Connect with us

Serba Serbi

Bangkitkan Ekosistem Seni, Gelar Workshop Glass Painting

Diterbitkan

||

Kegiatan workshop gelas painting. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Saat pandemi, ekosistem kesenian mengalami keterpurukan. Ini harus dibangun kembali. Untuk itu, Kabunga Group mengadakan workshop glass painting. Tajuk acaranya Sanggar Seni Kampung. Lokasinya di Sanggar Celaket, Sasana Krida Budaya, Rabu (7/10).

“Seni terapan menjadi aset pembangunan ekosistem kesenian Kota Malang. Juga, untuk meningkatkan ekonomi kreatif generasi muda Kota Malang,” ungkap Yuyun, Ketua Kabunga Group.

Pada workshop kali ini para pesertanya bukan hanya ibu-ibu. Anak muda juga terlibat.

Menurut Yuyun, kesenian tidak hanya sebuah hobi. Tapi, memiliki kemampuan untuk menjadi media sosialisasi segala hal.

Terlebih lagi bisa menambah pemasukan di era pandemi. Juga, menambah rasa bahagia dan imun tubuh.

“Ini kerjasama perkumpulan seni Kabunga Group dan Sanggar Celaket. Semoga menjadi contoh kerjasama antara sanggar kesenian,” lanjutnya.

Ke depannya, akan ada pameran dan pertunjukan di Desember. Kabunga Group akan menampilkan karyanya.

Pameran digelar setelah konsultasi dan kuratorial Dewan Kesenian Malang. Harapannya bisa lebih meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta.(fat/yds)

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wisata

Wisata Petik Stroberi Masih Dijujug Wisatawan

Diterbitkan

||

Suasana wisata petik stroberi di Desa Pandanrejo (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COMWisata petik stroberi masih dijadikan jujugan wisatawan. Buah masam dan manis ini masih digemari.

Contohnya, wisata petik stroberi Pandanrejo, Batu. Setidaknya 100 wisatawan berkunjung per harinya.

“Kalau akhir pekan bisa sampai 300 pengunjung. Wisatawan bisa merasakan sensasi petik stroberi. Buahnya bisa dimakan di tempat,” terang Suli Hari Setiawan Bendahara Bumdes Pandanrejo.

Wisatawan, dibekali capil, gunting, dan keranjang. Harga tiket masuk Rp 15 ribu per orang.

Wisatawan langsung bisa merasakan sensasi memetik stroberi. Apalagi, hawa sejuk khas Kota Batu menyelimuti perkebunan stroberi.

Wisatawan bisa membawa pulang stroberi hasil petikannya. Bumdes sudah punya patokan harga.

Hasil petikan diharga Rp 60 ribu perkilogram. Sedangkan, satu kotak stroberi seharga Rp 20 ribu saja.

Wisata petik stroberi tak hanya menjual buah segar. Bumdes Pandanrejo juga memberikan hasil olahan stroberi.

Seperti selai, minuman, dodol, dan keripik. Semuanya berbahan stroberi.

Bumdes Pandanrejo menyediakan dua paket masuk. Biayanya bisa lebih hemat.

Yakni paket stroberi B dan paket stroberi A.

Paket stroberi B seharga Rp 25 ribu per orang. Wisatawan akan mendapatkan edukasi stroberi, outbond, dan petik stroberi.

Sedangkan, paket stroberi A dibanderol harga Rp 150 ribu. Fasilitas berupa edukasi stoberi, outbond dam petik stroberi. Lalu, wisata coban lanang dan makan siang.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

2015, Erupsi Freatik Gunung Bromo Setinggi 1 Kilometer

Diterbitkan

||

Foto : Gunung Bromo (dokumen Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)
Foto : Gunung Bromo (dokumen Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)

KABARMALANG.COM – Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Gunung Api (PVMBG) merilis letusan freatik berpotensi terjadi di Gunung Bromo. Bukan kali ini saja, pada 2015 silam letusan sama pernah terjadi. Dengan tinggi erupsi sampai 1 kilometer.

“Tahun 2015 pernah, kolom abu mencapai tinggi 1 kilometer lebih dari puncak Gunung Bromo,” kata Kepala Bidang Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan kepada Kabarmalang.com, Rabu (21/10/2020).

Hendra mengatakan, ketika itu, erupsi terjadi secara terus menerus selama beberapa jam. Namun, kemudian aktifitas gunung berketinggian 2329 mdpl itu mereda.

“Letusan menerus beberapa jam kemudian reda, berfluktuasi,” ujar Hendra menjelaskan.

Menurut Hendra, terjadinya erupsi akan membawa dampak, apabila terbawa angin. Bisa sampai ke pemukiman penduduk atau menutupi area perkebunan.

“Bila terbawa angin, maka abunya terbawa ke atap-atap rumah penduduk atau ke perkebunan,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Hendra turut menjelaskan, apa itu letusan freatik. Yakni, letusan uap air.

Letusan itu, tidak secara langsung diakibatkan oleh naiknya magma menuju permukaan sebuah gunung berapi.

“Letusan freatik itu adalah letusan uap air, jadi letusan yang tidak secara langsung diakibatkan oleh naiknya magma menuju permukaan,” jelas Hendra.

Sementara letusan freatik, lanjut Hendra, dapat hanya berupa uap air putih saja. Namun, bisa juga letusan disertai material lama yang berada pada dinding lubang kawah ikut terbawa uap air.

“Sehingga kemudian berwarna abu keputihan saat letusan terjadi,” pungkas Hendra.

Meski demikian, kata Hendra, aktifitas Gunung Bromo belum menunjukkan aktifitas secara signifikan.

Hanya saja, dengan status Waspada level II, direkomendasikan jarak aman diluar radius 1 kilometer dari kawah. Selain, adanya potensi letusan freatik secara tiba-tiba.

“Tremor bersifat menerus (terekam setiap hari), tapi energi tremornya masih kecil (amplitudo tremor rata-rata hanya 1 mm). Bandingkan dengan amplitudo tremor menjelang atau saat erupsi yang mencapai amplitudo rata-rata 25 mm,” paparnya.

PVMBG mengingatkan, letusan freatik Gunung Bromo berpotensi terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Rekomendasi sudah dikeluarkan, agar masyarakat, pengunjung wisata dan pengelola wisata tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif. (rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Serba Serbi

PVMBG : Ada Potensi Letusan Freatik Gunung Bromo

Diterbitkan

||

Foto : Gunung Bromo (dokumen Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)
Foto : Gunung Bromo (dokumen Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru)

KABARMALANG.COM – Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Gunung Api (PVMBG) merekomendasikan adanya bahaya letusan freatik Gunung Bromo. Aktifitas dalam radius 1 kilometer dari kawah pun dilarang. Apa maksud letusan freatik itu ?.

Kepala Bidang Gunung Api PVMBG, Hendra Gunawan mengatakan, letusan freatik adalah letusan uap air. Letusan itu, tidak secara langsung diakibatkan oleh naiknya magma menuju permukaan sebuah gunung berapi.

“Letusan freatik itu adalah letusan uap air, jadi letusan yang tidak secara langsung diakibatkan oleh naiknya magma menuju permukaan,” jelas Hendra kepada Kabarmalang.com, Rabu (21/10/2020).

Menurut Hendra, pada kondisi tersebut, magma masih berada pada kedalaman dan tidak bergerak naik.

Akan tetapi panas magma dapat memanaskan lapisan air tanah di kedalaman 1 sampai 2 kilomter dibawah kawah.

“Sehingga lama-lama air di kedalaman tersebut akan mempunyai tekanan tinggi dan berakibat letusan freatik,” bebernya.

PVMBG telah merekomendasikan agar masyarakat menghindari aktifitas radius 1 kilometer dari kawah Gunung Bromo.

Tujuannya, mengantisipasi terjadinya letusan freatik (yang biasanya berupa letusan kecil).

“Maka yang berada diluar radius 1 kilometer akan relatif aman,” kata Hendra.

Sementara letusan freatik, lanjut Hendra, dapat hanya berupa uap air putih saja. Namun, bisa juga letusan disertai material lama yang berada pada dinding lubang kawah ikut terbawa uap air.

“Sehingga kemudian berwarna abu keputihan saat letusan terjadi,” pungkas Hendra.

Meski demikian, kata Hendra, aktifitas Gunung Bromo belum menunjukkan aktifitas secara signifikan.

Hanya saja, dengan status Waspada level II, direkomendasikan jarak aman diluar radius 1 kilometer dari kawah.

Selain, adanya potensi letusan freatik secara tiba-tiba.

“Tremor bersifat menerus (terekam setiap hari), tapi energi tremornya masih kecil (amplitudo tremor rata-rata hanya 1 mm). Bandingkan dengan amplitudo tremor menjelang atau saat erupsi yang mencapai amplitudo rata-rata 25 mm,” paparnya.

Laporan PVMBG per 20 Oktober 2020 mencatat, aktifitas Gunung Bromo secara visual cukup jelas hingga kabut 0-III.

Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50-300 meter di atas puncak kawah pada gunung berketinggian 2329 mdpl itu.

Tercatat juga gempa tremor menerus yang terekam dengan amplitudo 0.5-1 mm (dominan 1 mm).

PVMBG menyatakan, status Gunung Bromo adalah Waspada Level II. Dengan merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung atau wisatawan tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif.

Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, baik itu pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba – tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Sebelumnya, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengumumkan hingga saat ini wisata Gunung Bromo belum dapat dikunjungi wisata.

Selain mencegah penyebaran Covid-19, pembatasan kunjungan wisatawan berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi, Mitigasi, Bencana Gunung Api (PVMBG) terkait bahaya aktifitas Gunung Bromo. (rjs/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com