tetapi karena pandemi ini, perusahaan juga agak menurun. Hingga saat ini juga belum ada bantuan dari sana. Ya sekitar mulai Agustus sampai sekarang belum ada bantuan,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Malang City Tour Segera Beroperasi, Jadi Ikon Kayutangan Heritage

Diterbitkan

,

Malang City Tour Segera Beroperasi, Jadi Ikon Kayutangan Heritage
Bus Macyto yang mangkrak di kawasan parkiran Stadio. Gajayana Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Setelah dua tahun mangkrak, Malang City Tour akan beroperasi. Bus ini bakal berkeliling Kota Malang tahun 2021.

Kepala Dishub Kota Malang, Heru Mulyono membenarkan. Bus Macyto akan bertransformasi menjadi Bus New Macyto.

Heru mewacanakan New Macyto bakal terkoneksi dengan Kayutangan Heritage. Karena, rute bus Macyto sebelumnya melewati kawasan tersebut.

“Keinginan saya tetap harus bernuansa heritage. Nanti saya matur pimpinan seperti apa. Jadi harus menyatu dengan Kayutangan,” ujar Heru kepada wartawan, (7/3).

Kabar Lainnya : Bus Macyto Tidak Beroperasi, Berikut Penjelasan Ketua Komisi B.

“Karena kemarin saya juga ngurusin di Kayutangan. Nah ini nanti harus ada sinergi,” tambah Mantan Camat Klojen tersebut.

Heru akan terus berkoordinasi terkait wacana New Macyto. Dia juga tetap melihat dan menyesuaikan ketentuan yang ada.

“Tetapi kami tidak ingin menghilangkan nilai historis Macyto. Karena, sudah menjadi ikon dari Kota Malang,” jelasnya.

New Macyto masih dalam tahap penyusunan Detail Engineering Design. Kemudian, ada penanggaran untuk desain baru.

Desain baru New Macyto bakal sesuai ketentuan Dirjen Perhubungan Darat.

“Saat ini progresnya semua sudah jalan. Berhubung saya ini baru menjabat. Anggarannya berapa masih belum saya kroscek. Tetapi anggarannya sudah ada. Masih dalam tahap penyusunan DED,” paparnya.

Sebagai informasi, Macyto tak beroperasi sejak Agustus 2019. Karena, tidak memiliki izin resmi Dirjen Perhubungan Darat RI.

Di samping itu, desain Malang City Tour juga tidak memenuhi standar. Serta, bisa membahayakan para wisatawan.

Dua armada Macyto saat ini masih mangkrak. Bus tersebut parkir di Stadion Gajayana Kota Malang.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Wisata

Mural 3D Siap Hiasi Kampung Heritage Kayutangan Kota Malang

Diterbitkan

,

Mural berbentuk 3 dimensi di sejumlah sudut Kampung Kayutangan Heritage (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Sejumlah sudut Perkampungan Heritage Kayutangan di kawasan Kauman Kota Malang bakal tampak terlihat estetik. Sekaligus menjadi spot foto favorit warga Kota Malang.

Karena, kawasan perkampungan Heritage Kayutangan mulai terbangun. Beberapa dinding rumah warga juga terdapat mural berbentuk tiga dimensi.

Misalnya, ada salah satu mural menyuguhkan gambaran bangunan kuno. Terlihat indah dan juga realistik, sehingga tampak nyata.

Konsultan Proyek Kayutangan Malang Heritage, Alif Riwidya membenarkan. Mural-mural tersebut bagian dari proyek kampung heritage, dan atas seizin masyarakat.

“Semi-semi 3 dimensi seperti yang terlihat di Widodaren 1 dan pedestrian. Yang jelas setiap tembok yang terkesan kumuh atas seijin yang punya rumah kita beri mural,” ujar Alif kepada wartawan, Selasa (2/2).

Selain itu, Alif mengatakan di dalam kampung heritage juga akan ada taman. Pengerjaannya hampir rampung, tinggal penataan taman dan bangkunya.

“Ada taman dan bangku bangku kita tata nanti. Cuma ini belum ketata bangkunya yang di dalam. Kalau yang di koridor Basuki Rahmat sudah terpasang bangku,” tambahnya.

Dia menerangkan pengerjaan koridor luar dan koridor dalam sudah hampir selesai. Tinggal finishing akhir di beberapa titik.

“Sampai hari Minggu kemarin sudah 96 persen. Sebenarnya hanya kurang finishing, furnishing, welding atau pengelasan dan lain sebagainya. Karena kita tidak mungkin ngecat dalam situasi hujan seperti kemarin,” ujarnya.

“Seperti kemarin baru bisa ngecat Cornwood di hanging pedestrian Kauman. Karena enam tahap itu pelapisannya,” tambahnya.

Proyek Kayutangan Heritage seharusnya telah melewati batas deadline pada akhir Februari lalu.

Hanya saja penggarap mendapat perpanjangan waktu dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian PU Republik Indonesia.

“Sudah ada perpanjangan dari PPK 40 hari sampai 1 April. Jadi total 340 hari. Untuk pos polisi ya harus sebelum 1 April itu,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tes GeNose Stasiun Malang Kota Baru Hari Pertama, 4 Positif

Diterbitkan

,

Tes GeNose Stasiun Malang Kotabaru Hari Pertama, 4 Positif
Salah satu calon penumpang yang Tes GeNose C19 di Stasiun Kotabaru Malang, hasilnya negatif (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Tes GeNose C19 sudah tersedia di Stasiun Kota Baru Malang. Mulai Minggu (28/2), penumpang jarak jauh wajib GeNose.

Hal itu berdasarkan SE Kemenhub No 20 Tahun 2021. Yakni pelanggan jarak jauh wajib menunjukkan negatif GeNose C19. Atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR.

Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya membenarkan. Layanan GeNose di Stasiun Kota Baru Malang buka 07.00 -16.00 WIB.

“Pelanggan bertiket dan lunas, bisa memanfaatkan layanan tersebut. Dari jam 7 pagi sampai 4 sore,” ujar Luqman kepada wartawan, di Stasiun Kotabaru, Minggu (28/2).

Kabar Lainnya : Kereta Tanpa Lokomotif Jalan Sendiri Dari Stasiun Malang Kota Baru.

Pada hari pertama layanan GeNose, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sampai jam 11, ada 72 calon penumpang  ikut tes.

Dari 72 calon penumpang, ada empat yang positif. Luqman mengatakan ada beberapa tindakan merespons hal seperti itu.

Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI  Daop 8 Surabaya. (Foto : Fathi)

“Misal ada yang positif. Pertama, tidak kami bolehkan naik ke kereta api,” terang Luqman.

“Tiket kereta api kami batalkan. Uang kita kembalikan 100 persen penuh. Kami kembalikan langsung tunai di lokasi setelah mengambil hasil,” tambahnya.

Luqman menyarankan bagi yang hasilnya positif untuk isolasi mandiri. Kemudian melakukan pengobatan lebih lanjut di puskesmas atau klinik.

Kabar Lainnya : Dampak Covid-19, Penumpang KA Anjlok 50 Persen.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Dinkes Kota Malang. Kami sampaikan data penumpang tersebut (hasil positif) kepada mereka,” jelasnya.

Layanan tes GeNose Stasiun Malang Kotabaru terjangkau. Yakni Rp 20 ribu. Sementara tes rapid antigen Rp 105 ribu. Hasil tes GeNose juga lebih cepat keluar. Yaitu 3-5 menit saja.

“GeNose layanannya relatif lebih cepat. Tetapi kami tetap mengimbau masyarakat. Kalau mau tes jangan mepet-mepet jam keberangkatan kereta api,” pesannya.

“Antisipasinya kalau antre panjang. Risikonya ketinggalan jam keberangkatan kereta api. Seyogyannya kalau mau tes, bisa 3-5 jam sebelum keberangkatan. Bahkan mungkin satu hari sebelumnya,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com