Connect with us

Hukrim

Dana Desa Sumber Kradenan ‘Dislentem’ 300 Juta

Diterbitkan

,

Dana Desa Sumber Kradenan 'Dislentem' 300 Juta
Kepala Desa Sumber Kradenan, Pakis, Ahmad Zaini saat digelandang oleh Kejari Kepanjen. (Foto: Imron Haqiqi).

 

KABARMALANG.COM – Dana Desa Sumber Kradenan, Pakis, raib Rp 300 juta. Kadesnya, Ahmad Zaini yang diduga ‘nyelentem’ uang itu.

Akibatnya, Kades Sumber Kradenan itu dicokok Kejari Kabupaten Malang. Dia pun digelandang ke Kejari Kepanjen, Rabu (11/11).

Di situ, Kades Sumber Kradenan diperiksa. Dia diperiksa sejak pagi sampai siang.

Sang Kades baru keluar dari Kejari Kepanjen sore. Dia langsung dimasukkan mobil tahanan Kejari, 15.10 WIB.

Dia pun tak memberi keterangan apapun. Kades Sumber Kradenan langsung kabur masuk ke mobil tahanan.

Dia dikembalikan ke LP Lowokwaru sebabai tahanan titipan. Dana Desa sejumlah Rp 300 juta diduga dikorupsi.

Korupsi Kades Sumber Kradenan terendus. Ada proyek yang tidak dikerjakan tahun 2019.

Yaitu, pengerjaan bangunan fisik seperti gapura desa. Serta, pembangunan jalan rabat beton.

“Ahmad Zaini kita tetapkan sebagai tersangka. Langsung kita tahan mulai hari ini. Penahanan kita lakukan sampai 20 hari kedepan,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Kepanjen, Agus Hariyono.

“Total anggaran yang ‘dislentem’ tersangka sebesar Rp 300 juta. Uang itu seharusnya untuk fisik gapura desa. Lalu jalan rabat beton,” beber Agus.

Penahanan Kades Sumber Kradenan sudah sesuai prosedur. Jaksa dilengkapi sejumlah alat bukti dan saksi-saksi.

“Tersangka mengakui Rp 300 juta dipakai kepentingan pribadi. Dana Desa tidak digunakan untuk fisik pembangunan desa,” tuturnya.

“Sudah sesuai keterangan saksi-saksi. Keterangan inspektorat dan saksi ahli. Hari ini langsung kita tetapkan tersangka dan ditahan,” tegas Agus.

Menurut Agus, ada 11 saksi yang didatangkan Kejari Kepanjen. Sampai penahanan ini, Kades Sumber Kradenan masih dijabat Zaini.

Kejaksaan segera melakukan penahanan. Supaya, tak ada barang bukti yang dihilangkan. Serta, tak ada upaya mempengaruhi para saksi.

“Ini untuk memudahkan proses pemeriksaan. Sehingga langsung kita tahan,” tuturnya.

Tersangka dijerat pasal 2 dan pasal 3 UU Tipikor. Ancaman penjara minimal 4 tahun penjara.

“Maksimal 20 tahun penjara. Bisa dihukum mati bilamana dalam keadaan darurat atau tertentu,” tutupnya.(im/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Preman Di Malang Terjaring Operasi, 7 Diamankan, Sita 76 Botol Miras

Diterbitkan

,

Preman Di Malang Terjaring Operasi, 7 Diamankan, Sita 76 Botol Miras
Polres Malang usai menjaring 7 orang di simpat empat Kepanjen demi antisipasi premanisme dan pemalakan. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Operasi preman di Kabupaten Malang mulai bergulir, Senin (14/6). Polres Malang, mengamankan 7 orang preman dari hasil operasi Cipta Kondisi.

Mereka terjaring di simpang empat Kepanjen, Kabupaten Malang. Ini merupakan operasi preman di Malang sebagai antisipasi tindakan premanisme, pemalakan dan penertiban anjal.

Kabar Lainnya : Terjaring Razia, Puluhan Warga Kabupaten Malang Jalani Rapid Test.

Operasi premanisme tersebut sebagai tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Kapolri. Yakni, pemberantasan premanisme, pemalakan dan penertiban anak jalanan di seluruh wilayah Indonesia.

Sebanyak 13 personil Polres Malang terjun dalam operasi tersebut. Alhasil, polisi mengamankan 7 orang terduga pelaku premanisme.

Tidak hanya itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, yaitu sebanyak 76 botol miras oplosan.

Sekarang, 7 orang yang terjaring razia masuk di Mapolres Malang untuk pendataan identitas dan proses hukum lebih lanjut.

Kasat Sabhara Polres Malang AKP Bambang Sidik membenarkan. Operasi memang terlaksana sebagai tindak lanjut perintah Presiden Joko Widodo untuk antisipasi premanisme di wilayah hukum Polres Malang.

“Operasi kita gelar di Simpang Empat Kecamatan Kepanjen. Kami menjaring 7 orang terduga pelaku premanisme dan anak jalanan beserta barang bukti 76 botol miras oplosan,” kata Bambang di halaman Mapolres Malang.

Mantan Kanit Lantas Polsek Singosari itu menerangkan, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap 7 orang yang terjaring ini.

Jika memang terlibat premanisme dan pemalakan, maka polisi akan menerapkan tindakan hukum.

“Kami masih lakukan pendataan identitas 7 orang pelaku untuk proses penyelidikan lebih lanjut,” akhirnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Ribuan Butir di Kota Malang

Diterbitkan

,

Polisi Tangkap Pengedar Pil Koplo Ribuan Butir di Kota Malang
Polsek Klojen merilis kasus narkoba jenis pil koplo (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Polisi Sektor Klojen Kota Malang berhasil tangkap pengedar pil koplo PR, 24 L, asal Sukun Kota Malang. Dia tertangkap dengan barang bukti 8000 pil koplo atau pil double L.

Kapolsek Klojen Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan. PR mendapat pasokan ribuan pil koplo dari salah satu tahanan lapas di luar Kota Malang.

Polisi tangkap pengedar pil koplo itu saat sedang menjajakan barang haram tersebut pada Rabu (9/6) lalu di Kecamatan Sukun Kota Malang.

“Bermula adanya laporan masyarakat tentang seringnya terjadi peredaran narkoba jenis pil koplo atau double L, di daerah Sukun,” ujar Nadzir kepada wartawan di kantor Polsek Klojen, Jumat (11/6).

Kabar Lainnya : Kelakuan Bejat, Kakek di Karangploso Cabuli Anak Tiri.

Selanjutnya polisi menggelar penyelidikan di salah satu kawasan di Kecamatan Sukun Kota Malang selama satu minggu lebih.

“Akhirnya pada Rabu (9/6) sekira pukul 22.00 WIB.  Pada saat itu, sudah kita curiga, di situ memang ada transaksi pil koplo sebanyak 2 ribu butir atau di dalam dua botol,” terangnya.

Polisi juga langsung mengamankan PR beserta barang bukti 2000 pil koplo serta uang sebesar Rp 850 ribu dari hasil penjualan pil koplo.

Tak berhenti di situ. Polisi juga menginterogasi tersangka. Awalnya tersangka menyangkal bahwa barang yang dia jual hanya 2000 pil koplo.

Namun polisi tak percaya begitu saja. Polisi kemudian melanjutkan penggeledahan di rumah tersangka yang terletak di Kelurahan Bandungrejosari Kota Malang.

“Di rumah tersangka, polisi menemukan ada 6 ribu butir pil koplo yang tersimpan di sana. Sehingga total barang bukti ada sebanyak 8 ribu butir pil koplo,” jelasnya.

Nadzir mengatakan bahwa tersangka yang berprofesi sebagai karyawan swasta itu sudah menjadi target operasi polisi selama setahun lebih.

“Akhirnya kami bisa menagkapnya pada 9 Juni 2021 kemarin. Tersangka bagian dari jaringan narkoba. Sehingga kami masih akan mengembangkan kasus ini,” tuturnya.

Dalam kasus ini, tersangka melanggar pasal 197 subsider 196  subsider 198 UU 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Tersangka terancam hukuman 12 tahun penjara.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Maling Motor Di Malang Town Square, Tipu Tukang Kunci Untuk Mencuri

Diterbitkan

,

Maling Motor Di Malang Town Square, Tipu Tukang Kunci Untuk Mencuri
Kapolsek Klojen Kota Malang, Kompol Nadzir Syah Basri saat rilis kasus curanmor (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Seorang maling motor beraksi di parkiran Mal Malang Town Square (Matos). Dia mengondol sebuah motor merek Honda Scoopy, pada Kamis (27/5) lalu.

Pelakunya berinisial BP, 23, seorang karyawan kafe di Dieng Kota Malang. Dia menjadi maling sepeda motor milik YF, seorang karyawan di Malang Town Square.

Kapolsek Klojen Kota Malang, Kompol Nadzir Syah Basri membenarkan. Nadzir kemudian menceritakan kronologi pencurian tersebut.

“Awalnya tersangka tiba di dalam parkiran Matos sekira pukul 17.00 WIB. Dia menggunakan sepeda motor Scoopy. Ketika parkir dia melihat ada sepeda motor scoopy yang parkir di sebelahnya,” ujar Nadzir, Jumat (11/6).

Kabar Lainnya : Maling Kotak Amal Beraksi di Tulungrejo, Nopol Motornya Terbongkar.

Dari situ munculah niat jahat BP untuk menggondol motor Scoopy itu. Karena motor tersebut tidak terkunci stang.  Kemudian ada juga karcis parkir yang tertinggal di jok samping motor itu.

Kemudian pelaku menuntun motor curiannya keluar dari parkiran Mal Matos. Saat menuntun motor curian itu, tidak ada kecurigaan sama sekali dari penjaga parkir. Karena dia sudah membawa karcis parkir.

“Tersangka kemudian membawa dan memarkir motor curian itu di sekitaran Taman Makam Pahlawan (TMP). Lokasinya tak jauh dari Mal Matos,” tuturnya.

Setelah itu, tersangka memanggil tukang kunci langganannya untuk membuat kunci duplikat motor itu. Di sini, dia memperdaya dan menipu tukang kunci itu.

Tersangka mengaku motor tersebut adalah miliknya. Sehingga, tukang kunci itu tidak merasa curiga terhadap tersangka.

Tersangka kemudian kembali lagi ke parkiran Mal Matos untul mengambil motor miliknya. Kemudian, dia kembalikan motor miliknya ke kos.

“Setelah dari kos, tersangka lalu kembali lagi ke TMP pakai jasa ojek online. Di situ dia mengambil motor curiannya yang telah ada kunci duplikat dan bisa nyala,” terangnya.

Pada malam harinya, tersangka langsung menjual motor curian itu ke seorang penadah berinisial AYD, 23, melalui media sosial dengan harga Rp 4,5 juta.

“Ya AYD ini juga tahu kalau itu barang curian. AYD terpaksa membeli karena alasannya buat kerja gitu dan keperluan kerja. AYD ini pekerjaannya swasta dan AYD ini berasal dari Jalan Kebon Jeruk Kota Malang,” tutur dia.

Di hari yang sama Polsek Klojen mendapatkan laporan dari korban. Polisi langsung menyelidiki melalui rekaman CCTV dan memburu tersangka maling motor.

Keesokan harinya pada Jumat (29/5) malam, polisi berhasil meringkus BP dan AYD di dua tempat yang berbeda di Kota Malang.

Dalam hal ini, BP terancam pasal 363 KUHP tentang pencurian motor. Dia terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Sementara itu, AYD terancam pasal 480  KUHP karena terbukti sebagai penadah. Ancaman hukumannya minimal penjara 5 tahun.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com