Connect with us

Edukasi

Merdeka Belajar Jilid 6 Diluncurkan

Diterbitkan

||

Nadiem Makarim, Mendikbud meluncurkan Merdeka Belajar ke-6. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kemendikbud meluncurkan Merdeka Belajar Ke-6. Temanya “Transformasi Dana Pemerintah untuk Pendidikan Tinggi”.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo meresmikannya secara virtual (3/11). Nadiem Makarim, Mendikbud, mengklaim ini akan memberi terobosan kampus.

“Merdeka Belajar pendidikan tinggi akan menyiapkan terobosan pendanaan fundamental. Agar tercapai pendidikan Indonesia yang lebih maju,” ungkap Nadiem.

Nadiem menjelaskan tiga mekanisme transformasi pendanaan. Mekanisme ini diklaim meningkatkan Indikator Kerja Utama kampus.

Pencapaian indikator utama IKU akan mempersiapkan mahasiswa unggul. Serta, riset dosen yang bermutu tinggi.

“Pendanaan perguruan tinggi berbentuk biaya operasional, mendorong tercapai IKU. Dengan sistem insentif yang sesuai dengan capaian itu,” ucap Nadiem .

Nadiem juga menyampaikan, Kemendikbud memiliki program matching fund. Program ini diharap mengakselerasi kontribusi industri bagi pengembangan pendidikan.

Serta meningkatkan awareness industri pada penelitian perguruan tinggi.

Ada pula pendanaan competitive fund. Ini diklaim mendorong inovasi dan perubahan bagi perguruan tinggi Indonesia.

“Competitive fund mendorong diferensiasi universitas menemukan jati dirinya. Menemukan spesialisasinya. Ini agar mereka maju dan siap menghadapi masa depan,” kata Nadiem.(carep-05/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Deddy Hernanto, Guru Inspiratif yang Kreatif dan Berprestasi

Diterbitkan

||

Drs. Deddy Hernanto M.Pd.I, pengajar guru kelas di MIN 2 Malang

KABARMALANG.COM – Drs. Deddy Hernanto M.Pd.I, pengajar guru kelas di MIN 2 Malang tersebut ialah guru yang kreatif dan memiliki banyak prestasi (25/11).

Ia memiliki motto yang cukup keren, sebagai seorang guru harus ada apanya, bukan apa adanya. Sebagai guru kalau bisa jangan hanya bisa mengajar saja, namun juga memiliki keterampilan.

Tak hanya itu, ia juga memiliki motto lagi, harus menjadi seorang yang kreatif, inovatif dan sensitif dalam bidang pendidikan. Ia menerapkannya dalam media pembelajaran yang ia tekuni selama 20 tahun.

“Yang kedua saya punya motto itu kreatif, inovatif, dan sensitif. Jadi artinya kreatif, inovatif sensitif artinya kita harus bisa membaca peluang-peluang dalam bidang pendidikan tentunya ya,” ucapnya.

“Terutama kalau saya itu di media pembelajaran. Nah itu saya tekuni mulai dari saya di MIN 1, sampai sekarang ya 20 tahunan lah,” sambungnya.

Deddy membuat media pembelajaran secara otodidak, hingga meraih berbagai prestasi seperti saat ini. Menurutnya, hal tersebut bisa tercapai karena memiliki motto harus berinovasi dan terus bereksperimen.

“Karya saya mulai dari yang konvensional, berbahan ramah lingkungan, sampai yang ke digital. Jadi kalau yang ramah lingkungan itu menggunakan bahan-bahan bekas seperti karton, kertas, dan sebagainya. Saya gunakan untuk misalnya membuat puzzle, membuat kartu permainan,” ujarnya.

Deddy menambahkan, untuk media pembelajaran digital berawal dari ia menyukai editing dan musik. Yaitu berupa eduklip, yang merupakan gabungan education dan klip.

Dalam video klip tersebut ia menggunakan lagu-lagu yang sudah populer. Kemudian ia cover dengan mengubah syairnya dengan materi pelajaran. Iringan musiknya pun juga ia mainkan sendiri.

“Jadi mulai dari main musik, rekaman, editing, semua saya sendiri. Jadi sampai sekarang saya tekuni, saya upload di YouTube. Sekarang sudah lumayan subscribe seribu lebih di channel Deddy Hernanto,” kata Deddy.

Sebagai guru kelas, ia senang bisa membuat banyak materi. Jika ada lomba, ia tinggal mengambil materi sesuai kategori lomba tersebut.

“Kalau saya kan guru kelas itu ya mengajar semuanya (mata pelajaran). Makanya saya bisa membuat materi banyak. Kalau dulu kan (guru) bidang studi ya. Dulu saya awalnya guru IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Jadi media saya dulu IPS saja, tapi kalau sekarang mulai dari matematika sampai apa itu saya buat,” terang Deddy.

“Makanya saya kalau ada lomba tinggal ngambil aja, temanya apa ya itu yang saya ambil. Kemarin lomba IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), walaupun saya bukan dari bidang IPA tetapi Saya punya materi IPA ya saya kirim,” imbuhnya.

Prestasi yang Deddy raih diantaranya juara 1 cipta lagu Kota Malang 2009, juara 1 guru prestasi Kota Malang 2017, juara 1 guru prestasi Jatim, juara 1 quiz insersi KPK, best performance expo literasi Jatim, guru inovator Kemenag Malang 2019, juara favorit video pembelajaran Jatim 2020. (alv/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Dinkes Monev Skrining Kesehatan Anak Sekolah

Diterbitkan

||

Agenda monev skrining kesehatan anak usia sekolah oleh Dinkes Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang monev skrining kegiatan anak usia sekolah. Monev dihelat di Same Hotel, Rabu pagi (25/11).

Peserta monve adalah 16 perwakilan puskesmas. Serta, 36 guru UKS SD dan SMP di Kota Malang. Monev telah diadakan Dinkes sejak 20 September 2020. Tujuan skrining, untuk intervensi kesehatan anak didik.

“Sehingga kondisi anak bisa ditindaklanjuti dengan cepa. Karena inti skrining adalah pencegahan,” ujar Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang kepada Kabarmalang.com, Rabu (25/11).

Hanun menuturkan, pandemi mengubah cara skrining. Prosesnya dilakukan secara daring. Skrining dilakukan lewat pengisian google form.

“Google form dari Dinkes Kota Malang diedarkan ke Puskesmas. Lalu dilanjutkan ke sekolah-sekolah se-Kota Malang,” lanjut Hanun.

Skrining format google form sangat detail. Skriningnya tentang fisik, mental dan pemberian imunisasi anak sekolah.

“Pertanyaannya seputar status gizi. Intervensi kesehatan vital. Gigi dan mulut juga dipantau. Kemudian pemberian imunisasi,” jelasnya.

Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Malang. (Fathi)

Skrining UKS berkaitan dengan pemantauan anak didik secara menyeluruh.

“Misalnya, skrining menemukan kelainan dan kekurangan atau permasalahan kesehatan. Maka, anak mesti dirujuk sesuai dengan kelainannya itu,” terangnya.

Hanun mengatakan penggunaan google form belum maksimal. Karena pengisian format google form terkendala sarana pra sarana.

“Kita akan skrining dengan kunjungan ke sekolah-sekolah. Tapi menunggu pandemi berakhir. Yang mengisi adalah petugas kesehatan,” jelas Hanun.

Selain monev, hadir pula Dinkes Provinsi Jatim. Materi soal kesehatan pun disampaikan. Yakni, oleh Sujud, Kasi Kesga Gizi Dinkes Provinsi Jatim.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

MIN 2 Malang Gelar Imunisasi Siswa

Diterbitkan

||

Siswi MIN 2 Malang saat imunisasi, Rabu (25/11). (Foto : Alvin Marina)

 

KABARMALANG.COM – Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Malang menggelar imunisasi siswa. Pesertanya adalah siswa kelas 1,2 dan 5. Imunisasi dihelat Rabu pagi (25/11).

Agenda tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan. Rabu hari ini merupakan jadwal imunisasi siswa kelas 2 Sasarannya adalah 195 peserta imunisasi.

“Namanya BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah). Imunisasinya Td (tetanus diphteria). Kalau untuk kelas 1 langsung 2 imunisasi. Yaitu MR (campak) dan DT (diphteria tetanus). Kelas 5 Td saja,” ujar bidan Puskesmas Janti, Aru Suciati Kartini.

Tujuan imunisasi tersebut agar siswa terhindar dari penyakit. Seperti tetanus, difteri, dan campak.

Harapannya, semua orang tua berpartisipasi dalam program pemerintah ini. Jangan menolak untuk dilakukan imunisasi.

“Karena imunisasi ini hak anak. Biar anaknya nanti sehat, kebal, terhadap penyakit,” tambah Aru.

Imunisasi tersebut dilakukan secara bertahap. Karena, petugas mengantisipasi pandemi covid-19.

Jangan sampai imunisasi menimbulkan kerumunan. Dalam sehari, hanya dijadwalkan imunisasi satu kelas paralel saja.

“Setiap kelas paralel itu terbagi lagi waktu-waktunya. Di sini kelas satunya sampai F. Jadi satu setengah jam kelas 1A. Kemudian berlanjut kelas 1B setengah jam berikutnya,” ucap Suroto S.Pd, M.Pd, koordinator bidang kesiswaan MIN 2 Malang.

Drs Supandri, Kepala MIN 2 Malang menegaskan pentingnya imunisasi. Anak-anak Indonesia harus kuat imun dan mental.

“Ini penting sekali. Program ini harus kita sukseskan. Dari sisi kesehatan mentalnya juga harus kuat. Kita harus persiapkan. Supaya tahan dari penyakit ya imunisasi ini. Harus sukses,” tutup Supandri.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com