Connect with us

Kabar Batu

Desa Tlekung Kluster Baru, PSBL 10 Hari

Diterbitkan

,

Desa Tlekung Kluster Baru, PSBL 10 Hari
Penyekatan akses masuk Desa Tlekung akibat PSBL. (Foto : Carep-04)

 

KABARMALANG.COM – Masyarakat Dusun Gangsiran Desa Tlekung Junrejo terpapar covid-19. Total, ada 27 warganya yang positif.

Pemdes setempat pun memutuskan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Lokal. PSBL ditetapkan berdurasi selama 10 hari. Mulai 27 November sampai 6 Desember 2020.

Desa ini akhirnya menjadi kluster baru Kota Batu. Hal ini tidak ditampik pemerintah desa setempat.

“Data sementara yang masuk, 27 warga terpapar covid-19. Yang lain masih belum keluar hasilnya. PSBL pun diterapkan,” jelas Kades Tlekung, Mardi kepada kabarmalang.com pada Minggu pagi (29/11).

PSBL Gangsiran Tlekung menyekat akses masuk kawasan itu. Karena, ada jalan besar masuk ke dusun tersebut.

Pertama, penyekatan akses di RW 03 Tlekung. Tepatnya di kawasan Predator Fun Park.

Kedua, penyekatan akses ada di sekitar pintu TPA Tlekung. Ada petugas yang mendirikan posko di situ.

Akses jalan itu sendiri masih bisa dilewati. Walaupun, harus melewati pemeriksaan petugas PSBL yang berjaga.

Sementara itu, 27 orang positif diisolasi di Hotel Mutiara. Pemerintah Desa Tlekung pun menggencarkan tracing 27 orang itu.

Baca juga : Kembali Dievakuasi, Pasien Positif Covid-19 Desa Tlekung 27 Orang

Supaya, pemerintah desa bisa segera melakukan penindakan isolasi. Camat Junrejo, Bambang Hari Suliyan mengamini.

Bambang menerangkan, kecamatan tengah mempersiapkan kebutuhan logistik dan makanan. Penyiapan pangan bukan hanya untuk pasien positif Covid-19.

Tetapi, masyarakat yang melakukan PSBL juga. Sebab, ada 1670 warga Desa Tlekung terdampak PSBL.

“Dalam PSBL, ketersediaan logistik sangat penting dan harus diperhatikan,” tuturnya.

“Selain itu, aspek keamanan dan higienitas makanan harus diperhatikan,” imbuh Bambang.

Dapur umum mandiri pun dibuat. Petugasnya adalah Tim Penggerak PKK Desa Tlekung.

Mereka berupaya membuat ratusan bungkus nasi per hari. Ratusan makanan akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak PSBL.

Bambang berharap PSBL Desa Tlekung bisa berjalan sesuai harapan. Sehingga, tidak perlu ada perpanjangan hari penerapan PSBL nantinya.

Seperti diberitakan Kabarmalang.com, 27 warga Desa Tlekung terpapar Covid-19. Penyebaran berawal dari kelalaian prosesi pemakaman.

Baca juga : Lalai Pemakaman Covid, 16 Warga Tlekung Positif

Bulan Oktober lalu, ada pemakaman di Dusun Gangsiran. Namun, pemulasaraan jenazah Covid-19 tidak diterapkan.(arl/yds)

Iklan

Terpopuler