Connect with us

Ekbis

Latar Ijen, Bisnis Venue Wedding yang Bangkit di Masa Pandemi

Diterbitkan

||

Pernikahan di Masa Pandemi Covid-19

 

KABARMALANG.COMLatar Ijen memanfaatkan tren menikah ditengah pandemi Covid-19. Hal ini mereka lakukan untuk mengantisipasi terpaan pandemi covid-19 untuk kemudian bangkit dan bertahan.

Latar Ijen ini adalah perusahaan yang bergerak dibidang Food and Beverage (FnB) yang juga mencakup Coffeeshop dan persewaan venue gedung untuk meeting dan wedding.

Hafiz Alfath salah satu CEO Latar Ijen, mengungkapkan setelah aktif beroperasional pada Desember 2019, bisnisnya mulai terkena dampak pada bulan Februari 2020.

“Ketika awal beroperasi, kita sempat kewalahan karena antusiasme masyarakat sangat tinggi. Namun pas awal pandemi masuk Indonesia, sempat turun drastis dan kita mau tidak mau harus mengurangi karyawan dari 80 orang menjadi 60 orang yang kita pekerjakan,” terangnya.

Hafiz juga menyampaikan, untuk menangani wabah Covid-19 ini, pihak internalnya banyak melakukan perbaikan dan juga melakukan branding secara masif. Di sisi lain, komitmen Latar Ijen untuk tetap buka di tengah pandemi merupakan keputusan yang tepat.

“Bagaimana cara kita membuat masyarakat percaya dan merasa aman di masa pandemi ini. Kita tetap laksanakan protokol kesehatan dengan tepat dan ketika awal pandemi masuk kita tetap buka dengan sistem Take Away dengan Service yang bisa dibilang memuaskan customer kita,” tambahnya.

Ketika awal pandemi, omzet Latar Ijen turun drastis hingga 80 persen. Namun disisi lain, pemanfaatan venue dan branding terbilang cukup sukses hingga membawa Latar Ijen sampai saat ini mengalami kenaikan omzet hingga 70 persen.

“Bersyukur kita bisa memanfaat venue gedung dengan baik. Kita kerjasama dengan beberapa WO dan PH untuk paket wedding,” ungkapnya.

Hasilnya hingga sekarang sudah sekitar 20 lebih klien yang sudah menggunakan venue kita untuk gelaran weddingnya. Paling banyak dibulan Agustus, sekitar 11 klien dalam sebulan. (fat/fir)

 

 

Klik untuk mengirimkan komentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Buka Gym, Respon Tren Olahraga Saat Pandemi

Diterbitkan

||

Oleh

General Manager Hotel THE 101 Malang OJ Ade Sudrajat (kanan) saat membuka gym hotel. (Foto : istimewa)

 

KABARMALANG.COM – Gaya berolahraga benar-benar berubah saat pandemi. Perhotelan pun berupaya adaptasi dengan perubahan perilaku olahraga ini.

“Berolahraga telah menjadi sebuah tren baru di masa pandemi,” ujar Ade Sudrajat General Manager Hotel THE 1O1 Malang OJ, Jumat malam (16/10).

Sekarang, orang berolahraga sebelum beraktifitas. Kadang, olahraga langsung sepulang kerja. Atau bahkan, di sela jam istirahat.

THE 1O1 Malang OJ pun merespon perubahan ini. Fasilitas hotel, FiT Club kembali dibuka untuk umum.

Gym ini mengusung konsep industrial. Lokasinya mudah diakses para pecinta gym. Kebutuhan olahraga era pandemi diharap tercakup gym ini.

“FiT Club ini akan dibuka mulai pukul 06.00. Sampai dengan 20.00 WIB. Jam operasionalnya relatif panjang,” ujarnya.

Jam buka ini disediakan untuk mengakomodir kebutuhan olahraga  konsumen. Terutama, kalangan yang  aktivitas hariannya padat.

FiT Club ini dilengkapi dengan beberapa peralatan fitness.

Mulai dari treadmill, leg curl sampai sit up bench. Ada juga spinning bike, gym ball dan pull up.

Lalu, multi gym set, chin up pull up, hingga barbel. Gym ini juga dilengkapi dengan running track.

Gym ini mengedepankan konsep hiburan dan olahraga. Serta layanan tambahan yang variatif. Mulai dari locker room, shower hot and cold, serta free berenang.(carep-04/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

UMKM Kota Malang Bisa Ikut Pengadaan Mamin

Diterbitkan

||

KABARMALANG.COM –  UMKM Kota Malang mendapatkan peluang memasarkan produknya melalui aplikasi Bela Pengadaan.

Produk UMKM bisa dibeli langsung untuk kebutuhan makanan dan minuman (Mamin) di lingkungan Pemkot Malang.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengatakan, aplikasi Bela Pengadaan merupakan upaya penguatan UMKM di Kota Malang.

Selama ini, pengadaan mamin hanya dapat diserap oleh jenis badan usaha seperti CV ataupun PT.

Karena alokasi anggaran Mamin di Pemkot Malang cukup besar yakni sebesar Rp 30 miliar sampai dengan Rp 50 miliar per tahun.

“Melalui Bela Pengadaan ini, seluruh UMKM di Kota Malang memiliki peluang, dari produknya dapat mengikuti pengadaan mamin di lingkungan Pemkot Malang,” jelas Sutiaji kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

Sutiaji mendorong, seluruh UMKM segera mendaftarkan diri melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah atau LKPP.

Supaya dapat menyerap alokasi anggaran pengadaan mamin melalui aplikasi Bela Pengadaan tersebut.

“Seluruh UMKM kami dorong untuk segera daftar ke LKPP. Supaya bisa terakses di aplikasi Bela Pengadaan ini,” tegas Sutiaji.

Menurut Sutiaji, pendampingan terhadap UMKM akan terus diberikan oleh Pemkot Malang. Seperti manajemen keuangan, manajemen produksi, hingga manajemen pasar.

“Bagaimana nanti packing produknya bisa bagus, dan manajemen pemasarannya,” tuturnya.

Sutiaji menjamin, Bela Pengadaan digelar secara transparan dan transaksi dapat dilakukan secara langsung.

Pihaknya juga mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memanfaatkan program ini, guna menyerap produk UMKM.

“Prosesnya akan transparan, dan bisa dilakukan langsung,” pungkas Sutiaji. (rjs/yds)

Lanjutkan Membaca

Ekbis

Menyulap Batu Kali Menjadi Souvenir Berseni Tinggi

Diterbitkan

||

Produk Batu Hias Souvenir Khas Kampung Sanan

 

KABARMALANG.COM – Agung Arimbawa ketua tim pelaksana pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Malang dalam agenda Penutupan Pemberdayaan Masyarakat Sanan melalui Pelatihan Pembuatan Souvenir Khas dari Batu Hias pada Sabtu (26/09/2020).

Agung Arimbawa, mengatakan bahwa batu kali yang tidak terpakai, nilainya yang kurang, bisa diangkat menjadi karya yang inovatif dan berseni tinggi.

Pelatihan ini diikuti oleh dua puluh ibu-ibu warga Kampung Sanan, sejak tanggal 3 September 2020, selama delapan pertemuan.

“Batu kali geletak begitu saja, kalau di tangan sentuhan seni, itu kan punya nilai, yang satu rupiah bisa menjadi tiga rupiah,” ujar Agung, Sabtu (26/09/2020).

Pada agenda penutupan yang berlangsung di PRIMKOP Sanan itu, Agung menuturkan kalau hal-hal kreativitas di kampung Sanan bukan hanya tempe saja.

“Di sini termasuk desa edukatif, pengunjung yang datang ke sini bisa belajar, bukan hanya tempenya saja, di sini juga ada peternakannya, dan gas alam. Untuk mengisi ini, ada souvenirnya,” ucapnya.

Jika menyinggung soal harga, menurut Agung barang tersebut tidak ringan, nanti tergantung medianya. Prinsip souvenir secara umum itu ringan, murah, dan mudah dibawa.

Souvenir yang cukup klasik dan istimewa juga ada. Tergantung mengemas hasil produknya seperti apa. Harganya kurang lebih sepuluh ribu. Kalau ini diproduksi banyak, harganya bisa ditekan.

“Itu masih mahal karena belum diproduksi secara massal. Kalau memang harga satuan spesial, itu sentuhan seninya yang berbeda, dengan karya tangan. Kalau ini kan dilukis, ada seninya, sugesti, dan karakter,” terangnya.

Agung mengungkapkan prioritas bahan yang digunakan adalah batu kali, karena kampung Sanan juga terdapat kali.

“Harapan kami dari tim UM, mampu memperdayakan masyarakat supaya ada kegiatan lebih, untuk melayani masyarakat yang datang ke sini. Desa edukatif yang sudah terkenal, tapi belum punya souvenir yang berciri khas,” pungkasnya. (fat/fir)

 

Lanjutkan Membaca
Advertisement Iklan Sosialisasi Perwali Kota Batu
Advertisement Iklan cukai Pemkot Batu

Terpopuler

WeCreativez WhatsApp Support
Marketing Kabarmalang.Com