Connect with us

Pemerintahan

Inoscope, Inovasi Stetoskop Digital Mencegah Penularan Covid-19

Published

on

IMG 20200929 191933
RSUD Dr. Saiful Anwar Malang

 

KABARMALANG.COM – Sebagai sebuah terobosan baru dalam dunia kedokteran Indonesia, inoscope atau stetoskop digital ini kedepannya akan berperan sebagai telemedicine. Artinya pasien atau mereka yang memerlukan pemeriksaan tidak perlu berhadapan fisik dengan petugas kesehatan atau mendatangi petugas kesehatan lagi.

Dalam konteks pelaksanaanya, pasien Covid-19 ke depannya dapat dibekali mandiri dengan alat ini, yang hasilnya dapat diakses secara daring oleh para tenaga kesehatan untuk menegakkan diagnosa.

Direktur RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Dr. dr. Kohar Hari Santoso, Sp.An., KIC., KAP mengatakan bahwa masalah yang muncul selama ini adalah penggunaan hazmat level 4 bagi seluruh petugas medis di Instalasi COVID dan Infeksius Terpadu (INCOVIT) RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

Hal itu diutarakan oleh Wahyu dalam forum presentasi daring untuk membahas terobosan baru tersebut, bertempat di ruang Majapahit RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, Selasa (29/09/2020).

“Penggunaan APD menutupi seluruh kepala dan tubuh sehingga apabila hendak melakukan pemeriksaan dengan stetoskop harus menempelkan eartips ke telinga yang artinya membuka head cover hazmat,” ujarnya.

Meskipun belum ada jurnal resmi yang spesifik mengidentifikasi angka kejadian transmisi Covid-19 melalui stetoskop, lanjut Saiful, namun tetap ada potensi tinggi transmisi lewat droplet atau mikro droplet yang menempel dari semburan bersin/batuk pasien ke media stetoskop.

“Sehingga terbawa ke bagian tubuh nakes seperti telinga atau selaput mukosa saat kondisi tak terlindung ketika membuka celah headcovering hazmat untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.

Menurutnya, alat ini memang masih dalam proses pengembangan, nantinya masih harus dilakukan uji validasi tentang bagaimana output pemeriksaan menggunakan inoscope dibandingkan dengan menggunakan stetoskop konvensional dengan telinga yang langsung mendengarkan bunyi.

“Kemudian akan dibandingkan sensitivitas dan spesifitashasil dari output yang dihasilkan melalui dua jenis pemeriksaan itu. Kami mengapresiasi inovasi ini,” pungkasnya. (fat/fir)

Advertisement

Terpopuler