Connect with us

COVID-19

Vaksin Covid-19 Tiba di Kota Malang

Diterbitkan

,

Vaksin Covid-19 tiba di Dinas Kesehatan Kota Malang (Fofo : M Fathi)

KABARMALANG.COM – Vaksin sinovac sudah tiba di Kota Malang. Kedatangan vaksin terbilang lebih awal dari jadwal semestinya. Vaksin tiba di kantor Dinas Kesehatan Kota Malang, petang tadi.

Sebelumnya, tahapan vaksinasi di Kota Malang dijadwalkan pada bulan Februari 2021 nanti.

Plt Kadinkes Kota Malang, Sri Winarni membenarkan, jika tahapan distribusi kali ini, Kota Malang mendapat jatah 10240 dosis vaksin.

“Nah, hari minggu (24/1) kita mendapatkan update data dari Kemenkes, bahwa jumlah nakes kita yang sudah terdaftar di dalam sistem aplikasi SISDMK Kemenkes itu adalah 13310,” ujar Sri kepada wartawan, Senin (25/1).

Dari data 13310 tersebut, yang sudah mendapatkan e-ticket, sebanyak 10240 tenaga kesehatan.

Sehingga hari ini, Kota Malang mendapatkan distribusi vaksin dari Provinsi Jatim sebanyak 10240 dosis.

Distribusi vaksin kali ini adalah tahap pertama untuk prioritas tenaga kesehatan. Sisanya akan tiba di tahap kedua, jumlahnya sekitar 3 ribu dosis.

“Jadi total semua itu ada 13.110 yang sudah di data oleh Kemenkes. Kedatangan ini adalah tahap pertamanya dan tahap kedua nanti itu sisanya yang tiga ribu sekian,” ungkapnya.

Sri mengatakan jadwal vaksinasi Kota Malang akan dipercepat, karena kedatangan vaksin juga lebih cepat dari yang dijadwalkan.

“Iya, sedang kita jadwalkan. Akan dipercepat, saat ini sedang kita jadwalkan ke faskes-faskes yang ada,” jelasnya.

Dinkes Kota Malang menyiapkan tiga cold chain untuk penyimpanan vaksin sinovac. Ditambah lagi satu cold chain sebagai cadangan.

“Jadi rata-rata ini ada dua tipe cold chain yang satu bisa muat 3000 dosis vaksin, yang satunya lagi bisa 3500 dosis,” terang Sri Winarni.

Treatment penyimpanan menyesuaikan dengan jenis vaksin sinovac, yakni suhunya harus di antara 2 sampai 8 derajat. Jadi memang sudah disiapkan sejak awal.

“Kita mendapatkan informasi terkait dengan vaksin ini, maka sudah kita siapkan sejak awal untuk setting sesuai dengan kriteria penyimpanan,” tutupnya. (fat/rjs)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Sosialisasi Vaksinasi Tahap 2, Dinkes Libatkan Posyandu di Kota Malang

Diterbitkan

,

Sosialisasi Vaksinasi Tahap 2, Dinkes Libatkan Posyandu di Kota Malang
Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang gencar sosialisasi vaksinasi tahap 2. Pesan kesehatan terus tergaung di tengah masyarakat.

Sosialisasi vaksinasi tahap 2 sudah berjalan sejak awal 2021. Tetapi, pelaksanaan suntik vaksinnya sendiri mulai akhir Februari lalu.

Hingga kini vaksinasi masih berlangsung. Dengan sasaran para petugas layanan publik.

Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang membenarkan. Dia bergerak bersama Diskominfo Kota Malang.

“Kita melaksanakan promosi kesehatan yang gencar. Juga bekerja sama dengan Kominfo. Kami melaksanakan edukasi masyarakat mengikuti vaksinasi covid-19,” ujar Hanun, kepada Kabarmalang.com, Rabu (3/3).

Kabar Lainnya : Pemkab Malang Ingin Libatkan Influencer dalam Vaksinasi Covid-19.

Dinas Kesehatan dan Diskominfo gencar melakukan sosialisasi. Yakni melalui media online dan platform media sosial masing-masing.

Hanun menuturkan, pekan depan akan keliling. Dia mengagendakan sosialisasi hingga April 2021. OPD kesehatan ini akan keliling  ke tiap posyandu. Dengan tujuan untuk sosialisasi vaksinasi tahap 2.

“Kita akan mensosialisasikan kepada posyandu-posyandu. Kami ingin mengajak masyarakat. Supaya, mau datang ke tempat-tempat vaksinasi  covid-19 ini,” ujarnya.

Karena, pedagang pasar, lansia dan sebagainya harus tercover semua. “Kita libatkan kader posyandu untuk mensukseskan sosialisasinya,” tambahnya.

Memang, ada muncul pro dan  kontra terkait vaksinasi. Tetapi, OPD kesehatan Kota Malang terus mengedukasi masyarakat.

Supaya, mau menghadiri layanan vaksinasi. Sehingga, masyarakat bisa sehat.

“Karena vaksinasi secara total bisa memunculkan herd imunity. Minimal bisa terbentuk 70 persen,” terangnya.

Menurutnya reaksi vaksin hampir sama dengan imunisasi bayi. Asalkan tidak ada keluhan. Badan dalam kondisi sehat jadi syarat utama.

“Jadi kami mengimbau kepada masyarakat. Jangan takut akan vaksinasi covid-19 ini. Selain itu, vaksin ini gratis, pemerintah yang menanggung,” ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat.

“Takut memang wajar tapi jangan berlebihan. Asalkan badan kita mantap dan sehat. Insyallah tidak ada reaksi,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Tali Masker Nge-tren Tapi Berbahaya, Ini Kata IDI Malang Raya

Diterbitkan

,

Tali Masker Nge-tren Tapi Berbahaya, Ini Kata IDI Malang Raya
Penggunaan tali pengait masker (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Tali pengait masker atau strap masker semakin ngetren belakangan ini. Modelnya juga beragam dan semakin fashionable.

Tren ini memudahkan pengguna melepas masker tanpa repot. Misalnya saat makan, minum, dan berolahraga. Pengguna tinggal melepas dan menggantung masker.

Tetapi, masyarakat perlu mengetahui bahayanya. Tali masker memiliki risiko untuk kesehatan pengguna.

Dr Dhelya Widasmara SpKK(K) FINSDV, Humas IDI Malang Raya membenarkan. Dia menjelaskan bahaya tali pengait masker. Tinjauannya adalah perspektif medis.

“Tali masker justru berpotensi menularkan virus covid-19. Bagian luar masker berfungsi menyaring virus, bakteri, kuman. Supaya, tidak terhirup ke saluran pernapasan,” ujar Lala, sapaannya, kepada wartawan, Rabu (3/3).

“Sedangkan, bagian dalam masker berguna menghambat droplet dari mulut,” tambah dosen Fakultas Kedokteran UB tersebut.

Apabila memakai tali masker, maka akan mengenai baju. Padahal masker tidak boleh kontak dengan benda lainnya. Karena, masker harus tetap steril.

“Kuman virus di bagian luar masker bisa terhirup masuk. Baik lewat hidung atau terhisap masuk mulut. Itu jika masker terletak di bawah hidung atau dagu,” jelasnya.

Lala memberikan alternatif lain agar bisa menjaga higenitas masker. Misalnya masyarakat bisa menyiapkan wadah penyimpan khusus.

“Menggunakan tempat khusus masker. Bisa berupa pouch yang steril. Usahakan dalam aktivitas sehari-hari terus menggunakan masker. Tidak sering lepas pakai,” jelasnya staf medik fungsional RSSA tersebut.

Kabar Lainnya : Total 6 Dokter IDI Malang Meninggal Karena Covid-19.

Dia juga menerangkan penggunaan masker yang baik dan benar. Apalagi, saat ini ketersediaan masker medis sudah normal.

Studi terbaru CDC Amerika Serikat menyebutkan manfaat masker ganda. Karena dapat membantu mengurangi risiko paparan covid-19 secara signifikan.

“Penggunaan dua masker sekaligus. Yakni masker bedah dan masker kain. Secara bersamaan dapat memblokir sekitar 83% partikel,” terang Lala.

Selain itu, hasil studi membuktikan efektivitas masker ganda. Masker kain harus berposisi di atas masker bedah. Supaya, lebih dari 95% partikel menular terhalangi.

“CDC tidak merekomendasikan penggunaan dua masker medis. yaitu melapisi masker medis dengan masker medis lainnya,” ucap dokter yang juga penulis buku itu.

Masker medis sekali pakai tidak untuk menutupi wajah secara maksimal. Penggunaan masker bedah ganda tidak dapat menambah keamanan.

“CDC juga tidak menyarankan penggunaan masker dobel KN95. Atau masker respirator N95 yang sudah ketat,” tambahnya.

Menurut Lala, pemakaian satu lapis masker KN95 sudah cukup efektif. Sehingga tidak perlu ada lapisan masker lagi.

Lala berpesan kepada masyarakat agar tetap berpikiran positif. Selama menerapkan prokes 5 M, maka pandemi ini bisa terlewati bersama.

“Sayangi orang-orang di sekitar kita. Karena pandemi ini adalah tanggung jawab bersama. Ini adalah bentuk perjuangan di era milenial,” pesannya.

“Gunakanlah masker, kapanpun dan di manapun. Kalau bukan kita siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” tutup Lala.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Klaster Bhakti Luhur Ada Difabel, Sutiaji Minta Penanganan Khusus

Diterbitkan

,

Klaster Bhakti Luhur Ada Difabel, Sutiaji Minta Penanganan Khusus
Wali Kota Malang, Sutiaji saat meninjau Yayasan Panti Asuhan Bhakti Luhur Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau klaster Panti Asuhan Bhakti Luhur, Rabu (3/3). Sebelumnya, Senin (1/3) lalu, 170 penghuninya positif tes swab antigen.

Dari 170 orang positif tersebut ada 85 pengasuh. Kemudian, 85 anak berkebutuhan khusus atau difabel.

Selanjutnya, 154 penghuni menjalani isolasi mandiri dalam panti asuhan. Sementara, 16 orang lainnya masuk RS Lapangan Idjen Boulevard.

Sutiaji berkomunikasi dengan pengurus Yayasan Panti Asuhan Bhakti Luhur. Dia juga meninjau sarana pra sarana isoman di panti asuhan tersebut.

Kabar Lainnya : Omah Difabel, Rumah Berdaya Ekonomi Difabel.

Sutiaji memastikan proses isoman sudah sesuai SOP protokol covid-19. Begitu juga dengan sarana pra sarana yang tersedia.

“Ada lapangannya, ada cara memberikan asupan makan juga. Insyaallah Dokter Totok yang bertanggung jawab. Terutama berkaitan dengan penghuni panti asuhan,” ujar Sutiaji kepada wartawan, di Bhakti Luhur, Rabu (3/3).

Menurutnya, isolasi mandiri anak berkebutuhan khusus perlu treatment spesial. Sehingga tidak semua difabel ke RS Lapangan.

“karena ada yang harus mapah (red:menuntun). Maksudnya harus pakai kursi roda dan seterusnya,” terang orang nomor satu di Pemkot Malang tersebut.

“Itu butuh keahlian tersendiri. Pengasuhnya di sini yang lebih mengerti. Cuma tetap pakai protokol covid-19,” tambahnya.

Kadinkes Kota Malang, Husnul Muarif sepaham. Penanganan isoman untuk difabel memang butuh pendampingan pengasuh.

“Kenapa mereka (difabel) tidak keluar, karena berkebutuhan khusus. Jangan samakan dengan yang lain. Salah satu contoh, ini harus ada pendampingan pengasuh,” terang Husnul.

Kabar Lainnya : Panti Asuhan Bhakti Luhur Malang Ketularan Massal, 170 Positif.

“Contoh di sini (klaster Bhakti Luhur) saja ada yang teriak. Tentu akan mengganggu suasana jika ke RS Lapangan atau safe house,” tambahnya.

Husnul mengatakan bahwa difabel tidak bisa sendirian. Misalnya ke kamar mandi saja harus ada yang mengantar. Ada yang pakai kursi roda juga. Karena itu harus ada pendampingan setiap saat.

“Tanpa aktivitas pun itu harus pendampingan, saat difabel santai sekalipun. Karena anak difabel pencetusnya tidak bisa terprediksi. Tiba-tiba dia bisa menjerit atau hiperaktif,” tutup Husnul.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com