Connect with us

Hukrim

BNN Kabupaten Malang Rehabilitasi 91 Pecandu

Diterbitkan

,

Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut PM Candra Hermawan saat konferensi pers Akhir Tahun 2020 di Kantor BNN Kabupaten Malang, Senin (28/12). (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – BNN Kabupaten Malang berhasil merehabilitasi 91 pecandu selama 2020. Dari 91 orang, 5 orang di antaranya pecandu perempuan.

Kini, semua pecandu itu sedang menjalani rehabilitas. BNN menunjuk 5 instansi untuk rehab.

“Kelima instansi yakni Klinik Pratama BNN Kabupaten Malang. Lalu, RSJ Lawang. Pesantren Rakyat Sumberpucung. HMC Dau. Serta, Puskesmas Gondanglegi, ungkap Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut PM Candra Hermawan saat konferensi pers akhir tahun 2020 Senin (28/12).

Klinik Pratama BNN merehab 32 pecandu. Pesantren Rakyat Sumberpucung menangani 1 pecandu.

Selanjutnya, RSJ Lawang merawat 38 pecandu. HMC Dau 13 pecandu. Lalu, Puskesmas Gondanglegi 7 pecandu.

Candra mengatakan, pecandu tersebut juga tergolong usia produktif. Mayoritas dari mereka adalah remaja sekolahan.

“Rata-rata berusia 19-30 tahun,” katanya.

Tetapi, tidak semuanya menjalani proses hukum. Jika pencandu meminta rehabilitasi, maka tidak ada proses hukum.

“Untuk kategori ini, kami merehabilitasi secara gratis,” ujarnya.

Sementara, pecandu yang tertangkap harus menjalani tiga proses. Pertama, peyalahgunaan bisa rehabilitasi tanpa proses hukum.

“Tetapi, ada yang tertangkap tangan menggunakan narkoba. Rehabilitasinya di Lapas. Jika tertangkap sebagai pengedar, maka akan dipenjara,” beber Candra.

Sepanjang tahun 2020 ini, ada 32 pecandu narkoba tobat. Karena, mereka sadar dan melapor ke BNN Kabupaten Malang. Di sana, mereka meminta rehabilitasi.

“Jumlah itu sebetulnya melebihi target kami tahun 2020. Karena, target kami sebanyak 25 orang,” tutupnya.(im/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih