Connect with us

Pemerintahan

PPKM Mikro Mirip Kampung Tangguh, Malang Sudah Terapkan Sejak 2020

Published

on

PPKM Mikro Mirip Kampung Tangguh, Malang Sudah Terapkan Sejak 2020
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto : Fathi)

 

KABARMALANG.COM – PPKM mikro mirip dengan Kampung Tangguh. Tetapi, penerapan kebijakan ini tak merata.

Se-Jawa Timur, hanya Madiun, Surabaya dan Malang yang kena. Karena itu, Wali Kota Malang Sutiaji pun menyoroti.

Sutiaji mengatakan PPKM Mikro mirip dengan Kampung Tangguh. Sementara, sejak Juni 2020, Kampung Tangguh sudah bergulir.

“Kota Malang sudah sejak Juni menjalankan PPKM mikro. Kami selalu woro-woro meningkatkan peran RT/RW dalam memaksimalkan prokes,” terang Sutiaji, Senin (8/2).

Baca Juga : Kota Malang Masih Pertanyakan Indikator Perpanjangan PPKM.

Karena mirip dengan Kampung Tangguh, daerah lain seharusnya meniru. Sehingga, tidak seyogyanya PPKM mikro hanya kena tiga daerah. Termasuk Malang Raya.

Menurutnya, PPKM Mikro yang mirip Kampung Tangguh harus menyeluruh. Juga, bisa berlaku di seluruh daerah. Tidak hanya segelintir wilayah saja.

Selain itu, percuma PPKM mikro terlaksana di Malang Raya. Tetapi, kawasan yang berbatasan tidak melaksanakan.

“Kami minta kebijakan sifatnya jangan hanya parsial saja. Tidak mungkin warga Malang Raya tidak berinteraksi dari daerah lain. Jadi harusnya menyeluruh,” terangnya.

Dari situ Sutiaji menilai PPKM mikro bisa lebih efektif. Dengan kampung tangguh se-Indonesia, PPKM mikro bisa sukses.

“Terlebih kebijakan ini juga tidak ada penutupan pusat perekonomian. Kebijakan tersebut lebih kepada menguatkan kesadaran masyarakat akan bahaya covid-19,” ungkapnya.

Kemudian, penilaian penentuan PPKM mikro juga rancu. Menurut Sutiaji, angka positif covid-19 Kota Malang memang tinggi.

Tetapi, angka kesembuhannya pun besar. Sehingga, indikator penetapan PPKM mikro kurang tepat.

“Saya tidak menolak. Tetapi, perlu penegasan dasarnya apa. PPKM mikro ya harusnya seluruh Indonesia. Penegasan lagi, jangan pakai indikator jumlah pasien positif,” ujarnya.

Meski demikian, Sutiaji tetap siap melaksanakan instruksi pusat. Dia juga siap mereplikasi PPKM mikro mirip Kampung Tangguh ini.

“Karena  yang memutuskan pusat, kita harus ikuti,” tutupnya.(carep-04/yds)

Advertisement

Terpopuler