Connect with us

Peristiwa

Ponpes Terbakar, Santriwati Berlarian Selamatkan Diri

Diterbitkan

,

Petugas Damkar Kota Malang saat memadamkan api di Ponpes Jalan Gading Pesantren. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COMPonpes Miftahul Huda Jalan Gading Pesantren, Klojen, terbakar. Selasa (17/11) siang, asap membumbung dari dalam pondok.

Beruntung, kebakaran tak memakan korban jiwa. Api membakar dua bangunan gudang pondok putri.

Saksi mata, Muadun, menyebut asap hitam tiba-tiba terlihat. Itu sekitar pukul 10.30 WIB.

“Asap muncul dari lantai tiga. Santriwatinya panik dan berlarian keluar gedung,” katanya kepada wartawan.

Warga sekitar juga melihat kebakaran. Sehingga, mereka berupaya membantu memadamkan api.

Beberapa warga mengambil ember. Ada yang mengangkat galon air.

Semuanya menyiram titik kebakaran di gudang itu. Beberapa menit kemudian, Damkar Kota Malang tiba.

Empat unit mobil dan 20 pemadam tiba. Personel maksimal diturunkan karena posisi kebakaran berbahaya.

Ponpes ada di tengah kampung. “Laporan masuk jam 10.50,” kata Binmas Damkar Kota Malang, Sumadi.

Bangunan hampir terbakar sepenuhnya saat Damkar datang. Tapi, beruntung tak ada kebakaran tambahan.

Sehingga, Damkar melakukan pendinginan dan pembasahan di lokasi. Supaya, tak ada titik api baru yang muncul.

Damkar standby di lokasi selama dua jam. Ini untuk memastikan tak ada api baru.

“Penyebab kebakaran masih didalami. Kerugian masih dihitung,” tutupnya.(carep-04/yds)

Advertisement
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Kandang Ayam di Kromengan Terbakar Habis, Kerugian Rp 600 Juta

  2. Pingback: Awas Bahaya Kebakaran Walau Malang Raya Sering Kehujanan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Geger Video Gus Idris Tertembak, Eh, Ternyata Akting Konten Youtube

Diterbitkan

,

Kapolres Malang saat mengunjungi kediaman Gus Idris, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Selasa (2/3). (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Warganet sempat geger dengan beredarnya video penembakan kepada salah satu tokoh agama dan Youtuber. Yakni Idris Al-Marbawi atau Gus Idris, sapaannya, warga Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang.

Tentu saja, masyarakat bertanya-tanya kebenaran tayangan video Gus Idris ini. Seseorang misterius menembak Gus Idris.

Bahkan, untuk membuktikan kebenaran video itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menyambangi kediamannya. Selasa (2/3) siang, Hendri mengklarifikasi kebenaran insinden tersebut.

Alhasil, setelah klarifikasi, penembakan itu tidak benar-benar terjadi. Sedangkan video yang sempat viral itu hanya untuk kebutuhan konten Youtube.

“Bahwa Gus Idris ini tidak pernah tertembak dan tidak pernah mengalami luka apapun juga. Terkait video yang mereka lakukan ini adalah murni konten video cerita berseri untuk kepentingan YouTube,” ungkapnya saat berkunjung ke kediaman Gus Idris, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang pada Selasa (2/03).

“Saya juga sudah ketemu langsung dengan Gus Idris. Tidak ada sama sekali bekas luka tembak atau apapun di seluruh tubuh beliau,” sambungnya.

Sebelumnya, Hendri mengaku sudah memerintahkan jajarannya. Yakni terdiri dari Satuan Intelejen dan satuan Satreskrim Polres Malang. Serta Polsek setempat untuk melakukan penyelidikan terkait video tersebut.

“Terkait video yang sudah beredar, kita lakukan upaya-upaya penyelidikan. Agar tidak ada berita simpang siur. Kita akhirnya melakukan upaya-upaya. Sehinnga, mengetahui kejadian sebenarnya dari kejadian ini,” terangnya.

Setelah penyelidikan, ternyata benar jika video tersebut hanyalah untuk kebutuhan konten. Tidak ada penembakan dari orang misterius.

Atas dasar itu, Perwira kelahiran Solok, Sumatera Barat itu mengaku belum memastikan apakah kejadian ini akan terjerat hukum atau tidak.

Yang pasti Hendri akan melakukan tindakan klarifikasi dan menyelidiki akun-akun yang pertama kali menyebarkan isu penembakan tersebut.

“Saya belum bisa memastikan apakah ada proses hukum atau tidak. Tetapi yang pasti saya tetap akan mengambil langkah klarifikasi terhadap setiap pihak yang terlibat langsung dalam kegiatan ini,” ujarnya.

“Termasuk Gus Idris kita akan meminta klarifikasi langsung dan orang-orang yang ada dalam kejadian tersebut,” tuturnya.

Kabar Lainnya : Usai Geger Kecelakaan Kereta Api Di Sumberpucung, Satu Hari Kemudian Di Kromengan Ketemu Mayat.

“Kita juga akan melakukan penyelidikan terhadap akun yang pertama kali menyebarkan terkait berita penembakan ini,” tukasnya.

Sementara itu, Gus Idris juga memberikan statement bahwa dirinya tidak pernah menyebutkan kata penembakan dalam videonya tersebut.

“Saya Idris Al-Marbawi alhamdulilah sehat wal afiat, atas ijin Allah kita di sini diberikan kesehatan. Yang ingin saya sampaikan bahwa tidak ada unsur penembakan, karena saya dalam video ini tidak mengeluarkan penembakan,” tegasnya.

Ia bahkan mengatakan jika pihak-pihak yang mengatakan adanya penembakan adalah orang-orang tidak bertanggung jawab.

“Adapun yang menyampaikan ada unsur penembakan adalah orang-orang yang tidak bertanggung jawab, mungkin ada kepentingan yang lain,” ungkapnya.

Gus Idris menjelaskan jika video tersebut hanya untuk pembelajaran kepada masyarakat bahwa ilmu hitam tidak bakal bisa mengalahkan ilmu putih.

“Adapun dalan video tersebut mengandung pembelajaran bahwa yang mempercayai ilmu hitam tidak akan pernah menang melawan ilmu putih,” ucapnya.

Pria berkacamata ini juga mengatakan jika ia mendapatkan banyak pembelajaran dari video yang menyebabkan banyak perdebatan tersebut.

“Dan dari kejadian ini ada hikmah yang diambil khusus untuk saya sendiri dengan mengetahui siapa kawan dan siapa lawan,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Lagi, Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Pakis

Diterbitkan

,

Kediaman terduga teroris di Jalan Melati III A RT 10 RW 4 Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Hanya selisih beberapa hari, Densus 88 Mabes Polri kembali mengamankan dua orang terduga teroris di Malang.

Kali ini, Selasa (2/3) Densus mengamankan terduga teroris di Jalan Melati Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Slah satu tetangga terduga teroris itu, Sunarsih membenarkan adanya sejumlah polisi yang mendatangi gang di rumahnya.

Menurutnya jajaran polisi itu mengaku dari Mabes Polri. Beberapa di antaranya menggunakan pakaian dinas dan ada yang menggunakan pakaian preman.

“Mereka datang sekitar pukul 11.00 WIB. Ada yang pakaian dinas dan ada yang tidak,” ungkapnya, Selasa (2/3).

Dia tidak tahu pasti berapa jumlah polisi yang datang saat itu. Pasalnya, sebelum melalukan penggeledahan, petugas Densus 88 meminta warga di seluruh gang untuk masuk ke rumahnya masing – masing.

Alhasil Sunarsih pun tak mengetahui seberapa jelas polisi yang datang. Dia juga tidak tahu polisi menyita barang bukti apa. Terduga teroris sendiri berinisial BS.

“Saya nggak tahu bawa apa. Kami masuk dan tidak boleh merekam. Tapi saya sedikit ngintip dari jendela atas rumah,” terangnya.

Proses penggeledahan berlangsung kurang lebih satu jam. “Waktu itu saya selesai salat dhuhur masih berlangsung. Ada satu jam-an lah,” ucapnya.

Sebagai informasi Densus 88 Mabes Polri kembali mengamankan setidaknya 12 orang terduga teroris di Jawa Timur.

Densus mengamankan terduga teroris dari beberapa daerah berbeda di Jawa Timur. Mulai Bojonegoro, Surabaya, dan Malang.

Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar membenarkan penangkapan terduga teroris tersebut. Menurutnya, jajaran Polres Malang juga membantu penangkapan tersebut.

Kabar Lainnya : Dugaan Danai Teroris JI, Kotak Amal Disisir.

“Ia, benar. Ada penangkapan terduga teroris berinisial BS, berusia sekitar 41 tahun, di kawasan Jalan Melati Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang,” katanya.

Hanya saja, dia tidak mengetahui Densus mengambil barang bukti apa saja. Sebab, itu menjadi kewenangan Mabes Polri.

“Namun, saya mendapat info ia adalah salah satu tokoh dari jaringan Jamaah Islamiyah,” pungkasnya.

Sementara, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Gatot Repli Handoko enggan membeberkan penangkapan itu.

“Update nanti dari mabes polri yang akan rilis. Data masih sama rekan-rekan Densus (Densus 88),” singkatnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Usai Isi Bensin, Sepeda Motor Warga Sukun Tertimpa Pohon

Diterbitkan

,

Pohon ceri tumbang di Jalan Belakang RSSA menimpa sebuah sepeda motor (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – HSN, warga Kecamatan Sukun Kota Malang, 56 mengalami nasib sial. Sepeda motornya tertimpa pohon ceri setinggi 4 meter, akibat angin kencang.

Kejadian pohon tumbang tersebut terjadi di Jalan Belakang RSSA. Tepatnya di seberang Kamar Mayat RSSA Kota Malang, Selasa (2/2).

HSN menceritakan kronologi kejadiannya. Dia baru saja pulang kerja dari kantornya di RSSA. Sekira pukul setengah empat sore.

“Baru keluar dari kantor saya mampir beli bensin. Saya lihat langit sudah mendung. Setelah isi, saya langsung menutup tutup bensin,” uajr HSN kepada wartawan, Selasa (2/2).

“Saat menutup bensin, saya mendengar bunyi kreeek kreeek. Saya kira atap toko yang rusak. Saya toleh ternyata ada pohon kok mau miring, saya pun mundur,” tambahnya.

Saat HSN mundur, pohon ceri tersebut lalu tumbang secara perlahan menimpa sepeda motornya. Akibatnya stang bagian kiri motornya remuk.

“Alhamdulillah saya bisa selamat, untuk motornya nanti saya perbaiki. Karena yang rusak hanya bagian stang kirinya saja,” tutupnya.

Pelda Suyahrianto, Babinsa Kelurahan Klojen mengamini. Pihaknya saat terjadi pohon tumbang langsung menghubungi BPBD Kota Malang.

“Tadi BPBD Kota Malang bersama PMI dan RJT langsung menangani pohon tumbang. Memotong dan menyelamatkan motor yang tertimpa,” ujarnya.

Petugas penanganan membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam untuk mengevakuasi pohon tumbang tersebut.

“Iya tadi hanya 30 menitan. Awalnya jalannya kami tutup bersama warga sekitar. Setelah penanganan langsung kami buka lagi,” jelasnya.

Suyahrianto menduga tumbangnya pohon karena akar yang sudah lapuk plus terjangan angin kencang.

Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada saat cuaca ekstrem seperti saat ini.

“Pohon-pohon di sekitar rumah masing-masing untuk selalu dicek. Apabila mencurigakan, mohon segera dilaporkan, paling tidak ke kelurahan. Nanti kelurahan yang menindaklanjuti,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com