Connect with us

Edukasi

Unikama Gelar Wisuda Online Perdana

Diterbitkan

||

Universitas Kanjuruhan Malang saat menjelaskan soal wisuda online. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Universitas Kanjuruhan Malang mengantisipasi kluster baru penyebaran Covid-19. Sehingga, wisudanya digelar online, Sabtu (31/10) 08.30 WIB.

Wisuda ini merupakan yang pertama sejak masa pandemi. Acara tersebut dikuti 1397 wisudawan.

Wisuda diselenggarakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom.

“Sebanyak 17 program studi S1. Dan 3 program studi pasca sarjana. Total ada 20 program studi yang mengikuti wisuda online,” ucap Dr Ninik Indawati MPd, Ketua Pelaksana Wisuda.

Acara tersebut digelar pada 08.30 – 11.50 WIB. Wisuda dibagi menjadi dua link Zoom.

“Untuk toga bisa diambil di kampus atau kita kirimkan. Sebelum pengukuhan mereka harus uploud foto bertoga. Saat wisuda memang ada dua link Zoom. Kapasitas keduanya bisa melihat prosesi yang sama,” kata Dr Sudi Dul Aji M.Si, Wakil Rektor I Unikama.

Dr Sudi menambahkan, ini wisuda pertama setelah pandemi. Sebelumnya wisuda dijadwal April 2020. Karena pandemi covid-19, maka ada penundaan.

Sebelum akhirnya, Unikama menggelar wisuda secara daring.

Pada wisuda daring tersebut, wisudawan dipanggil namanya. Lalu, fotonya mengenakan toga akan muncul.

Foto ini dibarengkan dengan foto rektor dan dekannya. Acara tersebut terpusat di Sarwakirti.

“Kita semua di sana seperti proses wisuda biasanya. Hanya pesertanya yang di rumah masing-masing,” tutur Dr Sudi.

“Setelah proses wisuda, ijazah bisa diambil. Namun jika ingin dikirim, akan kita kirim. Wisuda daring ini tidak akan mengurangi bahagianya wisudawan. Merka pasti tetap bahagia dan memahami ini. Karena sekarang memang masih dalam masa pandemi,” tutup Dr Sudi.(carep-05/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Lulusan FT Unitri Bimtek SKT Kementerian PUPR

Diterbitkan

||

Bimtek SKT dari Kementerian PUPR untuk mahasiswa FT Unitri (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Lulusan FT Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang berbangga. Mereka tak hanya lulus dengan gelar sarjana.

Sebanyak 83 mahasiswa Teknik Sipil 2017 mendapat sertifikat tambahan. Yaitu, Sertifikat Keterampilan Kerja dari Kementerian PUPR RI.

Tepatnya, Dirjen Bina Konstruksi Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV Surabaya. Sertifikat didapat dari program khusus.

Yakni Bimtek Tenaga Terampil Bidang Jasa Konstruksi 2020. Bimtek dihelat 25-27 November 2020.

Kaprodi Teknik Sipil Unitri, Handika Setya Wijaya, SPd MT mengapresiasi. Ada beberapa sub bidang yang di-bimtek-kan kepada mahasiswa.

Meliputi, Kepala Pengawas Pekerjaan Jalan Jembatan, sejumlah 10 mahasiswa. Pelaksana Bangunan Gedung Pekerjaan Gedung, 19 mahasiswa.

Pelaksana Pekerjaan Jalan, sejumlah 9 mahasiswa, Pelaksana Pekerjaan Jembatan, sejumlah 3 mahasiswa. “Pengawas Bangunan Gedung sejumlah 23 mahasiswa. Dan Pengawas Lapangan Pekerjaan Jalan sejumlah 19 mahasiswa,” ucap Handika.

Wakil Dekan FT Unitri, Galih Damar Pandulu ST MT sepaham. Bimtek ini sesuai dengan kebijakan pembinaan SDM konstruksi nasional.

Kompetensi tambahan diperlukan lulusan bidang jasa konstruksi. Kompetensi yang dibutuhkan industri konstruksi perlu diselaraskan dengan lulusan.

“Materi kompetensi tambahan terdiri dari kompetensi umum. Misalnya, ketentuan peraturan perundang-undangan. Budaya kerja. Sistem pengadaan barang dan jasa. Serta, kompetensi lainnya,” katanya.

Dr Nawir Rasidi MT, Dekan FT Unitri mengapresiasi bimtek. Dia berharap mahasiswa peserta Bimtek SKT ini ketambahan ilmu.

Sehingga, mereka bisa bersaing di dunia kerja skala nasional. Dia berharap kerjasama dengan Kementerian PUPR terus terjalin.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Deddy Hernanto, Guru Inspiratif yang Kreatif dan Berprestasi

Diterbitkan

||

Drs. Deddy Hernanto M.Pd.I, pengajar guru kelas di MIN 2 Malang

KABARMALANG.COM – Drs. Deddy Hernanto M.Pd.I, pengajar guru kelas di MIN 2 Malang tersebut ialah guru yang kreatif dan memiliki banyak prestasi (25/11).

Ia memiliki motto yang cukup keren, sebagai seorang guru harus ada apanya, bukan apa adanya. Sebagai guru kalau bisa jangan hanya bisa mengajar saja, namun juga memiliki keterampilan.

Tak hanya itu, ia juga memiliki motto lagi, harus menjadi seorang yang kreatif, inovatif dan sensitif dalam bidang pendidikan. Ia menerapkannya dalam media pembelajaran yang ia tekuni selama 20 tahun.

“Yang kedua saya punya motto itu kreatif, inovatif, dan sensitif. Jadi artinya kreatif, inovatif sensitif artinya kita harus bisa membaca peluang-peluang dalam bidang pendidikan tentunya ya,” ucapnya.

“Terutama kalau saya itu di media pembelajaran. Nah itu saya tekuni mulai dari saya di MIN 1, sampai sekarang ya 20 tahunan lah,” sambungnya.

Deddy membuat media pembelajaran secara otodidak, hingga meraih berbagai prestasi seperti saat ini. Menurutnya, hal tersebut bisa tercapai karena memiliki motto harus berinovasi dan terus bereksperimen.

“Karya saya mulai dari yang konvensional, berbahan ramah lingkungan, sampai yang ke digital. Jadi kalau yang ramah lingkungan itu menggunakan bahan-bahan bekas seperti karton, kertas, dan sebagainya. Saya gunakan untuk misalnya membuat puzzle, membuat kartu permainan,” ujarnya.

Deddy menambahkan, untuk media pembelajaran digital berawal dari ia menyukai editing dan musik. Yaitu berupa eduklip, yang merupakan gabungan education dan klip.

Dalam video klip tersebut ia menggunakan lagu-lagu yang sudah populer. Kemudian ia cover dengan mengubah syairnya dengan materi pelajaran. Iringan musiknya pun juga ia mainkan sendiri.

“Jadi mulai dari main musik, rekaman, editing, semua saya sendiri. Jadi sampai sekarang saya tekuni, saya upload di YouTube. Sekarang sudah lumayan subscribe seribu lebih di channel Deddy Hernanto,” kata Deddy.

Sebagai guru kelas, ia senang bisa membuat banyak materi. Jika ada lomba, ia tinggal mengambil materi sesuai kategori lomba tersebut.

“Kalau saya kan guru kelas itu ya mengajar semuanya (mata pelajaran). Makanya saya bisa membuat materi banyak. Kalau dulu kan (guru) bidang studi ya. Dulu saya awalnya guru IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Jadi media saya dulu IPS saja, tapi kalau sekarang mulai dari matematika sampai apa itu saya buat,” terang Deddy.

“Makanya saya kalau ada lomba tinggal ngambil aja, temanya apa ya itu yang saya ambil. Kemarin lomba IPA (Ilmu Pengetahuan Alam), walaupun saya bukan dari bidang IPA tetapi Saya punya materi IPA ya saya kirim,” imbuhnya.

Prestasi yang Deddy raih diantaranya juara 1 cipta lagu Kota Malang 2009, juara 1 guru prestasi Kota Malang 2017, juara 1 guru prestasi Jatim, juara 1 quiz insersi KPK, best performance expo literasi Jatim, guru inovator Kemenag Malang 2019, juara favorit video pembelajaran Jatim 2020. (alv/fir)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Dinkes Monev Skrining Kesehatan Anak Sekolah

Diterbitkan

||

Agenda monev skrining kesehatan anak usia sekolah oleh Dinkes Kota Malang (Foto: Fathi)

 

KABARMALANG.COM – Dinkes Kota Malang monev skrining kegiatan anak usia sekolah. Monev dihelat di Same Hotel, Rabu pagi (25/11).

Peserta monve adalah 16 perwakilan puskesmas. Serta, 36 guru UKS SD dan SMP di Kota Malang. Monev telah diadakan Dinkes sejak 20 September 2020. Tujuan skrining, untuk intervensi kesehatan anak didik.

“Sehingga kondisi anak bisa ditindaklanjuti dengan cepa. Karena inti skrining adalah pencegahan,” ujar Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Malang kepada Kabarmalang.com, Rabu (25/11).

Hanun menuturkan, pandemi mengubah cara skrining. Prosesnya dilakukan secara daring. Skrining dilakukan lewat pengisian google form.

“Google form dari Dinkes Kota Malang diedarkan ke Puskesmas. Lalu dilanjutkan ke sekolah-sekolah se-Kota Malang,” lanjut Hanun.

Skrining format google form sangat detail. Skriningnya tentang fisik, mental dan pemberian imunisasi anak sekolah.

“Pertanyaannya seputar status gizi. Intervensi kesehatan vital. Gigi dan mulut juga dipantau. Kemudian pemberian imunisasi,” jelasnya.

Latifah Hanun, Kabid Kesehatan Masyarakat, Dinkes Kota Malang. (Fathi)

Skrining UKS berkaitan dengan pemantauan anak didik secara menyeluruh.

“Misalnya, skrining menemukan kelainan dan kekurangan atau permasalahan kesehatan. Maka, anak mesti dirujuk sesuai dengan kelainannya itu,” terangnya.

Hanun mengatakan penggunaan google form belum maksimal. Karena pengisian format google form terkendala sarana pra sarana.

“Kita akan skrining dengan kunjungan ke sekolah-sekolah. Tapi menunggu pandemi berakhir. Yang mengisi adalah petugas kesehatan,” jelas Hanun.

Selain monev, hadir pula Dinkes Provinsi Jatim. Materi soal kesehatan pun disampaikan. Yakni, oleh Sujud, Kasi Kesga Gizi Dinkes Provinsi Jatim.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com