Pemerintahan
Tiga Tokoh Publik Kabupaten Malang Gagal Suntik Vaksin

KABARMALANG.COM – Tiga tokoh publik Kabupaten Malang gagal suntik vaksin. Itu terjadi saat pencanangan vaksinasi Covid-19 Kabupaten Malang tergelar hari ini, Sabtu (30/1). Ada 3 orang pertama yang menerima vaksin.
Itu meliputi Forkopimda, perwakilan BUMN, dan salah satu atlet Arema. Yakni, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Edi Handojo.
Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Malang, Ronald Sanofri Bya. Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodiqul Amin.
Selanjutnya, Wakil Bupati terpilih, Didik Gatot Subroto. Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.
Kemudian, Kasdim 0818 Malang-Batu, Djoko Istianto. Wakapolres Malang, Kompol Toni Kasmiri.
Setelahnya, Wakil Direktur RSUD Kanjuruhan, dr. Kararawi Listuhayu. Kepala BPJS Malang, Dina Diana Permata.
Selain itu, Ketua PCNU Kabupaten Malang, dr Umar Usman. Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan.
Atlit Arema FC, Dedik Setiawan. Serta, Kadinkes Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo.
Kajari Kabupaten Malang, Edi Handojo harusnya penerima vaksin pertama. Namun dia gagal suntik.
Karena, tensinya saat terlalu tinggi saat periksa pra vaksinasi. Alhasil, Kepala PN Kabupaten Malang, Ronald Sanofri Bya suntik pertama.
“Ya, Alhamdulillah saya mendapat vaksin pertama. Saya harap masyarakat tidak perlu takut ketika vaksin. Karena, vaksin ini aman dan halal,” ungkapnya.
Baca Juga : Dedik Setiawan, Striker Arema FC Ikut Vaksinasi Kabupaten Malang.
Ronald mengaku tidak merasakan apapun pasca vaksin tersebut. “Tidak, tidak merasakan apapun hingga saat ini,” tuturnya setelah menerima vaksin.
Dari 3 tokoh, ada 6 orang yang sempat gagal suntik vaksin. Tiga di antaranya berhasil suntik setelah screening ulang.
Sementara, tiga tokoh publik tetap gagal suntik vaksin. Karena, ada tensi tinggi atau tekanan darah.
“Ya, ada 3 orang yang tidak vaksin. Karena, kondisi kesehatannya tidak memungkinkan. Ada saya, Wakapolres dan Kasdim 0818,” ungkap Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat.
Sementara, Kadinkes Arbani mengatakan pencanangan vaksin serentak di Kabupaten Malang.
“Targetnya ada 8075 tenaga kesehatan di seluruh Kabupaten Malang,” tutur Arbani.
Menurut Arbani, ada 4 sasaran vaksin Kabupaten Malang. Pertama adalah tenaga kesehatan.
Kedua, pelayan publik. Yang terdiri dari TNI, Polri, tenaga pengajar, pemadam kebakaran. Jumlahnya 67419 jiwa. Plus 556,417 masyarakat rentan.
Ketigam 440.242 jiwa pelaku ekonomi. Keempat masyarakat usia 18-49 sebanyak 272.245 jiwa.
“Jadi total jumlah sasaran penerima vaksin sebanyak 1.350.398 jiwa. Waktu pelaksanaanya kami targetkan selesai Desember sudah selesai semua,” pungkas Arbani.(im/yds)
Serba Serbi4 minggu yang laluDaftar Tarif Listrik PLN Agustus 2026 Resmi Tidak Naik: Rincian Lengkap Rumah Tangga dan Bisnis
Peristiwa4 minggu yang laluKota Padang Dilanda Banjir Besar di 15 Titik Hari Ini 3 Agustus 2026: Fasilitas Kesehatan Terendam, BPBD Terjunkan Perahu Karet
Pemerintahan4 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Hukrim3 minggu yang laluPelaku Penganiayaan di Gedangan Malang Berhasil Ditangkap Polres Malang Usai Sempat Buron
Serba Serbi4 minggu yang laluGerakan GAS UMKM KKN MAs Dorong Digitalisasi Pedagang Pasar Jumat Desa Tawangsari Lewat QRIS dan Google Maps
Serba Serbi3 minggu yang laluSosialisasi Olahan Daun Kelor KKN MAs Kelompok 109 Dorong Gizi dan Ekonomi di Desa Tumpang
Serba Serbi3 minggu yang laluGerakan SEHATI Kelompok 99 KKN MAs Dorong Kesehatan Lansia dan Balita di Desa Tawangsari
Serba Serbi3 minggu yang laluInformasi Cuaca Jawa Timur Hari Ini Rabu 12 Agustus 2026 Cerah Berawan Tanpa Potensi Hujan































