Connect with us

Edukasi

SMK Telkom Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Diterbitkan

,

Siswa SMK Telkom Malang saat persiapan pembelajaran tatap muka. (Foto : Alvin)

KABARMALANG.COM – SMK Telkom Malang uji coba pembelajaran tatap muka, Senin (2/11).Uji coba ini hanya dilaksanakan 5 hari saja.

“Jumlah siswa pembelajaran tatap muka memenuhi kuota,” kata Ifa Choirunnisa, Waka Kurikulum SMK Telkom Malang.

Ifa mengatakan, pembelajaran tatap muka menerapkan protokol kesehatan. Yang telah dirancang SMK Telkom Malang.

Meliputi pengecekan suhu, cuci tangan, menjaga jarak, memakai masker. Siswa juga dihimbau membawa bekal sendiri.

“Kita semua sudah melihat, dan berjalan cukup lancar. Karena memang anak-anak ini praktik tatap muka. Ini terutama untuk siswa kelas 10,” tutur Ifa.

Menurut Ifa, tatap muka tersebut dikhususkan siswa domisili Malang saja.

Mereka mengikuti pembelajaran tatap muka dengan pakaian bebas rapi. Alasannya, karena seluruh wilayah belum diperbolehkan tatap muka.

“Yang boleh setahu kami zona kuning sama hijau. Kalau yang praktik, untuk zona merah dan oren itu boleh. Karena anak-anak pembelajaran 3 jam saja,” ucap Ifa.

Wakasek SMK Telkom Malang Ifs Choirunnisa saat memberi keterangan pers.

Sekolah ini memiliki sekitar 1500 siswa. Mereka dibagi menjadi 40 rombongan belajar (rombel). Dalam setiap rombel terdiri dari 36-38 siswa.

“Sekarang hanya uji coba tatap muka. Untuk membantu anak-anak yang kesulitan di praktik. Tatap muka yang sebenarnya, masih menunggu dari pemerintah,” tutur Ifa.

Guru untuk kelas 10 ialah 10 orang. 5 orang mengajar RPL. Dan 5 orang mengajar TKJ.

Intan Dian Rahmawati, siswa kelas 10 TKJ 4 mengaku senang. Dia bisa pembelajaran tatap muka lagi.

Karena dia bisa bertemu dengan teman-teman dan guru.

“Kebanyakan tidak paham kalau tidak dijelaskan langsung (tatap muka),” kata Intan.(carep-05/yds)

Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Vaksinasi Guru Tuntas, Kota Malang Siapkan Sekolah Tatap Muka Juli

Diterbitkan

,

Vaksinasi Guru Tuntas, Kota Malang Siapkan Sekolah Tatap Muka Juli
Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kemendikbud menargetkan vaksinasi covid-19 untuk guru selesai Juni 2021. Sehingga, wacana sekolah tatap muka pun muncul.

Sekolah tatap muka rencananya bergulir Juli 2021 nanti. Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana membenarkan. Guru memang masuk dalam prioritas vaksinasi tahap dua.

Dia juga sedang melakukan sejumlah persiapan. Supaya, sekolah tatap muka Juli 2021 nanti bisa berjalan.

“Mudah mudahan pada Juli nanti sudah bisa tatap muka, itu harapan dan target kami. Ya mudah-mudahan maksimal Juli 2021 itu,” ujar Suwarjana, kepada wartawan, Jumat (26/2).

Kabar Lainnya : Sistem PPDB Online Jalur Zonasi Diperpanjang Sampai Juni 2020.

“Guru Kota Malang vaksin Februari ini. Maksimal selesai awal Maret 2021,” tambahnya.

Disdikbud mendata ada 9873 guru. Itu terdiri dari guru TK sampai SMP Kota Malang. Mereka akan suntik vaksin tahap dua. Suwarjana menargetkan semuanya bisa tuntas vaksinasi.

Dia juga sudah mulai sosialisasi kepada wali murid. Supaya, siswa siap menuju sekolah tatap muka.

Selain itu, Kota Malang mulai simulasi sekolah tatap muka. Suwarjana juga sedang menyiapkan dua modul pembelajaran.

“Apakah nanti full atau 50 persen. Ataukah 25 persen. Atau bahkan hanya yang praktik-praktik saja. Pasti kami kaji dulu. Sekarang kami sedang proses pembahasan,” jelasnya.

“Termasuk juga modul pembelajarannya. Daring dan luring kan juga berbeda. Akan kita siapkan dua alternatif itu,” tutup Kadisdikbud Kota Malang.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Website UB Peringkat 6 Versi 4ICU, Posisi 5 Webometrics

Diterbitkan

,

Universitas Brawijaya. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Website Universitas Brawijaya (UB) terus mengalami pertumbuhan traffic. Pertama, UB posisi 6 perguruan tinggi Indonesia versi 4ICU.

Kedua, UB juga masuk posisi 5 versi webometrics. 4ICU merupakan situs pemeringkatan perguruan tinggi internasional.

Sekretaris Pusat Pemeringkatan LP3M UB, Adharul Muttaqin, membenarkan. Pemeringkatan ini berbasis traffic web atau berbasis web metrics.

“4ICU merupakan pemeringkatan website perguruan tinggi. Itu tidak secara langsung menggambarkan kualitas akademiknya,”katanya.

Kabar Lainnya : Kota Batu Tempati Peringkat Tiga Pernikahan Dini se-Jawa Timur.

Dia menjelaskan metodologi pengindeks menggunakan sejumlah web traffic. seperti Moz, Alexa, Majestic, dan SimilarWeb.

“Semua pengindeks tidak ada hubungannya dengan kegiatan akademik. Tetapi berkaitan dengan trafik website,” jelasnya.

Karena itu, Adharul menyarankan ada peningkatan kualitas informasi. Sehingga, web UB menarik dan bisa viral di medsos.

Kualitas informasi inilah yang menggambarkan perguruan tinggi tersebut. Salah satu upaya, menaruh link informasi ke website UB.

“Yakni saat berbagi informasi ke medsos IG ataupun Twitter. Ini dapat mengarahkan pengguna sosmed mengunjungi situs ub.ac.id,”katanya.

Sekretaris Pusat Pemeringkatan LP3M UB, Adharul Muttaqin

Sementara itu, versi Webometrics, UB peringkat 5. UI ada di posisi pertama. Kemudian, UGM, IPB dan ITS mengikuti di belakangnya.

Penilaian ini memakai tiga indikator. Yaitu web content impact atau visibility. Kemudian openness atau transparency. Serta excellence atau scholar.

Indikatornya berdasarkan jumlah backlink situs lain ke halaman website. Indikator ini juga memiliki bobot 50 persen.

Opennes, indikator kedua dengan bobot 10 persen. Ini dari jumlah sitasi Google Scholar penulis perguruan tinggi.

Sedangkan indikator yang terakhir, yaitu excellence. Ini berdasarkan jumlah karya ilmiah suatu perguruan tinggi.

Peringkat UB versi Webometrics mengalami kenaikan. Tahun lalu UB peringkat 6. Tahun ini menjadi peringkat 5.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Vaksinasi Tahap 2 Kota Malang, Suntik 9873 Guru TK Sampai SMP

Diterbitkan

,

Vaksinasi Tahap 2 Kota Malang, Suntik 9873 Guru TK Sampai SMP
Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana. (Foto: istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Vaksinasi tahap 2 Kota Malang berlangsung hari ini, Rabu (24/2). Dosen dan tenaga pendidik masuk prioritas vaksinasi.

Sebab mereka termasuk golongan yang memiliki interaksi dan mobilitas. Sehingga rentan terpapar covid-19.

Kadisdikbud Kota Malang Suwarjana membenarkan. Dia sudah mendata tenaga pendidik TK, SD, dan SMP. Totalnya sebanyak 9873 peserta.

“Sudah kami masukan datanya seminggu lalu. Guru ASN maupun tidak ASN. Tenaga pendidik dan kependidikan. Dalam hal ini non guru juga sudah kami masukkan,” kata Suwarjana, kepada Kabarmalang.com, Rabu (24/2).

Kabar Lainnya : Nakes Prioritas Utama Penerima Vaksin Covid-19.

“Guru honorer juga termasuk, sudah kami masukan datanya. Dinkes Kota Malang yang minta data untuk vaksinasi tahap 2,” tambahnya.

Suwarjana sejak awal sudah sosialisasi ke tiap sekolah. Tenaga pendidik harus mendukung gerakan vaksinasi. Kepala sekolah masing-masing juga mendapat mandat itu.

Kabar Lainnya : Sanusi Ajukan Diri Suntik Vaksin Covid-19.

Tetapi, OPD pendidkan ini hanya melingkupi TK, SD dan SMP. Sehingga, pendataan tenaga pendidik SMA/SMK dan universitas bukan Pemkot Malang.

“Universitas kemungkinan di kampusnya masing-masing. SMA/SMK melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Malang-Batu,” jelasnya.

Kabar Lainnya : 10 Proyek Prioritas Lanjut 2021.

Tetapi, belum ada konfirmasi jadwal vaksinasi untuk tenaga pendidik. Dia juga menunggu informasi lanjutan dari Dinkes Kota Malang.

Internal dinas pimpinan Suwarjana juga vaksinasi tahap 2. Sebanyak 164 peserta akan suntik pada 24-26 Februari 2021.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com