Connect with us

Peristiwa

Ketua Pemenangan SanDi Kecelakaan, Kondisi Kritis

Diterbitkan

||

Ketua Tim Pemenangan SanDi Hari Sasongko.

 

KABARMALANG.COM – Tim Pemenangan SanDi berduka. Ketua Tim Pemenangannya, Hari Sasongko kecelakaan di Sragen. Tepatnya, di tol Solo-Ngawi.

Dia mengalami kecelakaan bersama Amari dan Hariyanto, Jumat (13/11). Harsas, sapaannya, masih dalam kondisi kritis.

Sementara, Hariyanto, anggota fraksi PDIP DPRD, meninggal. Amari, anggota fraksi PDIP DPRD masih dirawat. Amari sudah siuman.

Menurut informasi, mereka sedang perjalanan menuju Yogyakarta. Keberangkatan mereka sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang.

Karena, ada agenda kunjungan kerja dewan. Amari dan Hari Sasongko dalam keadaan kritis. Keduanya dirawat di RSUD Dr. Moewardi, Surakarta.

Sedangkan, jenazah Hariyanto, masih di KM RSUD Dr Moewardi.

“Iya, saat ini saya sedang mendampingi beliau-beliau. Lokasi dirawat di Rumah Sakit Dr. Moewardi,” kata Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Malang, Darmadi.

Menurutnya, kendaraan korban menabrak truk dari belakang. Dugaan sementara, sopir kendaraan korban saat itu mengantuk.

“Pastinya belum tahu. Tapi katanya menabrak truk fuso di Tol Solo Ngawi,” tegasnya.

Plt Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin membenarkan.

“Alm Pak Hariyanto akan dipulangkan ke rumah duka. Infonya hari ini, Jum’at (13/11),” ujarnya.

Kader Partai Nasdem tersebut membenarkan ada kunker. Mereka akan berkunjung ke DPRD Kota Yogyakarta. Serta, Kabupaten Kulonprogo.

“Ada dua lokasi tujuan. Yakni ke Kabupaten Kulonprogo dan DPRD Kota Yogyakarta. Karena ada kegiatan di sana,” tutupnya.(im/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

Wanita Pengendara Motor Tewas Seruduk Pohon

Diterbitkan

||

Olah TKP kecelakaan tunggal akibat pengendara menabrak pohon (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Seorang wanita tak dikenal tewas di jalan. Ini setelah motor yang dikendarainya menabrak pohon, Jumat (4/12).

Kecelakaan terjadi di Jalan Citra Garden City, Buring, Kedungkandang. Peristiwanya diperkirakan sekitar pukul 12.45.

Kasatlantas Polresta Makota, AKP Ramadhan Nasution membenarkan saat dikonfirmasi. Rama, sapaannya, menceritakan kronologi peristiwa naas tersebut.

“Sepeda motor melintas dari arah timur ke barat. Kecepatan tinggi di jalan menurun,” ujar Rama, kepada wartawan, Jumat (4/12).

Saat menurun, Yamaha Jupiter N 5668 BX makin kencang. Karena melaju dengan kecepatan tinggi, korban kehilangan kendali kendaraan.

“Si korban kaget karena melaju terlalu cepat. Dia hilang kendali. Saat itu, ada sepeda angin yang berjalan searah di depannya,” lanjutnya.

Korban lalu secara spontan berbelok. Namun haluannya terlalu ke kiri. Sehingga, motornya menabrak pohon di sebelah kiri jalan.

“Kecelakaan pun tak terhindarkan. Korban luka serius di kepala dan meninggal dunia seketika,” jelasnya.

Warga sekitar langsung melaporkan peristiwa ini kepada polisi. Laka Lantas Makota pun mendatangi lokasi dan olah TKP.

“Tindakan kami setelah olah TKP adalah meminta visum et repertum mayat di RSSA Kota Malang,” tutup Rama.(fat/yds)

 

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Nenek di Kromengan Tewas Kecemplung Sumur

Diterbitkan

||

Lokasi sumur di Jatikerto Kromengan tempat seorang nenek kecemplung. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Seorang nenek kecemplung sumur di Jalan Tirtonadi, Jatikerto Kromengan. Korban bernama Astanem, 62.

Dia tercebur sumur Jumat subuh (4/12) pukul 3 pagi. Akibatnya, korban meninggal dalam perawatan.

Diketahui, Astanem terbangun sendiri Jumat subuh. Tak tahu kenapa, korban kecemplung sumur kedalaman 4 meter.

Dia berteriak meminta tolong. Tetangga dan keluarga mendengar teriakan itu. Masyarakat berupaya mengangkat korban dari sumur.

Mulut sumur cukup lebar. Sehingga, dia cepat diangkat dari dalam sumur. Namun, kondisinya menjadi kritis. Dia dilarikan ke rumah sakit.

“Saat berhasil dievakuasi, denyut nadi korban masih ada. Korban segera dibawa ke Rumah Sakit Ramdani Kromengan. Dengan harapan, nyawa korban bisa tertolong,” terang Kapolsek Kromengan, AKP Sapto Siswahyudi saat dikonfirmasi, Jum’at (4/12).

Namun, harapan tinggal harapan. Ketika sampai di RS Ramdani, nyawa korban tidak terselamatkan.

Diduga kuat, korban tercebur akibat darah tingginya kumat. Hal ini dibenarkan oleh menantu korban, Waidi.

“Penyakit korban kerap kambuh tiba-tiba. Diduga saat korban di sumur, penyakit darah tingginya kambuh,” terang Sapto.

Sapto menyebut, sebelum kejadian, korban terbangun lalu ke sumur. Sementara anak dan menantunya sedang tidur semua.

“Kebetulan Waidi mendengar suara korban dari kamarnya,” ujarnya.

Waidi mendengar suara berisik. Dia mendengar seperti ada barang jatuh ke sumur.

“Ketika mendatangi sumber suara korban sudah di dalam sumur,” tukas Sapto.

Jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka, Jumat (4/12).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Temuan Mayat Gemparkan Warga Letjen Parman

Diterbitkan

||

Petugas saat mengevakuasi temuan jenazah di Jalan Letjen S Parman 3, Purwantoro Blimbing. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Warga Jalan Letjen S Parman III, Purwantoro Blimbing, gempar. Jumat subuh (4/12), warganya meninggal mendadak.

Korban bernama Dwi Prihantono, 47. Dia asli warga S Parman gang III. Dia ditemukan tidak bernyawa sekitar jam 04.30 WIB.

Pedagang itu ditemukan tewas kali pertama oleh tetangganya. Korban sudah tak terlihat di kampung sejak Kamis (3/12).

Akhirnya, mertua korban, Yuliati memberitahu tetangganya, Buntoro Wibowo, 42. Si tetangga mendatangi rumah korban Jumat subuh.

Dia datang bersama Erni Maria, tetangga korban. Saat pintu rumah diketuk, tidak ada respon.

Karena khawatir, pintu rumah kamar korban dicongkel. Saksi pun kaget ketika melihat korban tergeletak.

Dia sudah meninggal dunia. Tangan kirinya juga telah terlihat membiru. Namun, belum ada bau busuk keluar dari jenazahnya.

Warga sekitar langsung dimintai tolong oleh saksi. Masyarakat, langsung menghubungi Polsek Blimbing.

Jajarannya Polsek Blimbing serta Inafis Polresta Makota merapat. Pun, PSC 119 Kota Malang ikut dikontak.

Jenazah korban langsung diamankan. Lalu, polisi mengolah TKP dan mencari keterangan saksi.

Setelah tindakan polisi finish, jenazah korban dilarikan ke RSSA. Hasil visum, tubuhnya tidak terdapat tanda kekerasan.

“Benar, kami menerima laporan itu. Dan langsung menindaklanjuti. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” kata Kapolsek Blimbing, Kompol Heri Widodo kepada wartawan, Jumat (4/12).

Polsek Blimbing lalu mendalami keterangan keluarga korban. Menurutnya, korban acapkali mengeluh nyeri di kakinya.

“Dugaan korban meninggal karena sakit,” tutupnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com