Connect with us

Serba Serbi

Cara Pembuatan Pupuk Organik 8 Ton Sehari, Ini Rahasia Petani Kanigoro

Diterbitkan

,

Cara Pembuatan Pupuk Organik 8 Ton Sehari, Ini Rahasia Petani Kanigoro
Basiri saat menunjukkan tempat pembuatan pupuk organiknya. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Basiri, petani Kanigoro, Pagelaran membocorkan cara pembuatan pupuk organik. Rahasianya layak untuk diketahui. Karena, dalam sehari, produksinya bisa mencapai 8 ton.

Pupuk organik itu pula yang mendasari inovasi padi hydroganik. Yakni, pertanian hidroponik organik yang dirintisnya.

Baca juga :  Budidaya Lele dan Padi Hydroganik Hasilkan Omset Belasan Juta.

“Per kilogramnya saya menjual pupuk organik Rp 280. Kalau 8 ton, omset Rp 200 ribu lebih sehari. Sebulan 24 hari, total omset saya Rp 6 juta,” ungkapnya.

Basiri pun membocorkan cara pembuatan pupuk organik. Bahan dasar yang digunakan adalah kotoran ayam.

“Harga kotoran ayamnya Rp 10 ribu per 20 kilogram,” katanya.

Pertama, kumpulkan semua kotoran ayam atau sapi. Setelah itu, masukkan dalam wadah khusus.

Kedua, beri tetes tebu sebagai fermentasi mikroba. Ketiga, siram dengan air bekas cucian beras atau tajin.

“Siram, kemudian aduk merata secara bersamaan. Lalu, tutup sampai kira-kira satu bulan. Tapi setiap minggu harus aduk kembali,” katanya.

Menurutnya, 20 kilogram kotoran membutuhkan 1 liter tetes tebu. Sedangkan, air bekas cucian berasnya sebanyak 5 liter.

“Setelah satu bulan, ayak untuk menghaluskan pupuknya,” jelasnya.

Basiri sudah mengetahui cara pembuatan pupuk organik sejak 2007. Tetapi, dia awalnya tidak berniat menjual pupuk.

“Dulu awalnya hanya saya gunakan untuk memupuk tanaman saya. Tetapi, lama kelamaan banyak orang minat. Sehingga, akhirnya saya jual,” ujar Basiri.(im/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih