Connect with us

Peristiwa

Ormas Malang Bersatu Kecam Anarkisme

Diterbitkan

||

Ormas Malang Bersatu saat berada di depan gedung DPRD Kota Malang.

 

KABARMALANG.COM – Ormas Malang Bersatu menggelar aksi di Bundaran Tugu, Jumat (9/10). Mereka menyerukan kecaman terhadap anarkisme di Kota Malang.

Ini adalah respon terhadap anarkisme yang terjadi sehari sebelumnya. Terlihat di pagar DPRD, spanduk dipajang oleh masyarakat. Misalnya, spanduk bertuliskan Arek Malang Melawan Anarkisme.

Spanduk lain juga dipasang di sekeliling Bundaran Tugu. Isinya adalah ajakan mengecam anarkisme. Serta, ajakan untuk berdemonstrasi secara santun.

Ormas Malang Bersatu juga ikut bersih-bersih. Yakni, menata taman yang diinjak-injak saat demo.

Paska demonstrasi, Jumat, kondisi Bundaran Tugu sudah bersih. Ormas Malang Bersatu dan Pemkot Malang bersama membersihkan sekitar bundaran.

Tidak ada lagi sampah berserakan. Juga, puing-puing bekas perusakan sudah dibersihkan.

“Demonstrasi dan menyuarakan keadilan, kami dukung. Tapi, kami mengecam anarkisme yang terjadi,” kata Ketua MPC PP Kota Malang, H Agus Sunar Dewabrata, SH.

Aksi penandatangan petisi juga digelar di Bundaran Tugu. Isi petisinya adalah Arek Malang melawan anarkisme. (fat/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Peristiwa

BPCB Selidiki Penggalian Liar Situs Ngawonggo

Diterbitkan

||

Arkeolog BPCB Jatim saat menunjuk lokasi bekas penggalian liar cagar budaya yang sudah diurug tanah. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Balai Pelestarian Cagar Budaya Jatim menyelidiki penggalian liar situs Ngawonggo. Situs ini cagar budaya Desa Ngawonggo, Tajinan, Kabupaten Malang.

Arkeolog BPCB Jawa Timur (Jatim), Wicaksono Dwi Nugroho membenarkan. Dia sekarang menyelidiki siapa pelaku penggalian liar itu.

Wicaksono juga tengah mencari apa motif penggalian liar.

“Ya, kita hendak melakukan penyelidikan. Ini masih meminta keterangan dari kepala dusun. Kami deteksi penyewa lahan yang diduga ada cagar budayanya,” terangnya kepada Kabarmalang.com, Sabtu sore (24/10).

“Lebih detailnya nanti saya kabari. Perkembangan dari hasil penyelidikan akan kami sampaikan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, BPCB Jatim menyoroti cagar budaya Desa Ngawonggo. Cagar budaya ini diduga berupa puing bangunan kuno.

Ironisnya, cagar budaya ternyata baru digali. Namun, penggaliannya liar. Karena, BPCB tak pernah menerima permohonan izin penggalian situs.

Atas dasar itulah, BPCB Jatim bertindak. Lokasi ini dicek.

Arkeolog BPCB mengumpulkan informasi dari masyarakat dan pemerintah setempat.

“Kepala Desa, Kepala Dusun, dan beberapa masyarakat setempat. Itu kita tanyai semua,” imbuh Wicaksono.

“Termasuk, kita akan mencari pelaku. Dan menanyakan langsung motif penggalian liar ini. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” tutup Wicaksono.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Pastikan Identitas Balita Bululawang, Labfor Polda Turun Tangan

Diterbitkan

||

Evakuasi jenazah balita di saluran irigasi Bululawang, Kamis (22/10) lalu. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Jenazah bocah ditemukan di saluran irigasi Bululawang, Kamis (22/10). Walau demikian, kasus balita hilang Bululawang masih bergulir.

Ini karena keluarga Bagus Setya Ramadhan, 1,5, sangsi. Mereka ragu jenazah itu adalah Bagus yang hilang.

Polsek Bululawang pun mengakui adanya keraguan ini. Karena, tubuh korban sudah rusak saat divisum.

“Saat divisum di RSSA, sidik jari tak terdeteksi. Itu karena kaki dan tangan korban sudah rusak. Jadi tidak bisa diambil kesimpulan,” ungkap Kapolsek Bululawang, Kompol Pujiyono saat dihubungi Kabarmalang.com, Sabtu (24/10).

Praktis, identitas jenazah belum diketahui. Plus, keluarga Bagus juga ragu.

Sehingga, polisi melaksanakan prosedur selanjutnya. Yakni, menggelar tes DNA.

Polsek Bululawang bakal melibatkan Laboratorium Forensik Polda Jatim.

“Nanti akan kita akan ambil sample dari keluarga. Kemudian dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Jatim untuk pencocokan,” ujarnya.

Jenazah balita yang ditemukan, masih berada di KM RSSA. Jenazah akan disemayamkan sementara di situ. Sembari menunggu hasil tes DNA.

“Pengambilan sample masih sedang kita koordinasikan dengan keluarga,” tutup Pujiyono.(im/yds)

Lanjutkan Membaca

Hukrim

Keluarga Gus Nur Anggap Cara Penangkapan Polisi Berlebihan

Diterbitkan

||

Kediaman Gus Nur dari pantauan Kabarmalang.com, Sabtu siang (24/10). (Foto : rjs)

KABARMALANG.COM – Gus Nur ditangkap Bareskrim Polri karena tuduhan ujaran kebencian. Keluarga Gus Nur, menganggap metode penangkapannya terlalu berlebihan.

Cara berlebihan yang dimaksud adalah kehadiran polisi tengah malam. Jumlah polisinya pun, banyak. Yakni, puluhan orang. Padahal, keluarga Gus Nur tengah beristirahat.

“Cuma tetap ada sifat berlebih-lebihan dalam menjalankan tugas. Tengah malam (penangkapan). Langsung 5  mobil, kurang lebih 30 orang,” ujar Muhammad Mujiat, putra kedua Gus Nur kepada Kabarmalang.com, Sabtu (24/10).

Saat penangkapan, keluarga Gus Nur sedang di dalam rumah. Hanya Gus Nur yang terjaga karena minta bekam. Dia baru saja pulang dari pengajian.

Baca juga : Gus Nur Ditangkap Saat Terapi Bekam

Begitu pintu rumah diketuk, Gus Nur berhenti bekam. Datanglah 5 mobil ke rumah Jalan Cucak Rawun, Sekarpuro Pakis.

Sejumlah 30 polisi turun dari mobil. Gus Nur menemui para polisi yang mengaku Bareskrim itu.

Surat penangkapan ditunjukkan kepada keluarga. Rumah Gus Nur pun langsung digeledah.

Polisi menyita beberapa barang. Misalnya, laptop, hard disk dan baju.

Baju yang diminta, adalah yang dipakai syuting YouTube.

“Jadi langsung masuk geledah. Barang bukti milik sini semua,” tambahnya.

Setelah digeledah, Gus Nur dimasukkan mobil. Rombongan polisi langsung meninggalkan lokasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gus Nur ditangkap polisi. Dia dituding menyebar ujaran kebencian via internet.

Dia dijerat pasal UU ITE oleh Bareskrim Polri.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com