Connect with us

Pemerintahan

Jalan Kayutangan Satu Arah, Dishub Bongkar Median Jalan

Diterbitkan

,

Jalan Kayutangan Satu Arah, Dishub Bongkar Median Jalan
Pembongkaran median Jalan Basuki Rahmat (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Jalan Basuki Rahmat Kayutangan bakal satu arah. Minggu (14/2), median Kayutangan Zona 2 itu sudah pembongkaran.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Handi Priyanto membenarkan. Pembongkaran median jalan tersebut bagian dari pemberlakuan satu arah.

“Memang di KemenPUPR itu proyeknya satu arah. Nah, ketika sudah bongkar, belum langsung satu arah. Itu tidak bisa,” ujar Handi kepada wartawan, Minggu (14/2).

Baca Juga : Warga Keluhkan Penutupan Kayutangan.

Handi mengatakan, pembahasan jalan Kayutangan satu arah harus matang. Itu harus melalui rapat forum lalu lintas terlebih dahulu. Setelah itu baru sosialisasi ke masyarakat.

“Karena jalan ini adalah jalan yang cukup ramai. Jadi tidak bisa langsung berlaku. Kami akan rapat forum lalu lintas dulu dan sosialisasi,” jelasnya.

Forum lalu lintas yang menentukan ini. Serta, menyusun rekayasa lalu lintas yang tepat.

Meski demikian, pembongkaran median memang perlu. Karena, jalur itu akan menjadi satu arah.

“Satu arahnya itu mau ke utara atau sebaliknya. Masih akan kami rapatkan,” tutupnya.

Terpisah, Alif Riwidya, Supervisi Konsultan Proyek Kajoetangan menambahkan. Pembongkaran median taman bagian dari proyek Kayutangan Heritage.

“Iya ini sedang pembongkaran karena merupakan proyek Kayutangan Heritage,” terangnya kepada wartawan, Minggu (14/2).

Terkait rencana jalan satu arah Kayutangan, dia tidak berkewenangan. Karena, urusan itu ranahnya Pemerintah Kota Malang.

“Kami hanya membongkar saja. Pembongkaran ini insyallah selesai satu atau dua minggu. Dan untuk satu arahnya itu tergantung Pemkot Malang,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Jelang Penggusuran Eks Lokalisasi Girun, KAI Beri Peringatan Terakhir

Diterbitkan

,

Jelang Penggusuran Eks Lokalisasi Girun, KAI Beri Peringatan Terakhir
Petugas PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) saat menyerahkan surat peringatan terakhir. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – PT KAI menelurkan surat peringatan terakhir jelang penggusuran eks lokalisasi Girun, Gondanglegi Kabupaten Malang. Penertiban bangunan bekas lokalisasi Girun pun tampaknya bukan isapan jempol belaka.

Selaku pemilik lahan di kawasan itu, KAI memberi surat peringatan untuk yang terakhir kalinya. Jelang penggusuran eks lokalisasi Girun, para penghuninya hanya memiliki waktu pergi sebelum Sabtu (8/5) mendatang.

Penanggung jawab dalam bisnis prostitusi di eks lokalisasi Girun tersebut, Taji pun telah menerima surat peringatan ini.

Selain surat peringatan, di pintu masuk eks lokalisasi Girun itu juga terdapat spanduk. Bunyinya, PT.KAI Daop Surabaya bersama Pemkab Malang akan melakukan penertiban bangunan liar di eks lokalisasi Girun Desa Gondanglegi Wetan.

Kepada seluruh penghuni agar segera membongkar sendiri bangunan sebelum tanggal 8-Mei-2021.

“Iya, tadi kami berikan surat peringatan terakhir atau yang ketiga kalinya sebelum kami melakukan penindakan pada Sabtu (8/5) mendatang,” ungkap Kasatpol PP Kabupaten Malang, Nazaruddin Hasan, Rabu (5/5).

Sementara itu, Taji mengakui jika lahan ia huni selama ini memang milik PT KAI. Ia juga mengaku pasrah paska pembongkaran bangunan itu nanti.

Artinya, bisnis prostitusi rintisan almarhum Girun sejak tahun 1980 silam terhitung mulai Sabtu (8/5) mendatang akan tamat.

“Yang jelas PSK itu nantinya sudah tidak ada lagi. Untuk pekerjaan ke depan belum terpikirkan,” ujarnya.

Selanjutnya, Taji berharap tidak hanya bangunan Girun yang kena gusur. Tetapi area yang berada di selatan, area eks Stasiun Kereta Api, Kecamatan Gondanglegi juga harus bongkar.

“Selain di situ, tempat kos anak-anak penjual kopi warung cetol di Pasar Gondanglegi, bisnis prostitusi di situ juga lebih besar,” akhirnya dengan nada agak tinggi.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Dinas Sosial Dan Satpol PP Gelar Razia, Jaring 14 Anjal Gepeng

Diterbitkan

,

Dinas Sosial Dan Satpol PP Gelar Razia, Jaring 14 Anjal Gepeng
Petugas Satpol PP dan Dinsos P3AP2KB Kota Malang saat menjaring gepeng dan anjal (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Satpol PP Kota Malang bersama Dinas Sosial P3AP2KB menggelar razia anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng), Rabu (5/4).

Antonio Viera, Kepala Seksi Operasi Satpol PP Kota Malang membenarkan. Razia tergelar di berbagai penjuru Kota Malang.

“Kemarin sudah kami rapatkan dengan Dinas Sosial. Kami operasi gabungan untuk penertiban anjal maupun gepeng,” terang Antonio kepada Kabarmalang.com, Rabu (5/4).

Kabar Lainnya : Sebelum Kasus Miras Oplosan, Satpol PP Menggelar Razia Miras.

“Titiknya mulai dari Kasin, lalu Terusan Dieng. Kemudian Jalan  Soekarno hatta hingga Jalan Letjen Sutoyo,” sambungnya.

Dalam razia tersebut, petugas gabungan berhasil menjaring sebanyak 14 anjal maupun gepeng.

“Saat razia, mereka tidak ada perlawanan, karena  kita secara baik-baik suruh mereka naik ke kendaraan,” jelasnya.

Selanjutnya, usai kena razia, para anjal akan mendapat pembinaan.

Hal itu sesuai Perda Kota Malang Nokor 9 Tahun 2013 tentang penanganan anak jalanan, gelandangan dan pengemis.

“Kami (Satpol PP) serahkan ke Dinas Sosial untuk pembinaan. Mungkin selama berapa hari di sana, kami tidak tahu, itu wewenang Dinas Sosial,” tambahnya.

Pada razia kali ini, Satpol PP menerjunkan tiga puluh personel bersama sepuluh personel dari Dinas Sosial Kota Malang.

Terpisah Kepala Dinas Sosial-P3AP2KB Kota Malang, Penny Indriani mengiyakan. Dia akan melakukan pembinaan kepada gepeng dan anjal.

“Kami juga beri pelatihan kepada anak jalanan, agar mereka tidak menjadi anjal terus,” terang Penny.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Tugu Tirta Serahkan Tali Asih Kepada Warga Sekitar Sumber Air Di Batu

Diterbitkan

,

Tugu Tirta Serahkan Tali Asih Kepada Warga Sekitar Sumber Air Di Batu
Suasana istigosah dan silaturahmi Tugu Tirta bersama warga sekitar sumber. (Foto : Humas Tugu Tirta Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Jajaran Direksi Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang bersama karyawan dan karyawati menggelar istighosah di Sumber Binangun, Bumiaji, Kota Batu, Rabu (5/5).

Kegiatan tersebut mendapat tausyiah dari Ustadz Khosim Jazuli. Acara terselenggara dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Selain memanjatkan doa bersama, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan penyerahan tali asih dari direksi perusahaan kepada warga sekitar sumber.

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula perwakilan warga sekitar Sumber Karangan, Sumbersari dan Banyuning.

Direktur Utama Tugu Tirta, M Nor Muhlas membenarkan. Menurutnya, kegiatan ini sudah menjadi tradisi tiap tahun bagi perusahaan yang dulu bernama PDAM ini.

“Harapannya, selain mengisi Ramadan dengan banyak ibadah, juga sebagai momentum mempererat tali silaturahmi bersama saudara-saudara yang tinggal di sekitar sumber,” ujarnya.

Muhlas menambahkan, dia memiliki komitmen dengan warga sekitar sumber, untuk sama-sama menjaga kelestariannya.

“Jadi semangat persaudaraan yang kami bangun dapat selalu terjaga. Sehingga sama-sama timbul rasa memiliki yang kuat terhadap sumber mata air kita,” imbuhnya bersama Direktur Teknik Tugu Tirta, Ari Mukti dan jajaran manajer.

Sebelumnya, Muhlas dan jajarannya sudah memulai rangkaian silaturahmi dan pemberian tali asih kepada warga. Yaitu para janda tidak mampu di sekitar Sumber Air Wendit dan kampung sekitar Kantor Tugu Tirta.

Bukan hanya kepada warga yang membutuhkan, tali asih juga menyasar janda mantan karyawan. Serta putra putri mantan karyawan maupun karyawati hingga pensiunan staf.

“Program ini juga sebagai wujud mengejawantahkan jargon ‘5S’ perusahaan sesuai visi Bapak Direktur Utama. Salah satunya adalah sambung seduluran saklawase,” tambah Manajer SDM Tugu Tirta, Dody Varuna.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com