Connect with us

COVID-19

PWI Dukung Wartawan Ikut Pencanangan Vaksinasi Pemkab Malang

Diterbitkan

,

PWI Dukung Wartawan Ikut Pencanangan Vaksinasi Pemkab Malang
Ketua PWI Malang Raya Cahyono

 

KABARMALANG.COMPemkab Malang akan melibatkan wartawan dalam pencanangan vaksinasi covid-19. PWI Malang Raya menyambut baik wacana ini.

“Menurut saya itu langkah bagus Pemkab Malang,” ungkap Ketua PWI Malang Raya terpilih periode 2021-2024, Cahyono Rabu (27/1).

Baca Juga : Puluhan Wartawan Kota Malang Swab Test

Jurnalis koran Bhirawa ini menjelaskan alasannya setuju wacana tersebut. Wartawan adalah garda terdepan dalam memberitakan sekaligus sosialisasi prokes.

”Jurnalis juga menjadi garda terdepan saat covid-19. Karena terlibat langsung saat konfirmasi kepada narsum (nara sumber),” jelasnya.

Cahyono mengaku belum mendapatkan arahan rinci soal ini. Tetapi, dia memastikan kesiapannya. Itu  jika wartawan masuk skala prioritas penerima vaksin covid-19.

”Kalau ada itu (gerakan vaksinasi kepada wartawan) PWI siap. Saya sebagai pengurus PWI Malang Raya akan menerima dengan baik. Itu kalau memang Pemkab mengajukan itu,” ujarnya.

Karena itu, Cahyono mengimbau kepada seluruh wartawan Kabupaten Malang. Terutama yang bernaung di bawah PWI Malang Raya.

Wartawan diharap bersedia menerima vaksin sinovac dari Cina tersebut. Ini jika memang mendapatkan prioritas vaksinasi dari Pemkab Malang. Tentu sesuai instruksi arahan Dinkes.

”Anggota PWI, saya sarankan bersedia menerima suntikan vaksin (Covid-19). Tetapi, seharusnya semua wartawan kecuali yang memang ada pertimbangan,” tandasnya.

“Seperti misalnya yang memiliki komorbid. Atau pertimbangan lain seperti apakah berhak di vaksin atau tidak. Itu tetap akan kami patuhi,” akhirnya.(fir/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Pemkab Malang Klaim TKI Yang Karangtina di Safe House Aman

Diterbitkan

,

Pemkab Malang Klaim TKI Yang Karangtina di Safe House Aman
Area Safe House Kabupaten Malang untuk karantina TKI di Kecamatan Kepanjen. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMPemkab Malang klaim TKI yang karantina di safe house, aman dan tercukupi. Bupati Malang, Sanusi membenarkan klaim itu.

Dia mengatakan semua kebutuhan TKI yang sedang menjalani karantina di sana tercukupi dengan baik.

“Kebutuhan makan kita sediakan di sana. Wifi juga ada,” ujarnya, Rabu (5/5).

Tetapi, terdapat pertanyaan terkait kenyamanan para TKI yang karantina. Karena, safe house hanya memiliki 54 ruangan.

Sementara, jumlah TKI yang karantina mencapai 118 orang. Tetapi, Sanusi menjamin safe house di Kepanjen Kabupaten Malang tersebut masih cukup.

Setiap 1 ruangan itu sudah menjadi 2 ruangan dengan sekat. Sehingga, Pemkab Malang klaim TKI di sana sudah tercukupi.

“Jadinya cukup kalau menampung 100 orang. Begitu pun pasien yang positif covid-19 di sana, ditempatkan di lantai atas,” tutup Sanusi.

Sementara itu, pantauan Kabarmalang.com, sejumlah TKI asal Kabupaten Malang tampak berolahraga.

Mereka terlihat beraktivitas di safe house, Block Office Pemerintah Kabupaten Malang, Kecamatan Kepanjen, Rabu (5/5) pagi.

Namun, saat Kabarmalang.com mencoba melihat situasi Safe House tersebut lebih dekat, petugas penjaga melarang wartawan mendekat.

Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malang, Rahmat Yuniman mengaku tidak tahu pasti teknis perawatan dan fasilitas untuk para TKI di sana.

“Kalau saya menilai sih kayaknya baik-baik saja. Para TKI tampaknya juga betah di sana,” tuturnya.

Sebelum ini, 118 TKI pulang ke Kabupaten Malang. Tetapi, mereka harus menjalani karantina dulu sebelum pulang ke rumah masing-masing.

Mereka harus terlebih dulu tinggal di Safe House selama 3 hari. Per hari Selasa (5/5) kemarin, terhitung ada 118 TKI yang sudah tiba di Kabupaten Malang.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Kereta Api Probowangi Tawang Alun Wajibkan Surat Negatif Covid-19

Diterbitkan

,

Kereta Api Probowangi Tawang Alun Wajibkan Surat Negatif Covid-19
Penumpang KA Tawang Alun relasi Malang dan Probowangi wajib menunjukkan surat negatif covid-19 dan sejenis. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kereta Api (KA) Probowangi relasi Surabaya Gubeng – Ketapang (PP) dan Tawang Alun relasi Malang – Ketapang (PP) wajibkan surat bebas negatif covid-19. Kebijakan ini berlaku mulai besok, Kamis (6/5).

Sebelumnya, KA Probowangi dan Tawang Alun termasuk kereta api aglomerasi yang tidak wajib RT-PCR, tes rapid antigen ataupun GeNose C19 dengan hasil negatif.

“Namun, mulai 6 Mei 2021, perjalanan KA Probowangi dan Tawang Alun wajib menunjukan surat bebas covid-19,” kata Manajer Humas Daop 8 Surabaya Luqman Arif, Rabu (5/5).

Pelanggan yang akan menggunakan KA Probowangi dan Tawang Alun harus menunjukkan hasil negatif RT-PCR atau rapid test antigen atau pemeriksaan GeNose C19.

Kemudian, sampelnya berlaku dalam 24 jam sebelum jadwal keberangkatan KA. Petugas akan melakukan verifikasi berkas-berkas persyaratan saat boarding di stasiun.

Jika temukan calon penumpang yang berkasnya tidak lengkap atau tidak sesuai, maka penumpang tidak boleh naik kereta api. Tiket tersebut juga secara otomatis hangus.

“Kami menjamin proses yang teliti, cermat dan tegas dalam verifikasi berkas-berkas syarat perjalanan Kereta Api Jarak Jauh,” tegas Luqman, memaparkan syarat naik KA Probowangi.

Setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam).

Kemudian, pelanggan KA Probowangi dan Tawang Alun bersuhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius. Mereka juga harus memakai masker kain 3 lapis atau masker medis yang menutupi hidung dan mulut.

Luqman menambahkan, guna mencegah penyebaran covid-19, setiap pelanggan KA wajib untuk mematuhi protokol kesehatan.

Pelanggan KA Probowangi dan Tawang Alun pun wajib menerapkan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

KAI secara konsisten menerapkan disiplin protokol kesehatan covid-19 dengan ketat di stasiun maupun selama dalam perjalanan. Kami juga mendukung upaya pemerintah dalam rangka memutus rantai penyebaran covid-19,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Forpimda Kota Malang Kerahkan Ratusan Personel Penyekatan Mudik

Diterbitkan

,

Forpimda Kota Malang Kerahkan Ratusan Personel Penyekatan Mudik
Forpimda Kota Malang saat cek pasukan jelang penyekatan larangan mudik besok (6/5). (Foto : Kodim 0833 Kota Malang)

 

KABARMALANG.COM – Forpimda Kota Malang kerahkan ratusan personel untuk menegakkan larangan mudik. Para personel ini sekaligus mendorong pelaksanaan protokol kesehatan selama libur panjang.

Rabu pagi (5/5), Forpimda Kota Malang kerahkan pasukan tersebut di Balaikota.

Hadir dalam apel kesiapan pasukan antara lain Wali Kota Malang Sutiaji, Kapolresta Kombes Pol Leonardus Simarmata serta Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Kabar Lainnya : Silaturahmi Virtual, PWI Malang Raya bersama Dandim 0833 Kota Malang.

Sementara, peserta apel berasal dari sejumlah instansi. Yakni, Denpom V/3 Malang, Kodim 0833 Kota Malang, Brimob Polda, Polresta Makota, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Bakesbangpol, BPBD serta sejumlah ormas.

Wali Kota Malang sebagai pimpinan apel, menegaskan sejumlah hal sebelum pelaksanaan penegakan larangan mudik.

“Presiden Joko Widodo menjelaskan keputusan ini berdasarkan pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah libur panjang. Peningkatannya sebesar 93 persen pada 2020 lalu,” ujar Sutiaji.

Pada tahun lalu, larangan mudik sudah berlaku. Tetapi, masih ada 17,5 juta orang yang tetap mudik.

Karena itu, Sutiaji berharap Ops Ketupat 2021 penyekatan mudik sejak 6 sampai 17 Mei ini bisa efektif. Dia siap mendukung upaya TNI Polri mencegah penyebaran covid-19.

“Semangat yang ingin saya tanamkan adalah upaya mencegah penyebaran covid-19 melalui penyekatan dan penegakan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Sutiaji, ini menunjukkan langkah pre-emtif dan preventif yang humanis. Sehingga, masyarakat bisa mematuhi prokes.

“Tujuan akhir dari ini adalah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya covid-19,” tambahnya.

Dia pun memberi semangat kepada seluruh petugas yang akan melakukan penyekatan. Sutiaji juga meminta petugas meningkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan.

Senada, Dandim Kota Malang pun siap mendukung kesuksesan penyekatan larangan mudik tahun ini. Ferdian juga mengingatkan jajarannya untuk waspada.

“Kami mengimbau jajaran untuk selalu waspada. Karena, mereka akan menghadapi banyak orang di tiap pos penyekatan. Harus tetap tegakkan prokes diri sendiri, sebelum tegakkan prokes orang lain,” tandas Ferdian.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com