Connect with us

Kabar Batu

Meski Pandemi, Retribusi Parkir di Kota Batu Stabil

Diterbitkan

||

Titik Parkir di Kota Batu

 

KABARMALANG.COM – Meski pandemi Covid-19 menghantam sistem perekonomian di seluruh daerah dan tak terkecuali di Kota Batu, pendapatan retribusi parkir nyatanya masih stabil sampai saat ini.

Hal ini disampaikan Kabid Perparkiran dan Dalops Dishub Kota Batu Nurbianto ketika dikonfirmasi di Balaikota Among Tani pada Senin siang (28/09/2020).

“Target kami pada tahun ini adalah Rp. 375 juta. Kalau sekarang sudah mencapai 60 persen jika dibandingkan dengan September tahun 2019 lalu,” terang Antok sapaan akrabnya.

Antok juga menerangkan adanya kestabilan bahkan peningkatan retribusi parkir ini dikarenakan adanya ledakan wisatawan pasca pemberlakuan masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tiga bulan lalu.

Antok menuturkan pada masa PSBB, bahwa pihaknya sempat merasakan tidak mendapatkan setoran sama sekali selama tiga bulan. Namun ketika masa PSBB dibuka mulai muncul titik-titik parkir baru dari tempat usaha.

“Contohnya di Ketan Susu yang ada dikawasan Jalan Diponegoro dan Ruko WOW. Disana parkirnya meningkat drastis,” tuturnya. Antok bahkan mengaku Dishub bisa menerima setoran rata-rata dalam kisaran Rp. 100 ribu sampai Rp. 150 ribu per Minggu.

Selanjutnya, Antok juga mengatakan pihak Dishub hingga saat ini masih melakukan penarikan retribusi parkir dengan memakai acuan Perda nomor 10 tahub 2010 tentang parkir di tepi jalan dengan tarif yang lama. Alasan Dishub tidak menerapkan Perda nomor 3 tahun 2020 dikarenakan masih belum efektif jika dilakukan sebelum adanya perwali dan tindakan nyata dari pemulihan ekonomi.

“Karena diperda yang baru ini tarifnya meningkat semua sebanyak 100 persen dan bahkan bisa meningkat sampai 200 persen saat weekend dan high season yang otomatis setoran jukir akan meningkat. Sedangkan ditempat usaha baru, ada jukir yang menyetor Rp. 50 ribu perminggu karena masih sepi,” ujarnya.

Oleh sebab itu tarif parkir yang masih diterapkan yakni Rp. 1000 ribu untuk kendaraan roda dua, Rp. 2000 ribu untuk kendaraan roda empat, dan Rp. 5000 ribu – Rp. 10.000 ribu untuk Bus dan kendaraan berat. (arl/fir)

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Batu

Kampung Susu Brau Jadi Destinasi Wisata Baru

Diterbitkan

||

Peresmian Kampung Susu Dusun Brau (Foto : istimewa)

KABARMALANG.COM – Kampung Susu Brau Desa Gunungsari Bumiaji menjadi destinasi baru. Jumat (23/10), kampung Susu Brau diresmikan sebagai desa wisata.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko berharap kampung susu berdaya. Serta, mampu menjadi andalan desa wisata Kota Batu.

Dia menginstrusikan dinas terkait untuk bergerak. Supaya, banyak wisatawan tertarik datang ke wisata edukasi tersebut.

“Soalnya tempatnya memang agak masuk. Dusun ini juga diapit oleh dua bukit. Sehingga perlu dukungan dinas terkait agar lebih ramai,” ungkapnya kepada wartawan.

Dia mencontohkan DPUPR yang tengah menggarap jalan tembus Paralayang. Jalan ini, ujungnya menuju ke Dusun Brau.

Dengan membuka jalan tembus, Dewanti berharap kampung susu berkembang.

Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu

Karena, program kampung susu sangat menarik. Wisatawan akan diajari pengolahan susu.

Mulai dari memerah hingga meminum susu segar. Kampung susu ini juga memiliki produk serapan susu.

Seperti yoghurt, permen susu, dan lainnya. Suyadi, pelaku usaha susu di Dusun Brau optimis. Produk susu Dusun Brau bisa bersaing dengan tempat lain.

Sekitar 50 persen produksi susu Brau dikirim ke pabrik. Yakni, pabrik susu Nestle.

“Apalagi kalau didukung oleh Pemkot Batu. Dusun Brau bisa dikenal sebagai produsen susu unggulan,” tambahnya.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Tolak Omnibus Law, IMM Salati Balai Kota

Diterbitkan

||

Suasana aksi damai mahasiswa IMM Malang Raya di Kota Batu (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Aksi penolakan Omnibus Law akhirnya merambah Kota Batu. Ini ditandai aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Malang Raya.

Jumat (23/10), mereka berdemonstrasi di depan DPRD Kota Batu. Siang hari, mereka bergeser ke Balai Kota Among Tani.

Di situ, mereka salat jumat di jalan. Tepat di depan Balaikota Among Tani.

Agus Muin, koordinator aksi menegaskan salat ini memiliki makna khusus. Salat di depan block office Kota Batu adalah sindiran.

Karena, demonstran menilai negara mati moralitasnya.

“Tak hanya di Kota Batu. Nantinya kami menggelar aksi damai di Kabupaten Malang juga,” terangnya kepada awak media.

Demonstrasi IMM depan Balai Kota Among Tani.

“Kami berterima kasih karena diberikan kesempatan melakukan aksi damai. Akan kami lanjutkan terus,” tegasnya.

Kapolres Batu AKBP Harviadhi Agung menerangkan aksi berjalan damai. Tidak ada tindakan anarkis dan perusakan.

Dia bersyukur kondusivitas Kota Wisata Batu tetap aman.

“Tadi sebagai antisipasi, kami menurunkan sekitar 400 personel gabungan. Ditambah pemasangan kawat berduri di sekitaran Balaikota Among Tani,” imbuhnya.

Dia juga mengapresiasi mahasiswa. Karena, mampu berdemonstrasi dengan damai.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca

Kabar Batu

Jalan Tembus Paralayang Brau Digarap

Diterbitkan

||

Jalan Tembus Paralayang Brau Digarap
Pembangunan jalan tembus Paralayang-Brau (Foto : Arul)

KABARMALANG.COM – Jalan tembus Paralayang Brau akhirnya digarap. DPUPR Kota Batu-lah yang mengaspal jalur itu.

Pengerjaan sudah dimulai 2 hari lalu. Ini kabar baik bagi warga Batu dan wisatawan.

Jalan tembus digarap untuk memudahkan wisatawan ke Paralayang.

Proyek ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 200 Juta. Akhir bulan Oktober, jalan ini diharap selesai digarap.

“Semoga tidak ada kendala apapun dan bisa selesai pada bulan ini,” ungkap Kepala Dinas PUPR Kota Batu Alfi Nur Hidayat ketika dikonfirmasi, Jumat siang (23/10).

Baca juga : Sempat Terhenti, Pembangunan Jalan Tembus Paralayang Dilanjutkan

Dana jalan tembus ini diambilkan dari Perubahan Anggaran Keuangan. Anggaran PUPR yang direfokus ke Covid-19, sudah dikembalikan.

Tujuan pembangunan jalan Paralayang Brau ini adalah memecah kemacetan. Terutama, saat Kota Batu memasuki high season.

Perekonomian di jalan alternatif Paralayang Brau juga diharap terangkat.

“Jalan Paralayang diharap mempercepat akses wisatawan dan masyarakat. Jalan itu memiliki panjang sekitar dua kilometer. Ini digarap secara bertahap,” beber Ketua AVGI (Asosiasi Virtual Game Indonesia) Kota Batu.

Jalan yang digarap juga membuka akses ke desa wisata. Yakni, kampung susu Dusun Brau.

Sebagian jalan tembus sudah tergarap. (Foto : Arul)

“Kami berkomitmen memastikan keamanan kenyamanan pengguna jalan Kota Batu. Baik masyarakat sekitar, maupun wisatawan yang ke Kota Batu,” imbuhnya.

Akses jalan ini akan meringankan pelaku UMKM Kampung Susu. Utamanya, saat memasarkan produknya ke Kecamatan Batu. Dusun Brau terletak di Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji.(arl/yds)

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com