Connect with us

Edukasi

Walikota Sutiaji Tinjau Implementasi PPK Bagi Siswa Sekolah Dasar

Diterbitkan

||

wali Kota Malang ketika menyapa siswa SD Negeri Tlogowaru

Kabarmalang.com – Pemerintah Kota Malang serius dalam menguatkan pendidikan karakter bagi siswa sekolah dasar. Beberapa bulan terakhir Penguatan Pendidikan Karakter (PKK) telah dijalankan. Wali Kota Sutiaji pun datang untuk memantau langsung implementasi PKK di sejumlah sekolah dasar. SD Negeri Madyopuro 2 dan SD Model Tlogowaru menjadi dua lembaga pendidikan tingkat dasar yang dikunjungi Wali Kota, Senin (26/8) lalu. Dari hasil pantauan langsung itu, Pak Aji-begitu akrab disapa menemukan jika implementasi PKK sudah berjalan sesuai harapan.

“Salim sudah benar, ketika masuk kelas kaki kanan, ketika mau makan cuci tangan dan berdoa, ketika di dalam kelas duduk dengan posisi baik. Tadi saya lihat yang meja gotong royong dia sudah mengembalikan kursi tanpa diminta. Itu artinya kan sudah terbiasa,” ujar Sutiaji usai bertemu dengan beberapa siswa. Perilaku-perilaku yang masih murni, lanjut Sutiaji, diharapkan nantinya mampu menjadi identitas diri anak-anak tersebut.

Wali Kota Malang ketika menyapa siswa SD Negeri Tlogowaru 1

Wali Kota Malang ketika menyapa siswa SD Negeri Tlogowaru 1

Pada kesempatan tersebut, Sutiaji juga menyempatkan berinteraksi langsung pada anak siswa kelas 1 dan 2. Berbagai pertanyaan mengenai kebiasaan sehari-hari siswa dilontarkan Wali Kota. Beberapa di antaranya ketika mau berangkat sekolah mencium tangan orang tua, mencium tangan guru, ketika mau makan cuci tangan, ketika mau mengerjakan apapun di awali dengan doa, dan lain-lain.

Wali Kota juga menyampaikan bahwa mendidik karakter anak ketika kecil itu memang susah, akan tetapi tertanamnya itu kuat. “Seperti pepatah, belajar di waktu kecil ibarat menulis di atas batu. Itu kan karena susah. Tapi Insya Allah kan lama daya ingatnya. Ya itu yang kita harapkan,” jelasnya.

 

 

Penulis : Rajendra Sulaiman

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Alissa Wahid : Buku KH Oesman Mansoer Relevan

Diterbitkan

||

Alissa Wahid, Koordinator Gusdurian Nasional saat membedah buku KH Oesman secara daring. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Alissa Wahid, Koordinator Nasional Gusdurian menegaskan buku KH Oesman Mansoer relevan. Yakni, buku berjudul Islam dan Kemerdekaan Beragama.

Buku itu dicetak 1968 dan sudah berusia 52 tahun. Namun, putri Gus Dur tetap mengapresiasinya.

Bahkan, dia merekomendasikan buku itu diterbitkan ulang. Rekomendasi ini muncul saat bedah buku di Pascasarjana Unisma, Senin (26/10).

Buku itu disebut relevan dengan kondisi negara. Fenomena sosial politik dan identitas Indonesia masih sama.

Yaitu berkaitan dengan isu agama.

“Bangsa ini mengalami langkah mundur dalam konteks kemerdekaan beragama. Saat kita mundur, di ujung belakang ada buku ini,” kata Alissa.

Alissa Wahid menambahkan, masalah Indonesia saat ini adalah demokrasi. Terdapat kecenderungan mayoritarianisme berbasis agama.

Praktik beragama menjadi eksklusif atau superioritas yang menguat.

“Semangat buku ini mengingatkan kita. Untuk menyelami muslim Indonesia yang Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Alissa.

Alissa juga mengutip isi buku KH Oesman. Muslim di Indonesia harus menjaga ruang hidup beragama.

Sesama warga negara harus menjunjung tinggi toleransi. Sehingga bisa menjadi bekal panduan umat beragama, khususnya muslim.

Agar, bisa lebih tepat membangun kehidupan berbangsa bernegara.

KH Oesman Rektor Pertama Unisma

Dalam bedah buku tersebut hadir narasumber lainnya.

Yaitu Airlangga Pribadi, Ph.D. Dia CEO the Intiative Intitute. Sekaligus pengajar di Departemen Politik, FISIP, Universitas Airlangga.

Prof. Dr. Zainuddin, Ahli Sosiologi Agama. Yang juga Wakil Rektor UIN Malang.

Kemudian, Pdt. Chrysta Andrea. Dia pengajar di Institusi Pendidikan Teologi Balewiyata, GKJW Malang.

Serta Irham Thoriq Aly, CEO Tugumalang.id. Juga Direktur Penerbit Kota Tua selaku moderator.

Suasana usai bedah buku KH Oesman

Suasana usai bedah buku KH Oesman

Menurut Zainuddin, persoalan agama di Indonesia masih sangat krusial. Agama mudah untuk dijadikan isu.

Hal tersebut bisa menimbulkan kekacauan. Apabila tidak dikontrol dengan baik.

NU dan Muhammadiyah harus dikuatkan. Karena, keduanya adalah organisasi islam pilar negara.

“Saya memotret KH Oesman sosok inklusif moderat. Sejajar dengan Gus Dur dan Cak Nur. Beliau dari daerah tapi pemikirannya bagus sekali,” ucap Zainuddin.

Latar belakang KH Oesman dipengaruhi tiga tradisi. Yakni tradisi akademik, pesantren hingga militer.

Ditambah, pengalamannya yang banyak. Sehingga, KH Oesman dikenal moderat, pruralisme dan humble.

KH Oesman sendiri merupakan salah satu pendiri kampus Unisma. Dia juga rektor pertama di kampus tersebut.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Siswa MAN 2 Malang Raih Perak Lomba Astronomi Internasional

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM – Madrasah Aliyah Negeri (MAN 2) Malang meraih prestasi tingkat Internasional. Rafa Nanda Akilah, siswanya, meraih medali perak GeCAA.

GeCAA adalah Global e-Competition on Astronomy and Astrophysics. Kompetisi berlangsung 25 September -12 Oktober 2020.

GeCAA merupakan pengganti dari IOAA. Yaitu, International Astronomy and Astrophysics.

GeCAA berlasung secara daring karena pandemi Covid-19. Kompetisi tersebut diikuti peserta berbagai negara di dunia.

“Alhamdulillah, prestasi diukir siswa MAN 2 Kota Malang. Rafa meraih medali perak GeCAA. Ini kompetisi tingkat internasional,” ujar Binti Maqsudah, Kepala MAN 2 Malang, Senin (26/10), dilansir Kemenag.go.id.

Menurut Binti, perjuangan Rafa tidak mudah untuk meraih prestasi. Dia harus merelakan waktu bermain dengan teman sebaya.

Rafa pun harus merelakan waktu belajar di kelas. Ini demi mempelajari materi olimpiade astronomi.

Rafa mulai belajar astronomi sejak duduk kelas 10. Dia mengikuti berbagai seleksi sebelum tampil di kancah internasional.

Pertama, seleksi Olimpiade Sains Kota Malang. Lalu, Olimpiade Sains Provinsi Jatim.

Rafa bersaing dengan seluruh sekolah di Jawa Timur. Rafa tak hanya berkompetisi dengan siswa sebaya.

“Ada yang sudah duduk di bangku kelas 11. Pastinya juga lebih berpengalaman,” tutur Binti.

Rafa lulus seleksi di OSK dan OSP. Dia mewakili Kota Malang dan Provinsi Jatim. Rafa tampil di Olimpiade Sains Nasional 2019 Manado.

Berjuang di Seleksi Timnas Indonesia GeCAA

Dalam ajang tersebut ia berhasil membawa pulang medali perak. Namun, Rafa tidak otomatis menjadi anggota timnas GeCAA 2020.

Rafa harus mengikuti dua tahapan seleksi. Pertama, 30 besar OSN dipanggil pelatnas tahap 1 Bandung. Rafa menjalani pelatnas selama dua pekan.

Kesehariannya di pelatnas penuh dengan latihan. Rafa harus mengerjakan soal dari para dosen Astronomi ITB. Dia juga dites oleh alumni peraih medali internasional sebelumnya.

Atmosfer pelatnas sangat kompetitif. Para peserta pelatnas saling berlomba-lomba. Mereka ingin mewakili Indonesia di ajang internasional.

“Alhamdulillah saya akhirnya mampu lolos tahap satu. Saya membuktikan pantas untuk dipanggil timnas di pelatnas dua,” tutur Rafa.

Dalam tahap kedua pelatnas, ada 12 peserta terpilih. Ditambah, dua peraih medali IOAA 2019 Total, 14 siswa jadi anggota timnas Indonesia GeCAA.

Timnas Indonesia GeCAA dibagi menjadi dua bagian. Yaitu kompetisi individu dan kompetisi kelompok.

Rafa masuk dalam kompetisi individu.

Kompetisi diselenggarakan oleh dewan internasional IOAA. Kompetisi juga didukung Komite Olmpiade Astronomi Estonia.

Pelaksanaan GeCAA terdiri dari tiga babak. Yakni, teori, analisa data, dan observasi.

Timnas Indonesia sukses mendapatkan 10 penghargan. Yaitu 3 medali perak dan 6 medali perunggu. Serta, 1 Honorable Mention.(carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca

Edukasi

Peringati Hari Santri, FISIP UB Gowes Bersarung

Diterbitkan

||

Agenda Santri Fun Bike oleh FISIP UB gowes dengan bersarung. (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Sivitas akademika FISIP UB menggelar santri fun bike. Para akademisi gowes dengan mengenakan sarung, Minggu pagi (25/10).

Ini untuk peringatan Hari Santri Naional (HSN) 2020. Gowes tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker serta membatasi jumlah peserta.

“Kami sengaja membatasi jumlah peserta untuk menghindari kerumunan,” kata Dr. Amin Herry, koordinator santri fun bike.

Rahmat Kriyantono, Dosen FISIP UB menerangkan rute gowes. Fun bike dimulai dari depan gedung FISIP UB. Setelah itu, gowes menuju ke Jalan Galunggung.

Lalu, gowes bergerak ke Jalan Bondowoso dan Jalan Kawi.

Fun bike berlanjut lagi ke Alun-Alun Kota Malang. Serta, kawasan Tugu dan kembali lagi ke UB.

Rahmat mengaku ini pengalaman pertamanya gowes mengenakan sarung.

“Memang agak ribet jika terkena rantai. Tapi, bisa merasakan santri dahulu ngaji. Berangkat dengan sepeda ontel dan bersarung. Ini juga bikin makin ramai dan menjaga keguyuban,” tutur Rahmat.

Ahmad Muwafik Saleh, ketua panitia HSN FISIP UB, bergembira. Gowes ala santri sekaligus menjaga kesehatan sivitas akademika.

Menurutnya, santri FISIP harus sehat dan kuat. Hati pun bisa ikut sehat dari penyakit hati.

Peringatan HSN ini masih berlanjut. Khotmil Qur’an dan sholawatan akan digelar.

“Acara puncaknya, webinar nasional 10 November 2020. Serta, penulisan buku bertema Santri membangun bangsa,” ungkap Wakil Dekan III FISIP UB. (carep-05/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Debat Publik KPU Kabupaten Malang
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com