Pemerintahan
Batasi Praktik Rentenir, OJIR Andalan TPKAD Kota Malang

KABARMALANG.COM – Gerakan OJIR (ojok percoyo karo rentenir) menjadi salah satu nominasi penerima penghargaan TPAKD Award Nasional Tahun 2020.
Ojir ini merupakan program adalan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Malang.
Kata Ojir sendiri merupakan bahasa Malangan dalam menyebut kata uang. Ojir ini menjadi solusi keuangan Inklusi di Kota Malang.
“Program ini mudah dikenal orang, familiar tapi kaya makna,” ujar Walikota Malang Sutiaji mengawali presentasinya.
Gerakan Ojir yang membendung praktik rentenir atau bank titil ini selaras dengan program TPAKD Kota Malang untuk mendorong pertumbuhan UMKM.
Dalam Virtual Assesment TPAKD Award Tahun 2020, Walikota Malang Drs. H. Sutiaji didampingi Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan Aminurridho di NCC Kota Malang.
Walikota Malang Sutiaji menyampaikan asal mula gerakan Ojir. “Satu saat saya kumpulkan kaum dhuafa di masjid, setelah saya tanya apakah jenengan kenal dengan bank titil? Semua diam saja,” ucapnya.
“Tapi kalo yang punya utang dengan bank titil akan saya bebaskan, angkat tangan semua lebih dari dua pertiganya,” sambung Pak Aji sapaan akrab Walikota Malang.
Temuan riset di lapangan dari hasil survey terhadap 122 responden di 5 pasar tradisional di Kota Malang tahun 2020 menemukan fakta 24,6 % responden pedagang di pasar tradisional masih pinjam uang di bank titil/rentenir.
44,4 % responden pedagang menyampaikan alasan memilih bank titil karena kecepatannya atau langsung cair. Sehingga membayar utang menjadi kebutuhan yang penting menurut 67,6 % responden.
Sebanyak 67,8 % responden pedangan menyatakan belum memiliki akses kredit ringan yang difasilitasi pemerintah. Pemerintah Kota Malang berkomitmen memberantas bank titil/Rentenir.
“Penerima Ojir adalah UMKM, pedagang pasar dan waklijo istilahnya. Pinjaman maksimal 10 juta, maksimal 24 bulan, pesyaratannya hanya ktp saja,” ujar Pak Aji.
Gerakan Ojir yang sudah berjalan sejak 6 Desember 2019 ini sudah menyalurkan pinjaman sebesar 498,5 juta dari 130 nasabah. Total subsidi Baznas sampai bulan Maret 2020 sebesar 32,36 juta.
Kolaborasi pentahelix dalam gerakan Ojir ini sangat membantu keberlanjutan program ini. Keunggulan Ojir, bersumber dari non APBD dan adanya program literasi keuangan serta pendampingan bisnis UMKM.
Sedangkan, Baznas memberikan pendampingan literasi keuangan, Kopindag pendampingan bisnis UMKM dan evaluasi berkelanjutan oleh perangkat daerah dan lembaga kemasyarakatan. (Carep-03/fir)
Peristiwa21 jam agoPolres Malang Gandeng Komunitas Ojol Jadi Mitra Operasi Patuh Semeru 2026
Peristiwa19 jam agoPolres Malang Kembalikan Barang Bukti Hasil Operasi Sikat Semeru 2026 Kepada Korban
Peristiwa15 jam agoPolres Malang Tangkap Pemburu Satwa Dilindungi Landak Jawa di Sumbermanjing Wetan
Pemerintahan14 jam agoWali Kota Malang Wahyu Hidayat Dorong Terwujudnya Pesantren Ramah Santri
Olahraga10 jam agoBorneo FC Merangsek Naik Peringkat Klasemen Pekan ke 7 Super League 2026
Serba Serbi23 jam agoIndeks Harga Saham Gabungan IHSG Ditutup Melemah Tajam ke Level 5.266
Serba Serbi10 menit agoPrakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu 28 Oktober 2026 Cerah Berawan Hingga Hujan Petir





























