Pemerintahan
Selama Pandemi, Angka Penderita HIV/AIDS Kota Malang Turun

KABARMALANG.COM – Angka jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Malang selama pandemi tahun 2020 ini mencapai 345 penderita. Mengalami penurunan dibanding tahun 2019 yakni 573 penderita.
Hal tersebut dibenarkan oleh Iwan Subagyo, selaku Ketua Sekretariat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Malang.
Iwan mengatakan tahun 2019 angka penderita HIV/AIDS tertinggi selama 15 tahun terakhir, dengan temuan 48 penderita per bulan.
“Pada tahun 2020, semenjak masuk pandemi, yang dimulai pada bulan April, ternyata angka penderita langsung menurun,” ujar Iwan kepada Kabarmalang.com, di Kantor KPA, (1/12).
Menurut Iwan, alasannya karena banyak orang yang takut ke puskesmas, karena jika tes HIV/AIDS, nanti juga akan disuruh tes Covid-19 juga.
Ia mengatakan pihak puskesmas juga ada jam pelayanan yang terbatas, tidak seperti sebelum pandemi.
“Pihak LSM yang biasanya merujuk orang untuk pemeriksaan juga sulit melakukan pertemuan secara langsung. Sehingga mereka tidak bisa mendampingi,” lanjutnya.
Tempat usaha yang tutup selama pandemi, kata Iwan, seperti karaoke, tempat hiburan, dan pijat juga berefek pada penurunan angka penderita HIV/AIDS.
Pelayanan HIV/AIDS Selama Pandemi
Iwan menuturkan selama pandemi, pelayanan kepada ODHA masih tetap berjalan, karena para ODHA harus selalu memeriksa tiap bulan ke layanan kesehatan.
“ODHA harus mengambil obat ke layanan rujuk. Mereka juga harus minum obat, karena obat tersebut harus diminum seumur hidup,” jelasnya.
Para pendamping ODHA juga melakukan pendampingan, baik bertatap muka secara langsung tapi dengan jaga jarak atau dengan video call.
“Yang penting tetap memastikan ODHA semangat minum obat, karena mereka kelompok rentan, ada masalah sistem pada kekebalan tubuh mereka,” terangnya.
Target Program Three Zero 2030
Iwan mengutarakan seluruh penanggulangan HIV/AIDS, tujuan akhirnya adalah program three zero di tahun 2030, yakni menuju sepuluh tahun akhir HIV/AIIDS 2030.
“Yang pertama, di tahun 2030, diharapakan tidak ada infeksi baru HIV dan tidak ada orang kena HIV baru,” katanya.
Kemudian, yang kedua tidak ada orang yang meninggal karena HIV/AIDS
“Ketiga, diharapkan pada tahun 2030 tidak ada stigma dan diskriminasi kepada orang-orang yang HIV AIDS,” tutupnya. (fat/fir)
Serba Serbi4 minggu yang laluPrakiraan Cuaca Jawa Timur Hari Ini 16 Juli 2026: Puncak Kemarau Didominasi Cerah, Batu Tembus 10°C dan Berpotensi Hujan Ringan
Serba Serbi3 minggu yang laluPromo PLN “Semangat Baru Makin Berdaya” 2026: Diskon Tambah Daya Listrik 50% Lewat PLN Mobile, Cek Syarat dan Cara Klaimnya!
Serba Serbi2 minggu yang laluDaftar Lengkap Hari Libur Nasional 2026: Cek Sisa Tanggal Merah dan Kalender yang Sudah Lewat
Serba Serbi2 minggu yang laluPanduan Seleksi CPNS 2026: Definisi Alur, Persyaratan Umum, dan Pemetaan Formasi Resmi SSCASN BKN
Pemerintahan1 minggu yang laluPembukaan Pusdiklat Paskibraka Kota Malang 2026: Wali Kota Wahyu Hidayat Gembleng 78 Pelajar Terbaik
Olahraga2 minggu yang laluTundukkan Blueblood FC 2-0, SSB Porma FC U-15 Tembus Semifinal Piala Soeratin U-15 2026 Zona Malang
Olahraga3 minggu yang laluPembukaan Manis Piala Soeratin U-15 Zona Malang: SSB Porma FC Cukur Diklat Persema 4-0 di Lapangan ARG Lawang
Pemerintahan4 minggu yang laluTingkatkan Ekonomi Ring I, PT MIP dan PT PPA Boyong Penggerak Sosial Studi Banding UMKM ke Malang dan Blitar


































