Connect with us

Pemerintahan

Kebonsari Juara 1 Kampung Ketahanan Pangan Kota Malang

Diterbitkan

||

Kelompok Tani Kampung Lestari. Kebonsari, Sukun. Juara 1 Lomba Kampung Ketahanan Pangan 2020. (Foto : Fathi)

KABARMALANG.COM – Kelompok Tani Kampung Lestari, Kebonsari, sukses usung urban farming. Buah kerja mereka diganjar Juara 1 Lomba Kampung Ketahanan Pangan 2020.

Lomba ini diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan. Dalam rangka Hari Pangan Sedunia.

Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi menyerahkan hadiah kepada pemenang.

“Konsep kami urban farming. Karena kami tidak punya lahan. Sepanjang paving di kampung, kita tanami tanaman,” ujar Slamet Riyadi, Ketua Kelompok Tani Kampung Lestari, Jumat (16/10).

Slamet menuturkan, hasil urban farming dimanfaatkan oleh warga. Satu lahan urban farming bisa mencukupi satu RT.

Sisanya, baru dijual ke tukang sayur dan warung terdekat. Ada 25 macam jenis sayuran. Seperti sawi, kangkung, brokoli, dan paprika.

Urban farming Kebonsari sudah berlangsung sejak 2018. Warga sudah terbiasa urban farming.

“Kita ingin punya kegiatan yang bisa mengurangi pengeluaran. Kami ingin wargamandiri. Serta, tidak perlu belanja ke tukang sayur,” jelasnya.

Urban farming Kebonsari, melibatkan 30 kepala keluarga. “Setiap rumah kita tekankan untuk menanam. Hampir setiap rumah punya polybag. Total ada 1500 polybag,” terang Slamet.

Slamet menyebut pembibitan jalan terus dan tidak pernah habis. Dia mengungkapkan pengadaan bibitnya dilakukan secara mandiri.

Swadaya masyarakat itu berbuah. Bibit yang awalnya sedikit, perlahan jadi makin banyak.

Selama dua tahun berjalan, urban farming terasa dampaknya. Terutama saat pandemi Covid-19. “Kemarin kita banyak bantu tetangga yang membutuhkan,” jelasnya.

Produknya-produknya pun dijual ke warung-warung. Daya tawar produknya, sayur lebih murah dan segar.

“Penjualannya atas nama kampung. Keuntungannya untuk kas kampung,” katanya.

Nantinya keuntungan itu akan dikelola lagi. Untuk pengadaan tanah dan tambah alat produksi. Seperti saat ini mereka sudah punya semprotan dan pompa.(fat/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

Kayutangan Belum Ditutup, Banner Imbauan Terpasang

Diterbitkan

||

Banner himbauan pembangunan Kayutangan di Jalan Basuki Rahmat (Foto: Fathi)

KABARMALANG.COM – Sosialisasi rekayasa lalin Kayutangan terus digalakkan Dishub Kota Malang. Salah satu satunya dengan memasang banner himbauan.

Ini terpantau Kabarmalang.com, Sabtu sore (31/10). Terlihat beberapa banner sudah terpasang di sekitar Kayutangan.

Yakni, Jalan Jenderal Basuki Rahmat. Tepat di samping kanan Toko Buku Gramedia. Lalu ada juga di Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Pembangunan akan dimulai pada hari Senin nanti, (2/11). Lalu lintas di Kayutangan sejauh ini  masih tampak normal seperti biasanya.

Warga sudah cukup tahu adanya rencana pembangunan. Contohnya, Hanif, warga Merjosari. Dia telah mengetahui informasi rencana pembangunan area Kayutangan.

“Saya dapat infonya di akun instagram @dishubmalangkota. Setelah itu saya share infonya. Agar teman-teman yang lain juga tahu,” ujarnya.

Dia merasa terbantu dengan adanya informasi tersebut. Sehingga dia bisa menghindari kemacetan di wilayah sekitar Kayutangan.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Nakes Baru Ditempatkan Di Puskesmas

Diterbitkan

||

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Sri Winarni (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – PNS baru Pemkot Malang didominasi formasi tenaga kesehatan (nakes). Personel anyar ini bakal diprioritaskan untuk penempatan Puskesmas.

“Kami prioritaskan di Puskesmas,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni, dihubungi Kabarmalang.com, Sabtu (31/10).

Menurut Sri, banyak Puskesmas Kota Malang membutuhkan tambahan nakes.

Dinkes langsung memproses alokasi personel ini. Dia juga sudah menetapkan strategi formasi nakes Kota Malang.

“Kami lakukan melalui analisis beban jabatan. Serta, analisis beban kerja di lingkungan Dinkes Kota Malang,” terangnya.

Menurut Sri, kebutuhan nakes didasarkan dua faktor. Yaitu kualitas dan kuantitas. Karena, mereka akan melayani masyarakat.

“Penentuan prioritas formasi pegawai merupakan kebijakan Pemkot Malang,” tambahnya.

Sri menilai kecukupan kuota nakes Kota Malang masih dianalisa.

“Akan dievaluasi kembali dengan data kepegawaian yang ada,” ungkapnya.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

PNS Baru Kota Malang Didominasi Nakes

Diterbitkan

||

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto (Foto : Istimewa)

KABARMALANG.COMPemkot Malang mengumumkan hasil seleksi CPNS 2019, Jumat (30/10). Total ada 335 peserta berhasil lulus tes. Mayoritas mengisi formasi tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan (nakes).

Formasi kesehatan ada bidan, nutrisionis, okupasi terapis, perawat, perawat gigi. Lalu, pranata laboratorium kesehatan, sanitarian, administrator kesehatan, dokter. Serta, Penyuluh Kesehatan Masyarakat.

Untuk formasi pendidikan ada jabatan guru agama islam. Lalu, guru bahasa indonesia, guru bahasa inggris.

Setelah itu guru bimbingan konseling, Guru IPA, Guru IPS.

Ada juga guru kelas, guru seni budaya, guru penjasorkes. Serta guru matematika, guru TIK, dan guru PPKN.K

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto membenarkan. Formasi yang paling dibutuhkan adalah tenaga pendidikan dan kesehatan.

“Memang tenaga pendidikan dan kesehatan dibutuhka . Secara jumlah masih diperlukan penguatan dan penambahannya,” ujar Wiwid sapaannya, dihubungi Kabarmalang.com (30/10).

Dia menuturkan penentuan formasi tersebut tidak sembarangan. Tapi, atas dasar kajian dan telaah dari perangkat daerah.

“Pemkot Malang punya postur ASN bergantung situasi nyata. Yaitu dari kebutuhan paling krusial di Kota Malang,” terangnya.

Wiwid mengutarakan, perangkat daerah menyusun formasi kebutuhan kepegawaian. Dari situ akan terhimpun formasi. Lalu dimasukan ke BKPSDM.

Yaitu, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Setelah itu formasi dimasukan ke pusat. Dari pusat, data baru dikembalikan lagi ke daerah.

“Sejak awal sudah ada pemetaan seperti itu. Sehingga, dulu calon peserta CPNS sudah mengarah atas pilihannya,” ungkap Wiwid.(fat/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com