Connect with us

Hukrim

Polisi Ciduk 2 Tersangka Pemukulan Petugas Pemakaman Jenazah

Diterbitkan

,

Polisi Ciduk 2 Tersangka Pemukulan Petugas Pemakaman Jenazah
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata saat rilis dua tersangka penganiayaan petugas pemakaman (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polisi Malang Kota berhasil ciduk 2 tersangka pemukulan seorang petugas pemakaman dari PSC 119.

Pengeroyokan tersebut imbas dari insiden peti jenazah yang tertukar di TPU Kasin, Kamis sore (28/1) kemarin.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata membenarkan. Dua tersangka adalah BHO (24), dan MNH (21). Keduanya berasal dari Kecamatan Sukun.

Leo, sapaannya, membeberkan bagaimana polisi ciduk 2 tersangka tersebut. Penangkapan terjadi di dua tempat yang berbeda.

Polisi terlebih dulu mengamankan BHO, pada  Kamis malam (28/1). Sekira pukul 23.30 WiB di Jalan Peltu Sujono Kelurahan Ciptomulyo Kecamatan Sukun Kota Malang.

“Selanjutnya, tersangka MNH kami tangkap pada hari Jumat (29/1), sekira pukul 10.30 WIB di depan Puskesmas Jalan Janti Kecamatan Sukun Kota Malang,” ujar Leo kepada wartawan di depan Mapolresta Makota, Jumat (29/1).

Baca Juga : Pelaku Pemukulan Ibu Tua di Pasar Mergan Anak Sendiri.

Leo mengatakan, saat ini dua tersangka dalam proses penahanan di markas kepolisian. Sebab, hingga detik ini belum ada pencabutan, perdamaian dan pernyataan dari pelapor, yakni (DS).

“Yang pasti, langkah pertama yang saya lakukan adalah penegakan hukum. Tapi penegakan hukum yang berkeadilan, dan berkemanusian,” tambahnya kepala kepolisian Malang Kota itu.

Kepolisian memang melakukan penangkapan  dengan cara yang baik dan sopan. Kedua tersangka juga menerima dengan baik dan menyadari kesalahannya.

“Kalau setelah mereka tabayun, lalu mereka juga mau berdamai, itu perkara kekhilafan,” imbuhnya.

Leo menegaskan, komitmen terpenting dari kepolisian adalah untuk menjaga keamanan daripada petugas pemakaman. Sehingga petugas itu tidak boleh dianiaya.

Kedua tersangka dikenakan pasal 170 KUHP, dan terancam hukum 5 tahun penjara. Akibat dari melakukan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang atau barang.(fat/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih