Connect with us

Peristiwa

Gudang Dupa Terbakar, Penyebab Masih Misteri

Diterbitkan

||

Gudang Dupa Terbakar, Penyebab Masih MIsteri
Kebakaran gudang dupa di Wagir. (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COM – Gudang dupa di Dusun Sekar Putih, Mendalanwangi, Wagir, terbakar. Kebakaran Jumat (30/10), pukul 21.00 sontak menggegerkan warga.

Gudang dupa itu milik Sodikin, 36, warga setempat. Tak ayal, seluruh masyarakat berupaya menyiram api agar padam.

“Namun, upaya masyarakat itu tidak membuahkan hasil. Api tetap semakin membara,” ungkap Kabid PPK Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Malang, Goly Karyanto kepada Kabarmalang.com, Jumat (30/10).

Baca juga : Gudang Distributor Popok Karangploso Kembali Terbakar

Warga kemudian berinisiatif melapor pada Pemadam Kebakaran.

“Sekitar pukul 22.05 WIB kita mendatangi lokasi,” tandasnya.

Si jago merah cukup bandel. Pemadam membutuhkan waktu dua setengah jam untuk memadamkan api.

“Kami baru berhasil menjinakkan api pukul 00.30 dini hari,” tuturnya.

Baca juga : Lagi Korsleting Listrik Bikin Rumah Terbakar

Setelah penanganan gudang dupa terbakar, Damkar tetap di lokasi. Petugas mencari barang bukti dan informasi penyebab kebakaran.

Pemadam mencari keterangan dari warga setempat. Juga, melihat lokasi puing gudang dupa tersebut.

Setelah penyelidikan, pemadam meninggalkan lokasi. Hingga saat ini, pemadam belum mengetahui penyebab dari kebakaran tersebut.

Kerugian gudang dupa terbakar mencapai Rp 25 juta.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Penyebabnya masih kita identifikasi hingga saat ini. Belum berani menduga-duga,” tuturnya.

Dia mengimbau warga masyarakat waspada. Jika ada kebakaran, jangan ragu menghubungi pemadam.

Supaya, kerugian yang lebih besar bisa dicegah.(im/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukrim

Remaja Kalipare Diduga Korban Pembunuhan

Diterbitkan

||

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Adit Pratama, 13, warga Desa Sukowilangun, Kalipare diduga dibunuh. Ini ditegaskan Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Menurut Hendri, jajaran Satreskrim Polres Malang menemukan beberapa kejanggalan. Ditemukan ada bekas luka di tubuh korban.

“Sekaligus, mayat korban diketahui sudah tertutup daun singkong. Di situlah kejanggalannya,” ungkap Hendri, Senin sore (30/11).

Atas dasar itu, Hendri memerintahkan jajarannya memonitor otopsi korban. Dia juga memerintahkan penyelidikan intensif.

“Anggota sedang melaksanakan lidik lapangan dan rumah korban,” terangnya.

Hendri menekankan ada beberapa orang yang diperiksa.

Mulai dari keluarga hingga orang yang terakhir bersama korban.

“Kabarnya ada dua orang temannya yang terakhir bersama korban,” katanya.

Seperti diberitakan, mayat Adit Pratama, 13 ditemukan Senin (30/11). Dia ditemukan petani pukul 09.00 WIB di ladang singkong.

Keluarga korban mencarinya sejak Jum’at (27/11) malam. Saksi bernama Ngatimin, membenarkan melihat korban Jumat malam.

Dia mengaku sempat melihat korban nongkrong di warkop. Korban masih terlihat Sabtu (28/11) dini hari.

“Saat itu ia (korban) ngopi dengan teman-temannya. Pasca itu saya tidak tahu lagi,” ujar Ngatimin.

Sementara ini polisi masih memeriksa 7 orang saksi. Kemungkinan, saksi masih akan bertambah lagi.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Polisi Periksa 7 Saksi Terkait Mayat Kalipare

Diterbitkan

||

Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru (kanan) saat pemeriksaan saksi. (Foto: Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Mayat di kebun singkong dipastikan Adit Pratama, 13. Dialah warga Desa Sukowilangun Kalipare yang sempat hilang.

Satreskrim Polres Malang pun mengambil alih kasus ini. Polisi sudah memeriksa 7 orang saksi.

“Kami pastikan ini jenazah inisial A. Kami periksa tujuh saksi. Kemungkinan masih bertambah lagi,” ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo kepada wartawan, Senin (30/11).

Pemeriksaan sejumlah saksi disebabkan adanya kejanggalan mayat. Jenazah Adit seperti sengaja ditutup daun singkong.

“Pemeriksaan saksi untuk menarik kesimpulan penyebab meninggalnya korban,” terang Andaru.

Hanya saja, Andaru masih enggan mengutarakan dugaan utamanya. Yakni, apakah Adit meninggal karena pembunuhan.

“Apakah korban pembunuhan atau tidak belum bisa disampaikan. Kami masih menunggu hasil otopsi RSSA Malang,” tegasnya.

Tanda bekas luka di tubuh korban juga belum diketahui. “Karena saat ditemukan kondisi korban sudah membusuk. Khususnya di bagian kepala,” katanya.

Seperti diberitakan, mayat Adit Pratama, 13 ditemukan Senin (30/11). Dia ditemukan petani pukul 09.00 WIB di ladang singkong.

Keluarga korban mencarinya sejak Jum’at (27/11) malam. Saksi bernama Ngatimin, membenarkan melihat korban Jumat malam.

Dia adalah keamanan pasar desa Sukowilangun. Dia mengaku sempat melihat korban nongkrong di warkop. Korban masih terlihat, Sabtu (28/11) pukul 02.00 WIB.

“Saat itu ia (korban) ngopi dengan teman-temannya. Pasca itu saya tidak tahu lagi,” kata Ngatimin.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Peristiwa

Penemuan Mayat Remaja Hebohkan Kalipare

Diterbitkan

||

Penemuan Mayat Remaja Hebohkan Kalipare
Warga Kalipare digegerkan dengan penemuan mayat remaja

 

KABARMALANG.COMWarga Kalipare digegerkan dengan penemuan mayat remaja di ladang. Jenazah itu ditemukan dalam keadaan hampir membusuk, Senin (30/11).

Diduga kuat, mayat tersebut adalah Adit Pratama, 13. Dia remaja asal Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare.

Dia dikabarkan hilang sejak Jumat lalu. “Ada penemuan mayat remaja di tengah ladang singkong,” kata Kanit Reskrim Polsek Kalipare, Ipda Imam Arifin saat dikonfirmasi, Senin (30/11).

Saat ditemukan jam 9 pagi, tubuhnya tertutup daun singkong. Saksi pertama yang menemukan adalah petani Kalipare.

“Memang benar, saat ditemukan tubuhnya tertutup daun singkong,” tandasnya. Dari sini, dugaan pembunuhan terhadap remaja Kalipare itu menguat.

Karena, tubuhnya seakan sengaja ditutup daun. Meski demikian, polisi tidak mau membuat kesimpulan dangkal.

“Penentuan apakah ini pembunuhan atau tidak harus dari otopsi. Masih kami lidik,” sambungnya.

Polisi enggan cepat-cepat membuat kesimpulan. Sebab, mayat remaja itu sudah membusuk saat penemuan.

Secara kasat mata, Reskrim Kalipare belum memastikan luka korban. Karena itu pula, hasil pemeriksaan forensik dibutuhkan.

Jenazah korban sudah dilarikan ke KM RSSA Malang. Polisi menduga kuat jenazah itu adalah Adit. Karena, dia memang dilaporkan hilang oleh keluarganya.

“Kontak terakhir dengan keluarga Jumat. Setelah itu dicari-cari tidak ada. Sekarang ditemukan sudah tak bernyawa,” tambahnya.

Kali terakhir, korban diketahui ngopi di sebuah warung Kalipare. Setelah itu, handphone-nya mati.

Polisi tengah melakukan penyelidikan mendalam. Pemeriksaan saksi sedang berjalan sampai saat ini.

“Kami sedang memeriksa 3 orang temannya sebagai saksi,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Disparbud Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Hari Jadi Kabupaten Malang dari Perumda Tirta Kanjuruhan

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com