Connect with us

COVID-19

Cegah Penularan Virus, Limbah Masker Disemprot Disinfektan

Diterbitkan

,

Rinawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Petugas kebersihan DLH Kota Malang dibekali disinfektan saat bekerja. Ini karena mereka bakal memungut limbah masker bercampur sampah

“Petugas kebersihan DLH sudah kita bekali dengan disinfektan. Jadi limbahnya disemprot dulu biar virus tidak mencemari mereka,” ujar Rinawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, kepada wartawan, di Kelurahan Purwantoro, (4/11).

Rinawati mengatakan, limbah masker di rumah sakit dikelola berbeda

“Karena pihak rumah sakit sudah kerjasama pihak ke tiga. Harus ada pengolahan tersendiri. Masker masuk limbah infeksius, atau limbah B3,” jelasnya

Sejauh ini, DLH sudah melakukan sosialisasi seputar hal ini. Baik di media sosial maupun kegiatan webinar.

“Masyarakat diimbau pembuangan masker tidak dicampur sampah rumah tangga,” terangnya.

Dia mengimbau limbah masker tersebut disendirikan. Jika ingin dibuang, sebaiknya disemprot dulu. Atau dibungkus dalam plastik tersendiri.

“Jangan sampai nanti limbah masker dipungut oleh pemulung. Karena ditakutkan yang menggunakan masker terkena Covid-19. Akhirnya menyebar,” jelasnya.(fat/yds)

Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Satu Pengurus Selesai Isolasi, Yayasan Al Ikhlas Disemprot Disinfektan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

COVID-19

Tes GeNose Stasiun Malang Kota Baru Hari Pertama, 4 Positif

Diterbitkan

,

Tes GeNose Stasiun Malang Kotabaru Hari Pertama, 4 Positif
Salah satu calon penumpang yang Tes GeNose C19 di Stasiun Kotabaru Malang, hasilnya negatif (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Tes GeNose C19 sudah tersedia di Stasiun Kota Baru Malang. Mulai Minggu (28/2), penumpang jarak jauh wajib GeNose.

Hal itu berdasarkan SE Kemenhub No 20 Tahun 2021. Yakni pelanggan jarak jauh wajib menunjukkan negatif GeNose C19. Atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR.

Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya membenarkan. Layanan GeNose di Stasiun Kota Baru Malang buka 07.00 -16.00 WIB.

“Pelanggan bertiket dan lunas, bisa memanfaatkan layanan tersebut. Dari jam 7 pagi sampai 4 sore,” ujar Luqman kepada wartawan, di Stasiun Kotabaru, Minggu (28/2).

Kabar Lainnya : Kereta Tanpa Lokomotif Jalan Sendiri Dari Stasiun Malang Kota Baru.

Pada hari pertama layanan GeNose, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sampai jam 11, ada 72 calon penumpang  ikut tes.

Dari 72 calon penumpang, ada empat yang positif. Luqman mengatakan ada beberapa tindakan merespons hal seperti itu.

Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI  Daop 8 Surabaya. (Foto : Fathi)

“Misal ada yang positif. Pertama, tidak kami bolehkan naik ke kereta api,” terang Luqman.

“Tiket kereta api kami batalkan. Uang kita kembalikan 100 persen penuh. Kami kembalikan langsung tunai di lokasi setelah mengambil hasil,” tambahnya.

Luqman menyarankan bagi yang hasilnya positif untuk isolasi mandiri. Kemudian melakukan pengobatan lebih lanjut di puskesmas atau klinik.

Kabar Lainnya : Dampak Covid-19, Penumpang KA Anjlok 50 Persen.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Dinkes Kota Malang. Kami sampaikan data penumpang tersebut (hasil positif) kepada mereka,” jelasnya.

Layanan tes GeNose Stasiun Malang Kotabaru terjangkau. Yakni Rp 20 ribu. Sementara tes rapid antigen Rp 105 ribu. Hasil tes GeNose juga lebih cepat keluar. Yaitu 3-5 menit saja.

“GeNose layanannya relatif lebih cepat. Tetapi kami tetap mengimbau masyarakat. Kalau mau tes jangan mepet-mepet jam keberangkatan kereta api,” pesannya.

“Antisipasinya kalau antre panjang. Risikonya ketinggalan jam keberangkatan kereta api. Seyogyannya kalau mau tes, bisa 3-5 jam sebelum keberangkatan. Bahkan mungkin satu hari sebelumnya,” tutupnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

KAI Daop 8 Surabaya Tambah Stasiun Pemeriksaan GeNose

Diterbitkan

,

KAI Daop 8 Surabaya Tambah Stasiun Pemeriksaan GeNose
Layanan Stasiun Kota Baru Malang ketambahan pemeriksaan GeNose. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – KAI Daop 8 Surabaya menambah 2 stasiun pemeriksaan GeNose. Sebelumnya, layanan ini hanya tersedia di Stasiun Surabaya Pasarturi.

Sekarang dua stasiun KAI Daop 8 Surabaya melayani GeNose. Yaitu Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Kota Baru Malang.

“Penambahan stasiun pemeriksaan GeNose C19 merupakan peningkatan pelayanan. Dalam rangka pemenuhan persyaratan perjalanan kereta api,” ujar Manajer Humas Daop 8 Luqman Arif, Sabtu (27/2).

Kabar Lainnya : Daop 8 Selidiki Gerbong Kotalama Jalan Sendiri.

GeNose di Gubeng tersedia mulai pukul 07.00 sampai 18.00. Sementara, Stasiun Kota Baru menyediakan GeNose sampai 16.00. Layanan ini berlaku setiap hari dengan biaya Rp 20.000.

Layanan GeNose C19 merupakan hasil sinergi BUMN. Yakni antara KAI dan Rajawali Nusantara Indonesia. Serta Universitas Gadjah Mada.

Ini karena pelanggan jarak jauh wajib negatif GeNose C19. Atau rapid test antigen atau RT-PCR.

Sampelnya maksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan. Sementara, keberangkatan saat libur panjang maksimal 1 x 24 jam.

Balita di bawah lima tahun tidak wajib GeNose. Syarat pemeriksaan GeNose di stasiun adalah memiliki tiket. Atau kode booking KA Jarak Jauh yang sudah lunas.

Calon penumpang juga pantang merokok, makan, dan minum. Ini untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19.

Saat pelaksanaan, calon penumpang harus meniup kantong hingga penuh. Kemudian, mengikuti arahan petugas atau petunjuk di lokasi pemeriksaan.

KAI memastikan pelanggan harus dalam kondisi sehat. Serta, memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah.

Layanan Genose C19 memang terjangkau bagi masyrakat. Tetapi, KAI Daop 8 Surabaya juga menyediakan tes antigen. Dengan harga Rp 105.000.

“Jadi pelanggan bisa memilih. Ingin menggunakan layanan rapid test antigen atau GeNose C19,” pungkas Luqman.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Operasi Yustisi Mergosono Kedungkandang Jaring 14 Pelanggar

Diterbitkan

,

Operasi Yustisi Mergosono Kedungkandang Jaring 14 Pelanggar
Operasi yustisi Mergosono Kedungkandang Kota Malang saat menjaring pelanggar. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM –Sebanyak 14 orang terjaring operasi yustisi di Mergosono Kedungkandang. Sabtu (27/2), belasan orang itu kedapatan tak bermasker.

Ada juga yang tidak menggunakan helm saat berkendara.  Mereka terjaring di depan SDN Mergosono Jalan Kolonel Sugiono.

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Mergosono pun menggiring pelanggar. Mereka juga memberi teguran dan sanksi kepada pelanggar.

Kabar Lainnya : PPKM Mikro, Operasi Yustisi Kota Malang Blusukan Ke Kampung Celaket.

Selain itu, aparat memberikan masker secara gratis. Dengan imbauan, masyarakat jangan pernah keluar rumah tanpa masker.

Operasi yustisi Mergosono terdiri dari aparat gabungan TNI-Polri. Serta, anggota kecamatan dan kelurahan setempat.

Kabar Lainnya : Razia Madyopuro, Operasi Yustisi Tegur Warga Tak Bermasker.

Kanit Lantas Polsek Kedungkandang, Iptu Sutadi membenarkan. Dia menyebut operasi yustisi Mergosono menyasar warga tak bermasker.

Targetnya, operasi yustisi bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab masyarakat. Sehingga, masyarakat terlindungi dari penyebaran covid-19.

Kabar Lainnya : Forpimcam Sukun Kota Malang Gelar Operasi Yustisi.

“Kami juga harus melaksanakan operasi dengan tanggung jawab. Supaya, protokol kesehatan terlaksana di tengah masyarakat Kedungkandang,” ujar Sutadi.

Dia pun berharap operasi yustisi ini bisa efektif. Karena, tren masyarakat Kota Malang sendiri terus membaik.

Kabar Lainnya : Operasi Yustisi Lowokwaru, 12 Pelanggar Terjaring.

“Harapannya bisa memutus rantai penyebaran covid-19 di Kota Malang. Khususnya masyarakat Kecamatan Kedungkandang,” tambahnya.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com