Connect with us

Pemerintahan

Workshop Ulat Sutera, Terapi Penyandang Disabilitas

Diterbitkan

,

Peserta workshop kewirausahaan ulat sutera, yakni para kaum disabilitas Kota Malang (Foto: Fathi).

 

KABARMALANG.COM – Dinsos-P3AP2KB Kota Malang mengadakan workshop kewirausahaan ulat sutera. Workshop diikuti para penyandang disabilitas sebagai terapi.

Workshop dihelat di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kamis pagi (12/11).

“Kegiatannya sudah dari hari Selasa (10/11) kemarin, ada budidaya ulat sutera, lalu pemintalan benang sutera, dan yang terakhir ini ada eco print,” ujar Titing Rara Wulansari, Pendamping Penyandang Disabilitas Kementrian Sosial untuk Malang Raya kepada Kabarmalang.com, Kamis (12/11).

Titing mengatakan budidaya ulat sutera penting untuk anak tuna grahita. Agar, mereka berusaha untuk disiplin waktu.

Bagian pemintalan dikerjakan tuna rungu-wicara. “Dengan itu mereka bisa fokus dengan pemintalan itu. Karena membutuhkan ketelatenan dan kesabaran,” imbuhnya.

Sementara, tahapan eco print, cocok untuk seluruh disabilitas. Fungsinya untuk mengendalikan emosi.

“Mereka bisa fokus untuk kegiatan ini. Ketika mereka emosinya meledak bisa kita diamkan. Dengan fokus memukul batiknya ini,” jelas Titing.

Pengajar workshop berasal dari Koperasi Kupu Sutra. Pesertanya sebanyak 20 orang.

Mereka dari Forum Komunikasi Disabilitas. Para penyandang tersebar di 5 kecamatan Kota Malang.

Tempat penjualan produk hasil workshop akan berkolaborasi dengan Dinsos. Ada ruangan kosong di kantor Dinsos Kota Malang.

“Kita menginginkan ada show room. Ketika ada kunjungan kerja atau wisata, kita pajang produknya,” jelasnya.

Koperasi Kupu Sutra berkomitmen membantu pemasaran produk tersebut.

“Nantinya akan diekspor. Karena pasarnya sudah ada di luar negeri. Di Amerika Serikat, Australia, dan Jepang,” ucap Titing.

Dia mengharap pelatihan ini berkelanjutan. Sebab, bisa menumbuhkan ekonomi. Juga, membantu dan memberdayakan kaum disabilitas.

Targetnya adalah menjadikan penyandang disabilitas, pengusaha muda.

“Kesempatan kerja penyandang disabilitas di pemerintahan terbatas. Kita mengajarkan dan mendorong mereka. Mereka bisa seperti non disabilitas yang lain,” tegasnya.(fat/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Cek Pelaksanaan PPKM, Kapolres Malang Kelilingi Desa

Diterbitkan

,

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar saat mengunjungi Balaidesa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, Selasa (2/3) mengunjungi sejumlah desa di Kabupaten Malang. Dia mengecek jalannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masayarakat mikro.

Hendri mendatangi Desa Rembun, Kecamatan Dampit. Kemudian, Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran.

Dari hasil pantauannya, Hendri mengatakan secara keseluruhan kedua desa itu sudah mematuhi aturan PPKM. PPKM mikro terlaksana sebagaimana instruksi Mendagri, Tito Karnavian.

“Alhamdulillah, temuan saya kedua-duanya (Desa Rembun dan Karangsuko) sudah sangat melaksanakan instruksi Mendagri kepada jajaran kami (Polri),” katanya.

Menurutnya, posko PPKM mikro Rembun dan Karangsuko sudah melengkapi seluruh persyaratan. Struktur posko PPKM mikro keduanya juga telah sesuai.

“Poskonya sudah lengkap semua. Strukturisasinya juga sesuai. Fungsi-fungsi sudah mengacu pada pada pembinaan, pencegahan, perencanaan dan pendukung,” tutur Hendri.

Hendri menyebut keberadaan posko PPKM Mikro itu sangat berdampak pada penekanan angka penyebaran covid-19.

“Alhamdulillah itu sangat berdampak. Seperti di Kecamatan Pagelaran. Hampir seluruh di Kecamatan Pagelaran ini menjadi zona hijau. Tinggal 6 RT saja zona kuning. Insyaallah minggu ini menyusul banyak yang sembuh,” pungkas Hendri.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

93 Anggota Kodim 0833 Kota Malang Jalani Vaksinasi

Diterbitkan

,

Anggota Kodim 0833 Kota Malang saat menjalani vaksinasi. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – 93 anggota Kodim 0833 Kota Malang menjalani vaksinasi. Vaksinasi terhelat di Denkessyah 05.04.03 Malang, Selasa (2/3).

Letkol Arm Ferdian Primadhona, Dandim 0833 Kota Malang membenarkan. Menurutnya, Kodim Kota Malang mendukung kesuksesan program pemerintah.

“Kegiatan vaksinasi covid-19 ini merupakan program pemerintah. Dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. Kami tentu mendukung penuh,” ujar Ferdian saat mendampingi Danrem 083/Bdj Kolonel Inf Irwan Subekti.

Menurut Ferdian, seluruh peserta vaksinasi harus melalui beberapa tahapan. Mekanisme pelaksanaan vaksinasi itu misalnya pemeriksaan kesehatan awal.

Tim medis juga harus memastikan kondisi tubuh pasien siap. Sehingga, tubuh pasien bisa menerima penyuntikan vaksin.

Vaksinasi terhelat mulai pukul 07.00 sampai 14.30 WIB. Sebelumnya, ada 119 orang yang terdaftar vaksinasi.

Sehingga, ada sisa 26 orang yang masuk daftar tunggu vaksinasi. Sebab, menurut Ferdian, ada beberapa orang yang gagal vaksin karena penyakit.

Misalnya, ada beberapa yang tensi tinggi. Kemudian, memiliki jantung bawaan. Tetapi, ada 9 orang yang baru menjalani vaksinasi besok (3/3).

Vaksinasi kedua, bakal terhelat 16 Maret 2021 mendatang. “Yang sudah vaksinasi, akan observasi 30 menit. Setelah tidak ada gejala, boleh meninggalkan lokasi vaksinasi,” tutup Dandim.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Hanya 16 Pengembang Kabupaten Malang Setor PSU, Sisanya Bermasalah

Diterbitkan

,

plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Kabupaten Malang, Imam Suyono. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Kabupaten Malang mengaku kesulitan untuk mengkoordinir pengembang agar menyerahkan Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum.

Pasalnya, plt Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Kabupaten Malang, Imam Suyono masih banyak pengembang yang bermasalah.

Seperti, pengembang yang menelentarkan perumahan serta legalitasnya yang tidak sesuai.

“Selama tahun 2020, hanya 571 pengembang yang sudah menyerahkan PSU-nya. Setelah kami cek, akhirnya terevisi tinggal 556 pengembang,” ungkapnya.

Dari 556 PSU pengembang itu, lanjut Imam, hanya 16 lokasi perumahan saja yang sudah proses serah terima dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman Dan Cipta Karya Kabupaten Malang.

“Kini 16 lokasi perumahan itu sedang proses pencatatan di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan Dinas Pertanahan Kabupaten Malang,” tuturnya.

Dari 16 pengembang itu, artinya jumlah pengembang yang menyetorkan PSU itu tidak sampai mencapai 1 persen dari keseluruhan.

Atas dasar itu, Imam mengaku akan melakukan penelusuran terhadap sejumlah pengembang yang bandel atau bermasalah.

“Nanti akan terus kita telfon para pengembang-pengembang yang belum menyetorkan PSU itu,” katanya.

“Untuk tahun 2021 ini kita targetkan 100 lokasi perumahan sudah menyerahkan PSU-nya,” pungkas Imam.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com