Hukrim
Kepanjen dan Sumawe Zona Merah Narkotika

KABARMALANG.COM – Kecamatan Kepanjen dan Sumbermanjing Wetan menjadi zona merah narkotika. Karena, mayoritas pecandu narkotika rehabilitasi BNN berasal dari sana.
Tahun 2020, BNN Kabupaten Malang merehabilitasi 91 pecandu narkoba.
“Dua kecamatan itu paling banyak temuan pecandu narkoba,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Malang, Letkol Laut PM Candra Hermawan, Senin (28/12).
Alhasil, sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkotika sangat intens. Terutama, di kedua kecamatan tersebut.
“Kita memang fokus melakukan P4GN. Karena, itu upaya meminimalisir penyalahgunaan narkoba. Sebagaimana ungkapan, mencegah lebih baik daripada mengobati,” terangnya.
BNN bekerjasama dengan berbagai lembaga untuk sosialisasi P4GN. Yakni, lembaga negeri, swasta, dan pendidikan.
Sehingga, BNN Kabupaten Malang sukses merehabilitasi 91 pecandu narkoba. Padahal, BNN Pusat hanya menarget 25 pecandu.
“Sekarang, mereka sedang menjalani proses rehabilitasi. Baik di Lapas maupun di rumah sakit,” tutup Candra.(im/yds)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026































