Connect with us

Peristiwa

Pengemis Gantung Diri, Sakit Prostat Menahun

Diterbitkan

,

Petugas saat membawa kantong berisi jenazah korban ke KM RSSA Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Pengemis nekat gantung diri di Klojen. Korban bernama Usman, 74. Dia ditemukan tewas di Jalan Halmahera, Minggu malam (15/11).

Kesehariannya, korban tinggal di rumah bedeng Jalan Halmahera. Rumahnya ada di area belakang deretan usaha cetak plat.

Minggu siang jam 14.30 WIB, korban diketahui masih hidup. Ini karena ada relawan yang rutin mengirim makanan untuknya.

Relawan datang bersama anak angkat korban, inisial Y, 14. Y tidak tinggal lagi bersama Usman.

Karena, kondisi Usman yang sudah tua. Y akhirnya dititipkan kepada Supartinah, 45.

Supartinah adalah penjual kopi keliling. Rumahnya tidak jauh dari rumah korban.

Kebetulan, hari Minggu, Y dan relawan sambang ke situ. Setelah mengirim makanan, keduanya meninggalkan korban.

Jam 19.30, relawan datang lagi ke rumah korban. Relawan kembali mengantar makanan.

Tapi, pintu rumah tak terbuka saat diketuk. Tak ada juga jawaban dari dalam rumah.

Setelah itu, relawan mendatangi Supartinah. Keduanya mendatangi rumah ini lagi.

Dari balik pintu, saksi mengintip dalam rumah. Terlihat ada tangan korban dari celah pintu.

Namun, saat dipanggil-panggil, korban tidak merespon. Sehingga, relawan dan saksi berteriak meminta tolong.

Tukang becak di sekitar lokasi mendatangi lokasi. Pintu rumah pun didobrak. Korban terlihat dalam kondisi telanjang.

Lehernya tergantung tali. Dia sudah tak bernyawa. Melihat ini, warga langsung menghubungi Polsek Klojen.

Polisi pun datang bersama Inafis Polresta Makota. Setelah olah TKP, jenazah dibawa ke KM RSSA Malang.

Menurut warga sekitar, korban menderita sakit. Selama setahun terakhir, dia sakit prostat.

Sakitnya pun tak kunjung sembuh.

Sementara, hasil penyelidikan, polisi tak menemukan tanda kekerasan. Satu-satunya bercak adalah bekas tali di lehernya.

“Jenazah korban dibawa kamar jenazah RSSA. Tidak ditemukan tanda kekerasan,” kata Kapolsek Klojen, AKP Akhmad Fani Rakhim membenarkan.(carep-04/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Kabel Listrik Tersangkut Truk, Tumbangkan Pohon Patahkan Tiang

Diterbitkan

,

Kabel Listrik Tersangkut Truk, Tumbangkan Pohon Patahkan Tiang
Sebuah tiang listrik patah dan pohon tumbang akibat tersangkut truk bermuatan tinggi (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Sebuah truk muatan yang terlalu tinggi tersangkut kabel listrik. Akibatnya satu tiang listrik patah.

Satu pohon juga tumbang karena terseret truk. Peristiwa terjadi Minggu (28/2) di Jalan Raden Intan, Blimbing, Kota Malang.

Kanit Sabhara Polsek Blimbing, Ipda Heroe membenarkan. Insiden itu terjadi sekitar pukul 15.20 WIB. Tepatnya di depan Kantor Balai Keuangan Malang.

“Kan ada truk dari arah barat ke timur. Dia melintas lalu tersangkut kabel telepon. Kemudian, kabel listrik tersangkut truk sejauh 50 meter,” ujar Heroe kepada wartawan, Minggu (28/2).

Kabar Lainnya : Lagi, Korsleting Listrik Bikin Rumah Terbakar.

“Setelah kabel tertarik, pohon ikut tertarik. Tiang penerangan di tengah jalan ikut tertarik. Kabel PLN juga tertarik,” tambahnya.

Tak lama setelah kejadian, BPBD Kota Malang merapat. Polsek Blimbing dan Pihak PLN juga datang mengevakuasi.

Petugas memotong pohon dan menepikan kabel listrik yang putus.

Heriono, Kasie Manajemen Rekayasa Lalin Dishub Kota Malang mengamini. Kejadian tersebut juga sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

Dishub dan Polsek Blimbing pun melakukan pengaturan lalu lintas. Ini untuk mencegah penumpukan kendaraan.

“Rekan seksi Dalops kebetulan di marko besar. Kita lalu turun tangan bersama jajaran Polsek Blimbing. Karena kantornya berdekatan dengan TKP,” ujarnya.

“Penanganan lalu lintas buka tutup. Ketika evakuasi kita tutup. Ketika antrean agak panjang kita buka. Seperti itu, sehingga tidak macet panjang,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Dua Remaja Asal Wagir Hampir Tewas Tenggelam Di Balekambang

Diterbitkan

,

Dua Remaja Asal Wagir Hampir Tewas Tenggelam Di Balekambang
Petugas saat mengevakuasi dua remaja asal Wagir yang sempat terbawa arus di pantai Balekambang, Kecamatan Bantur. (Foto: Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Dua remaja asal Wagir, Kabupaten Malang hampir tewas tenggelam. Beruntung mereka selamat dari maut di Pantai Balekambang.

Sabtu (27/2), dua remaja itu nyaris hilang tertelan ombak. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.20 WIB.

Korban selamat pertama bernama M Ibnu, 16. Sementara, korban kedua Didik Nur Hamid, 16. Keduanya warga Petungsewu Wagir.

Kabar Lainnya : Mahasiswa Brawijaya Asal Bogor Hilang Terseret Ombak Pantai Watu Leter.

Keduanya sempat tenggelam di laut saat berenang. Beruntung, pengunjung pantai segera menolong kedua remaja tersebut.

Kabar yang terimpun, dua remaja itu sedang berlibur. Mereka asyik berenang di pinggiran Pantai Balekambang.

Saking asyiknya, keduanya tidak terasa terbawa arus ke tengah. Lantas, dua remaja asal Wagir kemudian panik.

Kabar Lainnya : Pasutri Wagir Ditemukan Tewas Bunuh Diri.

Sehingga mereka kesulitan berenang. Mereka juga semakin susah untuk naik ke permukaan laut.

Salah satu pengunjung kemudian langsung menyelamatkan keduanya. Anggota dan instruktur pelatihan SARDOG pun menolong. Karena, SARDOG sedang menjalani pelatihan di laut Balekambang.

“Korban selamat kedua-duanya dari laka laut. Saat ini di Puskesmas Bantur guna pertolongan lebih lanjut,” ungkap anggota SARDOG, Addhy Susanto.

Sementara itu, motor korban ada di Posko Kesehatan Balekambang. Petugas menunggu kedua remaja pulih sebelum menyerahkan motor.

Kanit Gakkum Satpolair Polres Malang, Iptu Yoni Pribadi membenarkan. Tetapi, dia tidak menerima informasi kejadian laka laut tersebut.

“Infonya tidak masuk ke Satpolair karena korban selamat,” katanya.

Tetapi, Yoni tetap mengimbau kepada masyarakat. Jangan melakukan aktifitas berenang di laut.

Karena, Malang sedang cuaca ekstrem. Sehingga mempengaruhi ombak laut.

“Pengunjung atau wisatawan pantai, jangan berenang di laut. Karena saat ini cuaca sedang tidak menentu. Seperti angin kencang dan ombak besar,” ungkapnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Berinisial AYR di Singosari Malang

Diterbitkan

,

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Berinisial AYR di Singosari Malang
Rumah Kediaman Terduga Teroris yang Ditangkap di Malang. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Densus 88 menangkap terduga teroris di Singosari Kabupaten Malang. Terduga teroris berinisial AYR. Dia warga Perum Bumi Mondoroko Raya, Desa Banjararum Singosari.

Penangkapan oleh Densus 88 terjadi Jumat (26/2) kemarin. Ketua RT setempat, Heran Subagio mengaku heran.

Dia juga kaget atas penangkapan salah satu warganya itu. Karena ia tidak menyangka AYR adalah seorang teroris.

Menurut Heran, AYR tidak pernah berpenampilan seperti teroris. Bahkan, AYR telah tinggal di kediamannya sejak tahun 2002. AYR juga pernah menjabat sebagai ketua RT.

“Sehari-hari ia sudah lama tinggal di sini. Dia merupakan tim manajemen RT. Dan pernah juga menjadi ketua RT,” kata Heran.

Sebaliknya Heran menjelaskan AYR terkenal terbuka. Padahal, biasanya teroris acapkali anti sosial dengan warga. Beberapa warga juga kenal akrab dengan AYR.

“Kalau eksklusif gak mungkin kan jadi RT. Dia juga sering ke masjid. Dia orangnya aktif dan tidak eksklusif,” kata dia.

Heran pun menyebut AYR merupakan seorang guru. AYR juga bapak empat anak. Selain itu, AYR mempunyai usaha bimbingan belajar di rumahnya.

“Dia sehari-hari guru. Istrinya juga guru. Keduanya juga mempunyai bimbingan belajar di rumahnya. Tidak ada keanehan atau kecurigaan,” kata dia.

Kabar Lainnya : Gus Nur Ditangkap Polisi di Rumah Pakis Malang.

Karena itu, Heran mengaku heran ketika AYR dianggap teroris. Dia juga kaget ada penangkapan kemarin seusai salat Jumat.

“Ya saya terkejut. Waktu itu posisi saya sedang bekerja. Warga bilang ada polisi. Tertangkap kemarin selesai salat Jumat,” ucap Heran.

Seusai penangkapan terduga teroris, kondisi rumah AYR lengang. Heran pun mengaku warga tidak menjauhi. Masyarakat tetap memberi support. Warga juga tidak menjauhi.

Heran Subagio, Ketua RT di lingkungan TKP penangkapan terduga teroris.

“Istri saya kemarin setelah penangkapan mencoba me-WA. Kirim pesan ke istri beliau (AYR). Ya intinya dia (AYR) merupakan warga kami. Kami berikan support,” tutup dia.

Terpisah, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar membenarkan. Telah terjadi penangkapan oleh Densus 88. Tetapi, Hendri belum bisa menjelaskan detail penangkapan tersebut.

“Iya mas (kabarnya) Densus (88) ya,” singkatnya saat konfirmasi, Sabtu (27/2).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com