Connect with us

Pilbup 2020

Nomor Handphone Diretas, Cabup Sanusi Lapor Polisi

Diterbitkan

||

Cabup Malang, Sanusi. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Nomor handphone cabup Malang Sanusi dibajak. Akibatnya, banyak pesan yang mengatasnamakan Sanusi.

Pesan yang tersebar menunjukkan nomor pribadi asli Sanusi. Yakni, nomor 081230xxxxxx.

Lewat pesan singkat, nomor itu menagih hutang. Beberapa orang sudah menerima pesan tersebut.

Isi pesannya adalah kata-kata kotor dan kasar.

Akun instagram pribadi Sanusi @abahsanusi.N1, mengunggah hal ini.

Sanusi mengajak warga Kabupaten Malang mengabaikan pesan tersebut. Pasalnya, pesan tersebut bukan darinya. Tapi dari oknum yang membajak nomornya.

Sanusi meminta maaf atas ketidaknyamanan itu.

Sanusi telah melaporkan peristiwa ini ke Polres Malang. Dia juga menginstruksikan asisten pribadinya, Andik Fajar Kurniawan untuk laporan resmi.

Pengawal pribadi Polres Malang juga sudah mendapat amanat tersebut.

“Abah (Sanusi) melapor. Saya dan walpri yang melaporkan atas perintah abah. Ini masih by phone. Laporan resminya menunggu instruksi abah,” kata asisten pribadi Sanusi, Andika, Minggu (20/10).

Sanusi melapor karena ada unsur pencemaran nama baik. Pelaku terancam UU ITE.

“Iya nanti terjerat UU ITE. Karena mencemarkan nama baik. Abah bilang mendoakan pelaku penyebaran pesan hoaks dibuka hatinya. Serta dilapangkan rejeki juga kesehatannya,” tambahnya.

Nomor pribadi Sanusi sudah diperbaiki melalui Grapari Telkomsel.

“Nomor Abah masih tetap cuma diganti id chipnya. Nomor itu masih bisa dipakai. Tapi yang meretas sudah tidak bisa memakai,” tutup Andika.(carep-04/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pilbup 2020

Kasus ASN Tidak Netral, Laporan ke KASN

Diterbitkan

||

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva.(Foto: Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Bawaslu Kabupaten Malang masih tertutup soal ASN tidak netral.

Hasil pleno putusan dugaan pelanggaran netralitas ASN belum dipublikasikan. Rapat Bawaslu untuk putusan dihelat, Senin (21/10) malam.

“Rapat pleno telah kami lakukan. Namun untuk hasilnya masih kami rahasiakan dulu,” ujar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Malang, George da Silva ketika dikonfirmasi, Selasa (20/10) malam.​

Hasil pleno ke Komite Aparatur Sipil Negara terlebih dulu.

“Belum kirim karena saya masih di Surabaya ini,” tutur George.

George berencana mengirimkan hasil rapat pleno, Rabu (21/10).

Sementara, Inspektorat Kabupaten Malang belum bisa berbuat apa-apa. Karena, belum mendapat deskripsi lengkap dari Bawaslu Kabupaten Malang.​

“Sampai sekarang, inspektorat belum menerima dari dokumen itu.​ Kami menunggu deskripsi dari Bawaslu,” ujar Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti ketika dikonfirmasi.

Tridiyah akan bertindak. Tapi, detail dugaan ASN tidak netral harus diketahui dulu.

Berat ringannya pelanggaran netralitas, tergantung PP 53 tahun 2010. Tentang, disiplin ASN.

“Kami menekankan bahwasanya ASN harus netral,” imbuh Tridiyah.

Tridiyah merinci, pelanggaran netralitas ASN terbagi dalam beberapa golongan. Seperti pelanggaran kode etik, UU ASN, hingga pidana. Tiap golongan beda penanganan.

Jika mengarah pelanggaran ASN, Bawaslu menyerahkannya ke Pemkab Malang. Lalu, Pemkab bakal memproses hukum administrasi kepegawaian yang bersangkutan.

“Apabila mengarah pada pidana. Yang memproses adalah aparat penegak hukum,” ucap Tridiyah.

Tridiyah sanksi bisa saja timbul. Jika, ASN terbukti melakukan pelanggaran netralitas. Tak main-main ada sanksi tentang pemberhentian tidak terhormat.

“Sanksi mulai dari turun pangkat tiga tahun. Demosi jabatan. Pencopotan jabatan. Pemberhentian dengan hormat dan tidak hormat,” ujar Tridiyah.

Sebagai informasi, dugaan netralitas ASN di Pemkab Malang mencuat.

Kejadian bermula saat dari Slamet Suyono. Dia Kabid Olahraga dan Prestasi Dispora Kabupaten Malang.

Dia diketahui mengunggah foto visi dan misi paslon. Yaitu, Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono.

Foto diunggah di grup WhatsApp Inspirasi Malang, Rabu (7/10).(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

DPT Pilkada Kabupaten Malang 2.003.608 Orang

Diterbitkan

||

Divisi Sosialisasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika. (Foto : Imron Haqiqi).

KABARMALANG.COMKPU Kabupaten Malang telah memutuskan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Hasil rapat pleno terbuka, jumlah DPT 2.003.608 orang.

Inilah DPT yang dipakai pada Pilkada 9 Desember 2020.

“Jumlah itu dari 390 desa/kelurahan Kabupaten Malang,” ungkap Divisi Sosialisasi Pendidikan dan Pemilihan dan SDM KPU Kabupaten Malang, Marhendra Pramudya Mahardika saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10).

Dika mengatakan KPU sudah melakukan verifikasi secara ketat. Verifikasi bahkan dilakukan hingga detik-detik terakhir penetapan DPT.

“Kita teliti satu per satu jumlah DPT sebelum ditetapkan. Jumlahnya tentu berbeda dengan DPT pada Pilpres lalu. Ada pemilih baru (pemula). Ada pula yang tidak masuk DPT karena sudah meninggal,” ujarnya.

Jumlah DPT dalam Pilkada ini meningkat. Ini dibandingkan dengan DPT dua pemilu sebelumnya. Yaitu, Pilgub 2018 dan Pilpres 2019 lalu,

“Dalam Pilgub lalu jumlah DPT-nya hanya 1.966.373 orang. Pilpres lalu jumlah DPT-nya sebanyak 1.996.857 orang,” kata Dika, sapaan akrabnya.

Menurut Dika, penambahan jumlah DPT disebabkan beberapa faktor. Contohnya, banyaknya jumlah pemilih pemula. Serta, warga pindahan dari daerah lain.

“Jumlahnya lebih banyak. Itu jika dibandingkan angka kematian dan warga yang pindah,” katanya.

Dika menambahkan, jumlah TPS Kabupaten Malang 4999 TPS.

“Jumlah TPS ini pun bertambah. Seiring dengan bertambahnya DPT. Sekaligus pertimbangan pandemi Covid-19. Tujuannya untuk meminimalisir kerumunan masyarakat,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Pilbup 2020

Dapat Nomor Urut 3, Malang Jejeg Ambisi Menang

Diterbitkan

||

Heri Cahyono-Gunadi Handoko, paslon independen mendapat nomor urut 3. (Foto : Imron Haqiqi)

KABARMALANG.COM – Paslon independen cabup cawabup Malang, mendapat nomor urut 3. Heri Cahyono-Gunadi Handoko, menaruh ambisi menang.

Heri berambisi menciptakan era baru Kabupaten Malang yang jejeg.

“Malang Jejeg menandai salah satunya berakhirnya era ngapusi,” terang Heri alias Sam HC usai mengambil pengundian nomor urut di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Rabu (14/10).

Sam HC menargetkan kemenangan di Pilkada Malang 2020. Ini target ambisius sosok baru kontestasi politik Malang itu.

“Target kami 100 persen. Jadi gini, target kami adalah target menang,” kata pengusaha asal Kasembon itu.

Sam HC menyebut keikutsertaannya sebagai cabup diuji berbagai dinamika. Termasuk sengketa dengan KPU Kabupaten Malang tentang verifikasi faktual.

Proses tahapan Pilkada Malang Jejeg pun terdampak. Misalnya, penyusutan durasi kampanye. Namun, Sam HC tak mau ambil pusing.

“Ya biarkan yang sepuh-sepuh dulu. Kalau orang muda kan larinya cepat,” tambah Sam HC, sarkas.

Pendiri Bank Sampah Slatri itu bakal mempraktikkan metode kampanye efektif.

“Kami akan memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang ada ini,” sambung bapak tiga anak itu.

Sam HC menerapkan konsep kampanye Sambang Dulur. Praktiknya lebih kepada diskusi dengan masyarakat.

Sam HC menyebut model kampanyenya dinamis. Sambang Dulur bisa dilakukan di mana saja.

“Ini panggung rakyat. Bisa di sawah, rumah, lapangan dan sebagainya,” tambah penghobi motor trail ini.

Paslon Malang Jejeg berambisi mencetak sejarah baru

Soal dana kampanye, Sam HC bersedia menerima sumbangan masyarakat.

“Kami akan menerapkan crowd funding. Masyarakat bisa membantu dan saat ini antusias,” imbuh Sam HC.

Namun, Sam HC belum menerangkan gamblang nominal dana kampanyenya.

“Pasti dengan modal kita sendiri. Total yang disediakan kami belum menghitung semuanya,” tutupnya.(im/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com