Connect with us

Pemerintahan

Human Error Mayoritas Penyebab Kebakaran

Diterbitkan

,

Salah satu kebakaran terbesar tahun ini, di Gudang Distributor popok PT. Unirama Duta, Jalan Raya Karangploso, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa).

KABARMALANG.COM – Kebakaran tampaknya masih sering terjadi di Kabupaten Malang.  Oktober saja, kebakaran terjadi 6 kali di Kabupaten Malang.

Terakhir, kebakaran terjadi di Singosari Jum’at (9/10) . Tepatnya, di Perum Griya Nagari, Desa Watugede.

Disana, lahan tebu hampir ludes akibat terbakar api. Diduga, kebakaran disebabkan oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Ini tanda bahaya bagi Kabupaten Malang. Jangan sampai rekor 2019 terulang.

“Bulan Oktober tahun 2019, ada 32 kali kebakaran. Kalau diambil rata-rata, setiap hari terjadi kebakaran,” ungkap Kabid PPK Satpol PP Kabupaten Malang, Goly Karyanto, Sabtu (10/10).

Dia berharap angka kebakaran tahun ini tidak setinggi tahun lalu. “Ya semoga bulan ini bisa menurun-lah,” tuturnya.

Sementara mayoritas penyebab terjadinya kebakaran adalah kelalaian manusia. Human error sering fatal dalam kasus kebakaran Kabupaten Malang.

“Selama Oktober ini, kebakaran rata-rata disebabkan keteledoran masyarakat. Misalnya, konsleting listrik, puntung rokok, dan membakar sampah sembarangan,” katanya.

Karena itu, Goly menghimbau masyarakat lebih hati-hati. Terutama, mewaspadai sumber api seperti kompor dan rokok.

“Misalnya listrik, jangan sampai melebihi batas maksimal daya. Jika membuang puntung rokok maupun membakar sampah,  jangan sembarangan,” pesannya.(arl/yds)

Pemerintahan

Pimpin Sertijab Bupati-Wabup Malang, Khofifah Soroti Bromo Semeru

Diterbitkan

,

Pimpin Sertijab Bupati-Wabup Malang, Khofifah Soroti Bromo Semeru
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang. (Foto : Imron Haqiqi)

 

KABARMALANG.COM – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa pimpin Sertijab Bupati-Wabup Malang. Yaitu Sanusi dan Didik Gatot Subroto.

Khofifah pun hadir di DPRD Kabupaten Malang, Senin (8/3). Usai pimpin sertijab Bupati-Wabup Malang, Khofifah memberi arahan.

Dia berpesan utama agar Pemkab Malang membangun Bromo Tengger Semeru.

Kabupaten Malang ada banyak program untuk pengembangan Bromo Tengger Semeru (BTS),” terangnya.

Sebab, menurut Khofifah pemerintah pusat menaruh perhatian pada BTS. Pemerintah juga memantau pembangunan pengembangan pariwisata BTS Kabupaten Malang.

“Ini Musrenbang sudah terbatas. Kemudian lanjut dengan pembahasan RPJMD. Saya harap daftar-daftar Proyek Strategi Nasional segera masuk ke RPJMD Pemkab Malang,” urainya.

Namun, Khofifah juga tak ingin Pemkab Malang fokus BTS saja. Tidak lupa, dia meminta ada pengembangan sektor potensi lainnya.

Mulai dari sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, industri dan pariwisata. Serta, berbagai potensi di wilayah Pemkab Malang.

“Dari kondisi geografis, Kabupaten Malang sangat mendukung hal tersebut. Terutama pada sektor pertaniannya,” katanya.

Merespon pesan Gubernur, Pemkab Malang pun siap tancap gas. Bupati Malang, Sanusi siap tancap gas melakukan pembangunan di Kabupaten Malang.

“Untuk sektor pertanian, kami sudah mengembangkan benih padi brang biji. Yang dapat meningkatkan produktivitas,” tutur orang nomor satu di Pemkab Malang itu.

“Begitu pula dengan peternakan. Serta bidang maupun potensi lainnya. Akan terus kami kembangkan,” pungkas Politisi PDI Perjuangan itu.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

COVID-19

Kampung Tangguh Semeru RW 01 Sukoharjo Bagi 50 Paket Sembako

Diterbitkan

,

Kampung Tangguh Semeru RW 01 Sukoharjo Bagi 50 Paket Sembako
Pembagian sembako secara simbolis oleh KTS RW 01 Sukoharjo, disaksikan babinsa, babinkamtibmas dan kelurahan. (Foto : Istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Kampung Tangguh Semeru RW 01 Sukoharjo, Klojen berbagi. Senin (8/3), KTS RW 01 Sukoharjo membagikan 50 paket sembako.

Sasarannya adalah warga tidak mampu di sekitar posko. Yaitu, warga RW 01 Jalan Aris Munandar Gang V, Kelurahan Sukoharjo.

Pembagian paket sembako merupakan program mandiri KTS tersebut. Ketua RW 01 Kelurahan Sukoharjo H Muchtar membenarkan.

Pengelola KTS RW 01 Sukoharjo menyerahkan sembako ini secara simbolis. “Kami serahkan langsung paket sembako tersebut kepada 50 orang,” jelas H Muchtar.

Kabar Lainnya : Peduli Relawan, Wawali Salurkan Sembako di Klojen.

Petugas Kelurahan Sukoharjo pun mengapresiasi penyerahan bantuan ini. Karena, KTS RW 01 Sukoharjo sukses menjalankan fungsinya.

Yaitu, menjaga ketahanan pangan di wilayahnya. Serta, menunjukkan kemandirian warga dalam membantu warga lainnya.

“Kami apresiasi penyaluran bantuan dari warga untuk warga. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama menghadapi pandemi covid-19,” timpa Sukamto, Kasi Trantib Kelurahan Sukoharjo, mewakili Lurah.

Dia mengungkapkan, kepedulian ini menjadi contoh kepada warga RW lainnya.

Bantuan sembako 50 paket ini merupakan donasi dari warga RW 01. Sehingga, warga RW 01 yang terdampak pandemi covid-19 tidak terbeban.

Sekaligus, sebagai bentuk solidaritas dalam memutus penyebaran covid-19.

Kabar Lainnya : Kapolresta Resmikan Dua Kampung Tangguh di Pandanwangi.

Sejumlah pejabat setempat hadir dalam penyerahan bantuan. Yaitu Kasi Trantib Sukoharjo Sukamto. Kemudian, Bhabinkamtibmas Sukoharjo Aiptu Bambang Sutrisno.

Selanjutnya, Babinsa Sukoharjo 0833/01 Klojen Pelda Imam dan Pelda Yuyun Hidayat.

Lalu, Petugas Pam PPKM Mikro Kelurahan Sukoharjo (TNI AU dan TNI AL). Hadir pula Ketua RW 01 Kelurahan Sukoharjo H Muchtar.

Ada pula Ketua KTS RW 01 Kelurahan Sukoharjo. Ketua PPKM RW 01 Kelurahan Sukoharjo. Serta, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, PKK dan posyandu.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Jasa Marga Malang Inovasi Layanan Publik, Gandeng Lantas dan Damkar

Diterbitkan

,

Jalan menuju gerbang tol Pandaan Malang exit Karanglo Singosari. (Foto : Muhammad Fathi Junaedi)

 

KABARMALANG.COM – Jasa Marga Malang Pandaan (Mapan) menggandeng Satlantas dan Damkar untuk transformasi layanannya. Anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk tak sekadar menjadi pengelola tol Ruas Pandaan-Malang.

Siswantono, Direktur Operasi PT Jasa Marga Pandaan Malang membenarkan. Jasa Marga mengusung inovasi monitoring pembatasan kecepatan pengendara. Sehingga ada CCTV terpasang di setiap kilometer tol.

“Sehingga jika terjadi kecelakaan, atau hal-hal yang tidak diinginkan, kita (Jasa Marga) bisa rewind dan telitii penyebabnya,” jelasnya kepada Kabarmalang.com, Minggu (7/3).

Inovasi ini tak lepas dari situasi di tol Malang Pandaan. Sis, sapaannya, menyebut bahwa tingkat kecelakaan di Tol Pandaan cukup tinggi dalam dua tahun terakhir. Penyebabnya karen pengguna tol yang kurang waspada.

“Misalnya berkendara dengan kecepatan tinggi. Terus ada yang karena bannya bocor di jalan. Ada pula karena mengantuk,” ujarnya.

“Kebanyakan itu  tabrak belakang, karena kurang waspada, saat malam hari. Ada juga karena kurang menguasai kendaraan,” tambahnya.

Padahal, Sis menegaskan bahwa Jasa Marga sudah memberi aturan untuk kecepatan kendaraan harus 80 kilometer per jam.

“Biasanya yang terjadi kecelakaan karena kecepatannya lebih dari itu. Titik kecelakaan agak menyebar. Beberapa kali sering terjadi di Km 77,” bebernya.

Dalam upaya mengantisipasi dan menangani kecelakaan lalu lintas di Tol Pandaan Malang, dia juga selalu bersinergi dengan kepolisian dan pemadam kebakaran.

“Kita juga sudah kerja sama dengan Satlantas Malang Kota dan Kabupaten Malang, dengan kepolisian yang penugasannya khusus di dekat tol,” tuturnya.

“Kalau seandainya ada pelanggaran lalu lintas kita langsung koordinasi dengan kasatlantas, misalnya ada pengguna yang kecepatannya melebihi batas,” lanjutnya.

Kabar Lainnya : Pandaan-Malang Menuju Tol Ramah Lingkungan.

Selain itu memang dari Jasa Marga sendiri juga punya petugas khusus. Yakni, tim ambulans, tim patroli, dan juga tim derek mobil.

Jika ada kebakaran mobil dia juga akan berkoordinasi dengan pemadam kebakaran. Sis mengatakan pernah satu kali terjadi kebakaran mobil.

“Kita (Jasa Marga) hanya menyediakan truk tangki air. Tergantung kebakarannya, kalau bisa penanganan dengan truk tangki air, ya pakai tangki air itu,” ulasnya.

Kanit Laka Satlantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto pun mengakui lancarnya kerja sama dengan Jasa Marga. Dia mencontohkan, jika ada kecelakaan di area jalan tol, komunikasi dengan jajaran Jasa Marga sangat kohesif.

“Kantor kami kan dekat dengan Exit Tol Singosari. Ketika ada kecelakaan di tol, Jasa Marga langsung kontak untuk melakukan evakuasi,” ungkapnya.

Penanganan kecelakaan oleh Satlantas Polres Malang di tol Malang Pandaan. (Foto : Istimewa)

Jajaran Satlantas Polres Malang juga mendapat kemudahan akses menuju tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan. Karena, Jasa Marga memberikan pelayanan perlintasan jalan secara gratis.

Sebab, penanganan kecelakaan berkaitan dengan nyawa. Sehingga, Agus menilai Jasa Marga sangat membantu kepolisian.

“Jadi, Jasa Marga membukakan kami pintu secara gratis dan cepat,” tuturnya.

Efeknya, kecelakaan tol sepanjang tahun 2020 sekitar 15 kejadian. “Jumlah itu menurun sekitar 60 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Senada dengan Kanit Laka Satlantas Polres Malang, jajaran Penyelamatan Pemadam Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang juga merasakan sinergi yang sama.

Jasa Marga dan Damkar cukup apik menjalin komunikasi. Sehingga, penanganan kebakaran di area tol mudah tertangani.

Kabar Lainnya : Pintu Tol Madyopuro Resmi Beroperasi.

“Sinergi Jasa Marga dengan kami (PPK Kabupaten Malang) sangat baik. Salah satunya ketika ada kejadian kebakaran. Kami selalu mendapat laporan. Armada kami pun dengan lancar merapat ke lokasi kebakaran di tol,” ungkap Kabid Pencegahan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Malang, Goly Karyanto.

Menurutnya sepanjang tahun 2020 terhitung sudah 2 kali terjadi kebakaran di tol Kabupaten Malang.

“Kalau sudah begitu, peran kami melakukan pemadaman. Sedangkan Satlantas Polres Malang yang mengatur arus lalu lintas,” bebernya.

Hanya saja, dia masih yakin bisa ada sinergi yang lebih dalam lagi dengan Jasa Marga. Yakni, terkait penggunaan akses jalan tol bagi armada PMK yang hendak melakukan pemadam kebakaran di luar tol.

“Misalnya terjadi kebakaran di Kecamatan Tumpang (Malang timur). Lalu armada kami pulang, ada panggilan kejadian kebakaran di wilayah Kecamatan Lawang (Malang utara),” ujarnya.

“Otomatis kan akses jalan yang paling cepat melalui tol. Nah, ini kami harap ada kerjasama Jasa Marga dengan Pemkab Malang,” lanjutnya.

Damkar pun siap membangun kerja sama yang demikian. Sehingga, layanan publik dalam hal kebakaran juga semakin cepat.

“Nanti akan kami coba komunikasikan, apakah perlu adanya MoU (Memorandum of Understanding) atau tidak terkait hal itu,” pungkasnya.

 

Lancarkan Arus Lalu Lintas Dengan Derek Gratis

Selain penanganan kecelakaan, Jasa Marga juga bersinergi dan berkoordinasi dengan polisi saat momen-momen liburan.

“Tujuannya untuk mengatur lalu lintas saat lebaran, nataru, atau liburan-liburan yang perkiraan pasti terjadi ledakan pengguna tol,” ungkap Siswantono, Direktur Operasi PT Jasamarga Pandaan Malang.

Jasa Marga pun memberikan layanan mobil derek gratis bagi pengguna jalan tol yang kendaraannya mengalami masalah.

“Nanti bisa menghubungi kita, di setiap titik kita memasang hot line. Kita akan  bantu derek sampai ke pintu keluar terdekat secara gratis. Kalau melebihi dari itu mungkin ada tarif atau apa,” bebernya

“Kalau misalnya nanti sampai di Malang Kota tentu ada biaya tambahan. Kami punya 4 mobil derek, ada di setiap ruas tol,” katanya.

Sis merinci penyebab mobil mogok di jalan tol biasanya karena kehabisan bensin dan akinya mati.

“Nanti akan kita cek dulu, ada petugas yang bantu. Petugas kita tiap jam selalu ngontrol ke ruasnya, melihat apakah ada yang mogok atau kecelakaan,” terangnya.

“Selalu monitor, termasuk di CCTV. Kalau mobil yang tidak berjalan seperti biasanya akan terpantau. Kami cek secara manual dan lewar CCTV,” tambahnya.

 

Terapkan 100 Persen E-Toll, Percepat Arus Di Gerbang Tol Malang Pandaan

Inovasi lainnya dari Jasa Marga, adalah pelayanan Tol Pandaan Malang saat ini sudah 100 persen E-Toll.

“Layanannya sudah non tunai. Jadi kita kerja sama dengan bank-bank penyedia uang elektronik, misalnya BNI, BCA, Mandiri, BRI, untuk transaksi di gerbang tol,” ujar Siswantono.

Sis, sapaannya, mengatakan sejauh ini respons masyarakat menggunakan E-Toll sangat baik. Meskipun terkadang ada pengguna tol yang saldonya kurang saat transaksi.

“Misalnya kalau ada yang saldonya gak cukup,  kita harus menyediakan tempat layanan top up saldo e-toll. Salah satunya di gerbang tol Singosari,” terangnya.

Gerbang tol Pakis, Kabupaten Malang, bagian dari tol Malang Pandaan yang dikelola Jasa Marga. (Foto : Jasa Marga Pandaan Malang for Kabarmalang.com)

Sehingga, Sis berpesan kepada para pengguna jalan tol. Sebaiknya sebelum masuk jalan tol, harus cek dulu saldonya. Biar tidak repot saat transaksi.

Dia menuturkan bahwa pembayaran e-toll adalah bagian dari inovasi Jasamarga menggunakan teknologi baru. Karena setiap transaksi langsung terkoneksi ke Bank secara real time.

Sis berharap dalam momen ulang tahun Jasa Marga yang ke 43 semoga Jasa Marga selalu bertransformasi dan berinovasi.

“Karena kita selalu bisa menyediakan sarana transportasi bagi masyarakat, yang sangat krusial dan vital. Karena tol ini bagaimanapun juga akan membantu mobilitas  barang dan penumpang,” paparnya.

Sehingga, walaupun akses tol tidak gratis tetapi mampu menyingkat waktu. Alhasil juga mampu meningkatkan kegiatan bisnis masyarakat.

“Juga mampu memberikan dan menumbuhkan perekonomian daerah di sekitar exit tol. Sehingga daerah-daerah itu lebih berkembang lagi,” tutupnya.

 

Tol Malang Pandaan Hemat Waktu Dan Uang Pengendara

Riky Pranata, Mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Kota Jember memberikan testimoni. Dia salah satu pengguna Jalan Tol Pandaan Malang.

“Kebetulan saya tiap bulan sering mondar- mandir dari Jember ke Malang lewat Tol Pandaan Malang. Pertama kali lewat waktu lebaran 2019,” ungkapnya.

Riky sangat merasakan dampak positif kehadiran Tol Pandaan Malang. Sebab dia bisa menghemat waktu dan uang.

Biasanya jika ingin ke Jember, dia lewat yang gerbang tol Singosari. Nanti keluarnya di Tol Leces Probolinggo

“Ngaruh banget, sebelumnya kalau naik mobil Jember-Malang, kalau malam hari 6-7 jam. Pake tol menghemat waktu sampai dua jam. Kalau malam 4 jam, kalau siang 5 jam,” ungkapnya.

“Sementara, tol dari Singosari ke Leces Probolinggo itu Rp 100 ribu.  Kalau luar tol, bensinnya itu kira-kira habis 300-an.  Hematnya Rp 100 ribu, waktunya juga lebih cepat,” tambahnya.

Dia pun merasa pembayaran menggunakan e-toll jauh lebih efektif dibandingkan dengan pembayaran cash.

“Kalau dulu kan sangat konvensional nunggu kembalian dan lain-lain. Kalau e-toll kan tinggal di tap-tap doang. Langsung saldonya otomatis berkurang,” bebernya.

Riky berharap pelayanan Jasa Marga harus lebih baik. Dengan cara meningkatkan layanan dan terus berinovasi. Dia menyarankan ada layanan cash back saat transaksi e-toll.

“Saran saya begitu, ada cash back. Poin-poinnya nanti bisa tukar lewat uang atau kembali ke saldo lagi. Bisa juga belanja ke supermarket. Untuk meningkatkan loyalitas pelanggan,” pungkasnya.

Kabar Lainnya : Hari Ini Tol Pandaan-Malang Seksi Singosari-Pakis Beroperasi Gratis.

Jalan Tol Pandaan–Malang adalah sebuah jalan tol di Indonesia sepanjang 38,48 kilometer yang menghubungkan daerah Pandaan, Kabupaten Pasuruan dengan Kota Malang, Jawa Timur.

Sejak peresmian 13 Mei 2019 lalu,  Tol Pandaan-Malang sudah memiliki lima bagian. Antara lain, Bagian I, 15.47 kilometer dari Pandaan sampai Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Lalu, Bagian II,  8.05 kilometer dari Purwodadi, Kabupaten Pasuruan sampai Lawang, Kabupaten Malang.

Kemudian bagian III, 7.10 kilometer, dari Lawang sampai Singosari, Kabupaten Malang.

Selanjutnya, bagian IV, 4.75 kilometer, dari Singosari sampai Pakis, Kabupaten Malang. Serta Bagian V, 3.11 kilometer, dari Pakis, Kabupaten Malang sampai Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang.(im/fat/carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com