Connect with us

Pilbup 2020

Banner Paslon Malang Jejeg Dirusak Oknum

Diterbitkan

||

Banner Malang Jejeg yang dirusak. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Puluhan banner paslon independen dirusak orang tidak dikenal. Banner paslon nomor urut 3 itu dirobek.

Itu terjadi di Turen. Lalu, banner di Poncokusumo dan Ngajum hilang. Banner besar di Dau milik paslon Malang Jejeg, diketahui dibakar.

“Bahkan ada yang semalam baru dipasang Banner besoknya sudah hilang,” kata Ketua Departemen Kampanye Tim Kerja Malang Jejeg Dodi Hariyanto, Rabu (4/11).

Dia mengaku banyak menerima laporan perusakan banner. Baik LO desa dan LO Kecamatan.

“Banner kami di Kedungparingan juga dirusak,” ungkapnya.

Tim Kerja Malang Jejeg melapor ke Bawaslu Kabupaten Malang. Agar pelaku penindakan bisa segera ditindak sesuai aturan hukum.

“Marilah kita berkampanye secara fair dan sehat. Tanpa merusak APK paslon lain,” pungkasnya.

Ketua Departemen Legalisir Tim Kerja Malang Jejeg, Susianto berang. Menurutnya, perusakan banner paslon merupakan tindak pidana pemilu.

Ini diatur Pasal 280 (1) huruf G UU Nomor 7 Tahun 2017. Pelaksana pemilu dan tim kampanye dilarang merusak APK. Termasuk di dalamnya adalah banner.

“Ini adalah tindak pidana pemilu dan ada sanksi disana,” kata Susianto, Rabu (4/11).

Sanksi pidana perusakan APK adalah penjara maksimal 2 tahun. Denda maksimalnya 24 juta. UU Pilkada juga mengatur sanksi perusakan APK

“Sanksi dalam UU Pilkada, penjara 1 bulan,” tandasnya.

Departemen Legal Tim Kerja Malang Jejeg sudah mendata sementara. Lokasi banner rusak tersebar di wilayah Kabupaten Malang.

Antara lain Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Desa Sumber Sekar. Lalu, Desa Dengkol, Desa Kedung Paringan, Desa Banjarejo. Lalu, Karang Anyar Kampung Ngemplak, Poncokusumo.

“Kami melaporkan kasus ini ke Bawaslu. Bawaslu bertugas menjaga APK paslon dari aksi vandalisme,” Imbuhnya. (carep-04/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pilbup 2020

Bawaslu Kantongi 10 Pelanggaran Pilkada, 3 Diantaranya ASN

Diterbitkan

||

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COMPilkada Kabupaten Malang tahun ini tampnyaknya cukup panas. Pasalnya ketatnya rivalitas antar pasangan calon, juga banyak pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing paslon.

Berdasarkan data Bawaslu Kabupaten Malang, hingga saat ini sudah ada 10 pelanggaran yang dilakukan oleh ketiga paslon.

“Total pelanggaran itu diantaranya hasil temuan kami sekaligus laporan dari masyarakat,” ungkap Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva.

George merinci 10 pelanggaran itu diantaranya pelanggaran administrasi sebanyak 4 perkara, kode etik 1, dan pelanggaran hukum lain sebanyak 5 perkara.

“Perkara-perkara itu rata bagi masing-masing 3 pasangan calon. Tapi tidak semua dapat kami proses lebih lanjut akibat kurangnya data dan bukti-bukti,” ujarnya.

Menurutnya, hanya ada 3 perkara pelanggaran yang bisa dilanjutkan, dua diantaranya yakni dugaan pelanggaran ASN yang dilakukan oleh istri dari masing-masing 2 Calon Wakil Bupati Malang.

Pertama, atas nama Hanik Dwi Martya Purwoningsih, istri Calon Wakil Bupati Malang nomor urut 1, Didik Gatot Subroto.

Diketahui, Hanik selaku Kepala Desa Tunjungtirto diduga sempat mengkampanyekan suaminya pada Senin (28/9/2020) lalu di Desa Tamanharjo, Kecamatan Singosari, pukul 10.30 WIB.

Kedua, atas nama Juli Handayani, istri dari Calon Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Didik Budi Muljono. Ditengarai ia juga sempat mengkampanyekan suaminya di Desa Turen, Kecamatan Turen pada Selasa (10/11/2020) lalu.

Padahal, hingga saat ini pihaknya diketahui masih berstatus salah satu ASN di Kota Malang.

Ketiga, dugaan pelanggaran dilakukan oleh Kepala Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Rokhim. Dalam hal itu, Bawaslu Kabupaten Malang menemukan adanya unsur kampanye untuk pasangan calon nomor urut 1, yang dilakukan oleh Rokhim.

“Tiga dugaan pelanggaran ini, kita memberikan surat rekomendasi kepada KASN untuk memprosesnya. Jika proses KASN lama, maka kita akan bersurat ke Kemenpan RB,” tutup George. (imr/fir)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Bahas Pupuk, HC-Sanusi Adu Mulut

Diterbitkan

||

Debat publik Pilkada Kabupaten Malang 2020 dengan tema pembangunan. (Foto : Imron)

KABARMALANG.COM – Debat paslon Pilkada Kabupaten Malang, Jum’at (20/11) berlangsung panas.

Adu mulut antar kandidat kali ini cukup sengit. Khususnya, ketika membahas langkanya pupuk Kabupaten Malang.

Perdebatan itu dimulai Paslon Heri Cahyono-Gunadi Handoko. Sam HC, sapaan Cabup independen, menanyai Sanusi. Yaitu cabup paslon nomor urut 1 petahana.

“Saat ini pupuk langka. Banyak petani mengeluh. Lalu kalau anda jadi, bagaimana solusi yang akan dilakukan?” lempar Sam HC.

Pertanyaan itu kemudian ditanggapi Sanusi. Menurut Sanusi, pupuk bukan wewenang Bupati, tapi pemerintah pusat.

“Itu wewenang pemerintah pusat. Bupati sudah mencoba mengkomunikasikan dengan menteri. Tapi tetap tidak bisa. Anggarannya berkurang 50 persen akibat Covid-19,” sanggah Sanusi.

Tidak puas dengan tanggapan Sanusi, Heri Cahyono menyerang lagi. Dia mengatakan Bupati Malang seharusnya  berinisiatif menanggulangi kelangkaan tersebut.

“Kalau hanya berpatok pada aturan, Camat juga bisa. Seharusnya bisa mencari cara lain untuk membantu para petani,” katanya.

Sanusi tampaknya masih ingin memjawab sanggahan Heri Cahyono itu. Hanya saja waktu dalam sesi tersebut keburu habis.

Kemudian, perdebatan berlanjut lagi ke urusan BUMD. Sam HC menanyai paslon Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono. Topiknya tentang Badan Usaha Milik Daerah.

“Berdasarkan telaah kami, pendapatan BUMD Kabupaten Malang kecil. Ini dibandingkan dengan Sumbermaron dan Boonpring (non BUMD). Bagaimana solusi anda jika terpilih menjadi Bupati?” tanyanya.

Lathifah Shohib mengaku akan menyelaraskan program pemerintah pusat dengan Kabupaten Malang.

“Kita akan memanfaatkan jaringan DPR RI untuk mengembangkan pembangunan. Baik di Kabupaten Malang maupun di BUMD,” ujarnya.

Sam HC berbeda pandangan. Dia akan mencari founding untuk mengembangkan BUMD tersebut.

“Dengan investor kita yakin BUMD Kabupaten Malang akan meningkat. Sebab permodalan dan sponsor akan lebih terjamin,” ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah BUMD Kabupaten Malang ada 3. Yakni PDAM Tirta Kanjuruhan penyedia air bersih. Jasa Yasa bidang pariwisata. Dan BPR Artha Kanjuruhan di bidang keuangan.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Kyai Nyai Kampung Malang Utara Dukung Sandi

Diterbitkan

||

Deklarasi dukungan untuk Sandi dari Kyai dan Nyai Kampung. (Foto:Istimewa).

 

KABARMALANG.COM – Dukungan untuk paslon Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi) mengalir. Komunitas Kyai dan Nyai kampung pun menyatakan mendukung SanDi.

Kyai dan Nyai Kampung mayoritas berbasis di Malang Utara.

”Kami mengatasnamakan kyai dan nyai kampung di Kabupaten Malang. Mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Sanusi dan Didik Gatot Subroto,” ungkap Koordinator kyai dan nyai kampung Kabupaten Malang, KH Abdul Ghofur Amin, Kamis (19/11) sore di Singosari.

Menurutnya, deklarasi dukungan sudah didasari berbagai pertimbangan. Satu di antaranya, harapan mewujudkan kemakmuran Kabupaten Malang.

”Saat ini era milenial dinamis dan kompetitif. Diperlukan kepemimpinan berintegritas, berkapasitas dan berakuntabilitas. Serta memiliki kompetensi unggul di berbagai bidang kehidupan. Kami rasa itu ada pada sosok pasangan SanDi ini,” ungkapnya.

Dukungan Kyai dan Nyai kampung diklaim berasas tatanan politik. Yang sesuai dengan 9 nilai utama warisan Gus Dur.

Yaitu ketaukhidan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan, pembebasan, kesederhanaan, persaudaraan, kesatriaan dan kearifan lokal.

”Gerakan ini pengawal setia nilai cita dan sikap Gus Dur. Serta, mewujudkan tatanan kehidupan politik ideal 9 nilai utama,” ucapnya.

Deklarasi dilangsungkan di kediaman pengasuh ponpes Al-Ishlahiyah, Singosari. Acara dihadiri ratusan kyai dan nyai kampung Kabupaten Malang. Sekaligus cawabup Didik Gatot Subroto.

”Yang datang sekitar 150-an. Kebanyakan Malang Utara. Seperti Singosari, Lawang, dan Pakis,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com