Peristiwa
Angin Kencang Robohkan Baliho di Pertigaan Sulfat

KABARMALANG.COM – Angin kencang yang melanda Kota Malang merobohkan baliho berukuran jumbo di pertigaan Jalan Sulfat.
Hal tersebut dibenarkan oleh Alie Mulyanto, Kepala BPBD Kota Malang.
“Jadi hari ini ada laporan di sembilan titik. Berkaitan dengan pohon tumbang dan robohnya baliho di Jalan Sulfat karena angin kencang,” ujar Alie, dihubungi Kabarmalang.com, Selasa (8/12)
Tim BPBD Kota Malang bersama TRC, Dinas Lingkungan Hidup, dan Satpol PP langsung turun ke lapangan lakukan penanganan.
“Ketika aktivitas masyarakat terganggu, itu harus kita selesaikan dan evakuasi sehingga memperlancar aktivitas masyarakat,” jelasnya.
Alie menuturkan, menurut informasi dari BMKG ada potensi penambahan curah hujan sampai 40 persen dan kecepatan angin meningkat. Akan terjadi sampai minggu depan.
“Untuk itu, BPBD dan DLH bersama-sama melakukan pemangkasan pohon, dalam rangka pencegahan,” terangnya.
Alie berpesan agar masyarakat tetap waspada, berkaitan dengan cuaca ekstrem hidromedrologi dan angin kencang. (fat/fir)
Peristiwa2 minggu agoGeger Penemuan Jasad Bayi Laki-laki di Saluran Irigasi Sawah Sukonolo Bululawang, Polres Malang Buru Pelaku
Serba Serbi2 minggu agoPromo JSM Superindo Malang Hari Ini 3–5 Juli 2026: Ayam Segar dan Minyak Goreng Diskon Besar!
Pemerintahan3 minggu agoTekan Fenomena Fatherless di Momentum Harganas 2026, Pemkot Malang Gencarkan Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah
Serba Serbi2 minggu agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 5 Juli 2026: Dominasi Cerah Terik, Waspada Suhu Dingin Batu dan Kabut Malam Hari
Peristiwa2 minggu agoRampok Honda Jazz Putih di Sumberpucung, Pelaku Curas Viral Diringkus Polres Malang Saat Hendak Jual Mobil
Olahraga3 minggu agoHasil Piala Dunia 2026: Gol Telat Martinelli Bawa Brasil Menang Dramatis 2-1 dan Singkirkan Jepang di Babak 32 Besar
Serba Serbi2 minggu agoRamalan Zodiak Besok Jumat 3 Juli 2026: Cancer dan Capricorn Banjir Cuan, Sagitarius Wajib Waspada!
Serba Serbi2 minggu agoSitus Resmi BMKG Luncurkan Sistem Informasi Real-Time Terpadu: Antisipasi Dampak Puncak Kemarau 2026




































