Connect with us

Kabar Batu

Hujan Deras, Bumiaji Rawan Longsor

Diterbitkan

,

Petugas BPBD Kota Batu saat memasang EWS di Bumiaji. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kecamatan Bumiaji menjadi kawasan rawan longsor. Karena, topografinya berkontur miring. Apalagi, sekarang curah hujan sedang tinggi.

Titik rawan longsor berada di Sumber Brantas timur laut. Yakni, Tulungrejo, Gunungsari, Sumbergondo.

Selain itu, satu titik berada di wilayah Songgokerto. Tepatnya di kawasan wisata Payung.

BPBD Kota Batu mengupayakan langkah mitigasi non struktural. Misalnya, pembangunan kampung tangguh bencana.

“Ada 15 desa/kelurahan desa tangguh di Kota Batu. Tetapi, kami menarget seluruh desa kelurahan menjadi tangguh bencana,” terang Agung Sedayu, Kepala BPBD Kota Batu, Rabu (30/12).

BPBD Kota Batu juga menyiapkan langkah mitigasi struktural. Misalnya adalah penghijauan. BPBD sudah melakukannya awal tahun lalu.

Dengan cara, menanam rumput vertivier. Lalu, BPBD juga memasang alat early warning system.

Saat ini, BPBD sudah memasang empat EWS. Satu alat berasal dari pengadaan APBD.

Satu alat lainnya bantuan dari BNPB. Sementara, dua lagi dari Dinas ESDM Pemprov Jatim.

Tetapi, Agung menargetkan pemasangan 15 EWS. Dia menarget pemasangan 6 EWS.

“Kami sudah anggarkan di 2021. Legislatif juga mendukung sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat,” papar Agung.

Satu alat pendeteksi longsor seharga Rp 110 juta. Ekstensometernya sekitar Rp 55 juta. Sedangkan, warning sistemnya sekitar Rp 47 juta.

Cara kerja alat ini mengandalkan deteksi kabel baja ekstensometer. Ketika ada potensi longsor, kabel baja akan tertarik. Getaran ini juga mentransmisikan sinyal ke alat warning system.

Sehingga alarm bakal berbunyi. Juga menandai pergerakan tanah. Agung berencana memasang alat tersebut di lokasi lereng.

“Yaitu, lereng yang terdapat permukiman. Juga, lereng dengan kerapatan vegetasi yang mulai berkurang,’’ tutup Agung.(carep-04/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih