Connect with us

Edukasi

ITN : Kuliah Daring Hambat Praktikum Teknik

Diterbitkan

,

Jajaran rektorat ITN Malang. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Kampus ITN Malang bakal mencoba sistem perkuliahan luring. Ini setelah Kemendikbud memberi restu untuk pembelajaran tatap muka.

“Kami akan mencoba luring semester depan. Karena, Kemendikbud sudah mengizinkan. Tapi ada catatan pentingnya. Harus ada izin pemda masing-masing,” ujar WR 3 ITN Malang, Ir Fourry Handoko ST SS MT PhD IPU, kepada wartawan di ITN Malang, Jumat (11/12).

Agar pembelajaran luring digelar, harus ada izin Pemkot Malang. Saat ini, ITN Malang sedang menjajaki pengajuan izin tersebut.

“Persoalannya kan kami ini institut teknik. Pasti banyak praktikum. Harus ke laboratorium. Kalau daring agak susah,” sambung WR 1 Dr F Yudi Limpraptono ST MT.

Kendati demikian, ITN Malang tetap berpegang pada aturan. Selain pengajuan izin, ITN juga siap menerapkan protokol kesehatan.

Misalnya, pembatasan jumlah mahasiswa kuliah luring maksimal 50 persen. Lalu, pelaksanaan protokol kesehatan ketat.

Hal penting lainnya, adalah izin orangtua mahasiswa. Izin orangtua dituangkan dalam surat tertulis bermaterai.

Selama izin pemda belum muncul, ITN tetap kuliah daring. Sebab, secara sistem, ITN Malang sudah mumpuni.

“Kalau back up pembelajaran sepertinya masih kuat. Kami memiliki SPADA, sistem pembelajaran daring. Ini sudah ada sejak 2018,” tambahnya.

Seperti diketahui, sejumlah kampus di Malang tetap kuliah daring. Selain ITN, UB juga sudah menyatakan tetap kuliah daring.(carep-04/yds)

Terpopuler

// width=
Marketing Kabarmalang.Com
Aktifkan Notifikasi OK Tidak Terimakasih