Connect with us

Edukasi

Satpol PP Bubarkan Aksi Galang Dana Mahasiswa UB Untuk Bayar UKT

Diterbitkan

,

Satpol PP Bubarkan Aksi Galang Dana Mahasiswa UB Untuk Bayar UKT
Satpol PP saat menindak aksi galang dana Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Satpol PP Kota Malang bubarkan aksi penggalangan dana. Yakni oleh mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), Selasa siang (2/2).

Mereka mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya (Amarah UB). Mereka menggalang dana di jembatan Jalan Soekarno Hatta.

Raffy Nugraha, Perwakilan Amarah UB membenarkan. Dia juga kaget.

Karena aksi mereka adalah penggalangan dana untuk mahasiswa UB. Sebab, banyak yang sulit membayar uang kuliah tunggal (UKT).

“Saya rasa banyak gerakan galang dana dari kawan-kawan mahasiswa. Baik untuk pembayaran UKT maupun donasi bencana. Tetapi tidak ada satupun kena pembubaran,” ujar Raffy kepada wartawan, Selasa (2/1).

Baca Juga : Tuntut UKT Turun, Mahasiswa UB Demo Rektorat.

Massa Amarah UB sebenarnya sudah mengantongi surat pemberitahuan polisi. Sedangkan Satpol PP berdalih Amarah UB tidak izin Pemkot.

Tepatnya, Kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Karena itu, dia mengaku sangat miris.

“Pihak berwenang malah cenderung berpola pikir tidak demokratis. Tidak melihat substansi yang kita
bawa,” ungkapnya.

Menurut Raffy, apa yang mereka laksanakan adalah aksi mulia. Sebab, menolong mahasiswa UB yang tidak mampu membayar UKT.

Suwito, Komandan Pleton Satpol PP mengiyakan. Amarah UB tidak memiliki izin dari Bagian Kesejahteraan Rakyat.

“Sementara aksi galang dananya bubar dulu. Kalau sudah ada izin dari Kesra, monggo laksanakan,” ujar Suwito, kepada wartawan, Selasa (2/2).

Suwito menegaskan Kesra mengurus izin semua kegiatan penggalangan dana.

“Biar kami tahu dengan jelas. Ini dari mana, kemudian ke mana,” jelasnya. Ini sekaligus menjadi imbauan dan sosialisasi bagi masyarakat.

Penggalangan dana tidak bisa sembarangan. Karena, harus ada izin Kesra.

Supaya, dana yang terkumpul termonitor. Serta, tidak masuk kantong pribadi. Tujuannya, demi mencegah penyalahgunaan dana sukarela warga Kota Malang.

Pembubaran seperti itu bukan hanya sekali. Satpol PP pernah membubarkan agenda penggalangan dana tak berizin.

“Ini berkaitan dengan ketertiban umum. Dasar hukumnya Perda Nomor 2 Tahun 2012. Tentang ketertiban umum dan lingkungan,” tutupnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Direktur RSUB Jadi Guru Besar UB Bidang Kesehatan Masyarakat

Diterbitkan

,

Direktur RSUB Jadi Guru Besar UB Bidang Kesehatan Masyarakat
Foto: Prof. Dr.dr. Sri Andarini, M.Kes menyampaikan orasi ilmiah saat agenda pengukuhan guru besar UB (potongan layar).

 

KABARMALANG.COM – Universitas Brawijaya (UB) kembali mengukuhkan dua profesor baru di Gedung Widyaloka, UB, Kota Malang dengan protokol kesehatan covid-19.

Pertama adalah Prof. Ir. Puguh Surjowardojo, MP di bidang Ilmu Manajemen Ternak Perah dari Fakultas Peternakan (Fapet).

Ia merupakan profesor aktif ke 19 di Fapet dan profesor aktif ke 195 di UB serta menjadi profesor ke 279 dari keseluruhan profesor yang dihasilkan UB.

Kedua, Prof. Dr.dr. Sri Andarini, M.Kes di bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Kedokteran (FK).

Ia merupakan profesor aktif ke 17 dari FK dan profesor aktif ke-196 di UB serta menjadi profesor ke 280 dari keseluruhan profesor yang dihasilkan UB.

Sri Andarini saat ini menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) sekaligus dosen di FK UB.

Kepala Humas UB, Kotok Gurito membenarkan. “Benar, baru saja ada pengukuhan guru besar Sabtu (8/5),” ujar Kotok kepada Kabarmalang.com, Senin (10/5).

Dalam agenda pengukuhan itu Sri Andarini menyampaikan orasi ilmiahnya berjudul Penatalaksanaan Obesitas secara Holistik dengan Pendekatan Kedokteran Keluarga.

Ia menerangkan obesitas merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat di seluruh dunia. Termasuk Indonesia dan akan meningkatkan beban ekonomi bagi masyarakat yang cukup besar.

“Survei Riset Kesehatan Dasar (RKD/Riskesdas) menunjukkan setiap tahun terjadi peningkatan prevalensi obesitas dari 10,5 persen pada tahun 2007. Menjadi 14,8 persen pada tahun 2013 dan menjadi 21,8 persen di 2018,” ujar Sri Andarini melalui kanal youtube Universitas Brawijaya.

Kabar Lainnya : 75 Warga UB Positif Covid-19.

“Obesitas sentral juga mengalami peningkatan cukup tinggi dari 18,8% pada 2007, 26,6% pada 2013, dan menjadi 31% pada 2018,” sambung mantan Dekan FK UB itu.

Menurutnya, penyelesaian masalah obesitas dapat terlaksana dengan pendekatan kedokteran keluarga.

Yakni melalui prinsip-prinsip holistik komprehensif, bersinambung, kordinasi dan kolaborasi, berorientasi pada pencegahan, dalam tatanan individu, keluarga dan komunitas.

“Prinsip holistik, artinya penyelesaian masalah tidak hanya peninjauannya dari faktor biologi. Tetapi juga peninjauan dari dimensi psikologis, sosial, lingkungan serta berorientasi pada keluarga dan komunitasnya,” jelasnya.

Sri Andarini mengatakan untuk memaksimalkan peran dokter keluarga perlu adanya modul-modul penatalaksanaan obesitas menggunakan pendekatan kedokteran keluarga.

“Tujuannya untuk memudahkan dokter, penderita obesitas dan masyarakat memahami dan melaksanakan program intervensi obesitas,” terangnya.

Sri Andarini menunturkan setelah menjadi guru besar bidang kesehatan masyarakat, ia akan terus mengabdi untuk kebermanfaatan masyarakat.

“Saya akan berupaya untuk meningkatkan kemampuan saya dalam bidang kesehatan masyarakat. Terutama kedokteran keluarga, ini untuk kemaslahatan bangsa dan negara,” ucapnya kepada Kabarmalang.com, Senin (10/5).

Tak lupa, ia juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu mentaati protokol kesehatan Covid-19 di masa pandemi ini.

“Harus menjaga prokes, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan, dan jangan berkerumun, itu yang penting,” katanya.

“Kemudian meningkatkan daya tahan tubuh dengan berolahraga dan mengonsumsi vitamin. Lalu happy-happy jangan sampai stress. Utamanya juga terus berdoa ke yang kuasa, kuncinya di situ,” akhirnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

236 Proposal Kreativitas Mahasiswa UB Lolos Pendanaan Dikti

Diterbitkan

,

Sebanyak 236 proposal Program Kreativitas Mahasiswa Universitas Brawijaya lolos mendapat pendanaan dari Dikti

 

KABARMALANG.COM – Sebanyak 236 proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Brawijaya (UB) lolos mendapat pendanaan dari Dikti.

Jumlah tersebut menempatkan UB di posisi keempat setelah UGM 348 proposal, ITS 298 proposal, dan IPB 244 proposal.

Koordinator PKM UB Dr.Agr.Sc. Hagus Tarno, SP., MP., menjelaskan kenaikan jumlah Proposal PKM tahun ini tidak terlepas dari program 1500 Proposal yang dicanangkan oleh UB.

Jumlah Proposal PKM yang mendapat pendanaan Dikti yaitu PKM Kewirausahaan atau PKM K (51), PKM Karsa Cipta atau PKM KC (42), PKM Penerapan Iptek atau PKM PI (19), PKM Pengabdian Masyarakat atau PKM PM (20), PKM Riset Eksakta atau PKM RE (71), PKM Riset Sosial Humaniora atau PKM RSH (21), dan PKM Gagasan Futuristik Konstruktif atau PKM GFK sebanyak 12 proposal.

“Program Gerakan 1.500 proposal ternyata mampu meningkatkan kontribusi proposal PKM pada masing-masing fakultas. Peningkatan jumlah proposal juga dipengaruhi oleh koordinasi intensif antara Rektorat yang dibantu oleh Lingkar Riset dalam merangsang pembuatan proposal, dan meningkatnya jumlah dosen pendamping dan reviewer Internal di masing-masing fakultas,” katanya.

Jika tahun lalu pelaksanaan PKM dilakukan secara daring, maka di tahun 2021 ini kemungkinan besar akan digelar hybrid dengan mengkombinasikan Luring dan Daring.

“Di tahun ini, ada penambahan kategori, yakni PKM Karya Inovatif yang dikelola oleh Dirjen Vokasi Kemendikbud. Sayangnya, informasi yang belum optimal diperoleh berbagai universitas, menyebabkan tidak banyak yang mengajukan usulan untuk PKM ini. UB sendiri hanya mengirimkan enam proposal namun belum ada yang diterima,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Drs. Abdul Hakim, M.Si menambahkan PKM tahun ini menuntut tingkat intelektualitas yang lebih tinggi agar dapat lolos didanai oleh Dikti.

“Sehingga harus bisa menghasilkan suatu produk iptek yang lebih berkualitas. Semoga tim PKM UB bisa lebih banyak yang lolos ke Pimmas 2021,” katanya. (yds/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

ITN Malang Pendamping SMK, Mata Pelajaran Diakui SKS Kuliah

Diterbitkan

,

ITN Malang Pendamping SMK, Mata Pelajaran Diakui SKS Kuliah
Prof Abraham Lomi saat berbicara di depan 15 SMKN yang didampingi ITN Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMITN Malang resmi menjadi perguruan tinggi pendamping SMK Pusat Unggulan. Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D pun menandatangani SK penunjukan ini.

ITN Malang menjadi satu diantara 146 perguruan tinggi negeri dan swasta se Indonesia yang akan melakukan pendamping Program SMK Pusat Keunggulan.

Dari jumlah tersebut ada 19 perguruan tinggi yang berada di Jawa Timur. Selain ITN Malang juga ada total 6 perguruan tinggi negeri dan swasta di Malang yang mendapat kesempatan sama.

Setelah penetapan, maka ITN Malang dan 15 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri melakukan koordinasi. ITN membahas soal program SMK 4 tahun.

Sekaligus, penandatanganan nota kesepahaman bersama di Auditorium Kampus 1 ITN Malang, Senin (3/5).

Sementara, 15 SMKN tersebut berasal dari Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Surabaya, Mojokerto, Tulungagung, Trenggalek dan Nganjuk.

“Untuk institut di Jawa Timur hanya ITN Malang dan ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember),” kata Rektor ITN Malang, Prof. Dr.Eng. Ir. Abraham Lomi, MSEE.

Menurut rektor, di Jawa Timur ada banyak SMK yang menyelenggarakan pendidikan 4 tahun. Sehingga ITN Malang bisa bersinergi dengan SMK yang akan mendapat pendampingan.

Salah satu pendampingan ITN pada level program studi, yaitu SMK yang menyelenggarakan pendidikan 4 tahun akan ada pengakuan SKS.

Sehingga, ketika masuk ke perguran tinggi, sudah ada mata pelajaran yang tuntas.

“Umumnya mendapatkan ijazah sarjana mahasiswa harus menempuh 144 SKS. Kami sepakat di level institut ada pengakuan SKS dari SMK program 4 tahun. Minimal 18 SKS dan maksimal 24 SKS,” jelas rektor ITN.

Kabar Lainnya : Terima Dana Hibah, 9 Prodi ITN Malang Terapkan Kurikulum Kampus Merdeka.

Sehingga, calon mahasiswa hanya menempuh 120 SKS. Masing-masing mahasiswa bisa menempuh 7 sampai 7,5 semester bergantung indeks prestasi mahasiswa tersebut.

Dengan adanya kerjasama ini, rektor berharap ITN Malang berkontribusi dalam pemgembangan SDM di level Jatim, khususnya Kota Malang.

Ada beberapa tugas yang menunggu ITN Malang sebagai pelaksana pendampingan. Misalnya, melakukan pendampingan pemenuhan 8 (delapan) standar nasional pendidikan.

ITN Malang menjadi pendamping berkat peran serta SMKN 6 Malang. Sebelum ini, ITN Malang dan SMKN 6 Malang sudah terlebih dahulu menjalin MoU April 2021.

Kepala SMKN 6 Malang, Drs Sidik Priyono, mengamini. Menurut Sidik, tanggal 8 April kemarin SMKN 6 Malang sudah melaksanakan MoU dengan ITN Malang.

Sidik mengapresiasi pengakuan ITN Malang terhadap matrikulasi 18 sampai 24 SKS. Harapanny, siswa SMK yang melanjutkan ke perguruan tinggi bisa cepat lulus.

“ITN mengakui minimal 18 sampai 24 SKS. Sehingga anak-anak kita yang SMK 4 tahun bisa mendapatkan jenjang lebih cepat (lulus) dari pada yang 3 tahun,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com